Video Viral Wanita Kejar Mobil Presiden, Menangis Minta Selamatkan Suaminya dari Covid-19

Kompas.com - 25/07/2020, 16:33 WIB
Seorang polisi menghentikan Celia Capira Mamani, wanita yang berlari mengejar mobil Presiden Peru Martin Vizcarra. Ia meminta presiden menyelamatkan suaminya, Adolfo Mamani Tacuri, dari Covid-19 karena tak mendapat perawatan memadai di rumah sakit. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (19/7/2020). AFP/DENIS MAYHUASeorang polisi menghentikan Celia Capira Mamani, wanita yang berlari mengejar mobil Presiden Peru Martin Vizcarra. Ia meminta presiden menyelamatkan suaminya, Adolfo Mamani Tacuri, dari Covid-19 karena tak mendapat perawatan memadai di rumah sakit. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (19/7/2020).

AREQUIPA, KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita berlari mengejar mobil Presiden Peru Martin Vizcarra, viral di media sosial.

Wanita itu berlari mengejar mobil yang membawa sang presiden, untuk meminta agar suaminya bisa diselamatkan dari Covid-19.

"Bapak Presiden, jangan pergi!" teriak wanita bernama Celia Capira (32) itu sambil menangis.

Baca juga: Sejak Fotonya Pakai Lingerie di Balik APD Viral, Perawat Rusia Ini Jadi Presenter Cuaca

Dia meminta suaminya disediakan ranjang di rumah sakit. Kalimat miris itu terekam dalam video pada Minggu (19/7/2020) di Arequipa, kota terbesar kedua di Peru.

Akan tetapi upaya dari ibu 3 anak itu tak berakhir bahagia. Suaminya, Adolfo Mamani (57), meninggal pada Selasa (21/7/2020).

Rumah sakit di Arequipa yang kewalahan dan kekurangan ranjang serta oksigen, tak bisa menyelamatkannya.

Baca juga: Video Viral Anak Kucing Dibakar Hidup-hidup, Diduga Terjadi di Malaysia

"Mereka membunuhnya; dia awalnya baik-baik saja, mereka memberi tahu kami bahwa dia stabil, pada pagi hari saya membawakannya sarapan," kata Capira pada wartawan setempat pada Selasa dikutip dari AFP.

Potongan video yang menunjukkan pipi Capira basah karena berlinang air mata sambil mengenakan masker dan pelindung wajah (face shield), menunjukkan keputusasaan penduduk setempat.

Di luar rumah sakit Honorio Delgado tempat Mamani meninggal, pihak berwenang telah mendirikan tenda darurat karena pasien rumah sakit meluap melebihi kapasitas. Di situlah awalnya Mamani mendapat perawatan.

"Pak Presiden, Anda harus ke tenda, jangan meninggalkan rumah sakit sampai Anda melihat kondisi (pasien)," isak Capira dalam video itu ketika iring-iringan konvoi presiden beranjak pergi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Global
2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki 'Arab Kotor'

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki "Arab Kotor"

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Global
Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Global
9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

Global
Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Global
Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Global
Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Global
Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Global
komentar
Close Ads X