Ketegangan Hubungan AS dengan China Masuk Era Baru

Kompas.com - 24/07/2020, 16:41 WIB
Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan China memburuk, setelah Washington memerintahkan Beijing untuk menutup konsulat mereka di Houston, paling lambat Jumat (24/7/2020)?langkah yang disebut Beijing sebagai provokasi politik. GETTY IMAGES via BBC IndonesiaHubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan China memburuk, setelah Washington memerintahkan Beijing untuk menutup konsulat mereka di Houston, paling lambat Jumat (24/7/2020)?langkah yang disebut Beijing sebagai provokasi politik.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mengumumkan bahwa hubungan AS dengan China masuk era baru.

Pompeo mengatakan, pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan lagi memperlakukan China sebagai "negara normal" dan akan menggalang dukungan dari pemerintahan negara lainnya yang memiliki pendapat yang sama.

Melansir Newsweek pada Kamis (23/7/2020), Pompeo menyampaikan hal tersebut di Perpustakaan dan Museum Kepresidenan Richard Nixon di Yorba Linda, California, untuk memperingati hubungan diplomatik presiden AS yang lalu dengan China, yang saat ini sudah berjalan hampir 50 tahun.

Pada kesempatan itu mengingatkan tentang harapan mantan presiden AS ke-37, Richard Milhous Nixon yang "mendorong perubahan" dari hubungan dingin AS dengan China.

Namun, kata Pompeo, saat ini Washington DC dan para pemimpin negara bagian lainnya semestinya tidak lagi "melanjutkan hubungan buta" dengan kompetitor utama ekonomi AS.

Baca juga: Dituduh Mata-mata oleh AS, Diplomat China Ini Sempat Bertugas di Australia

"Paradigma lama yang membutakan hubungan (bilateral) dengan China tidak akan menyelesaikan masalah. Kita tidak harus melanjutkannya (hubungan bilateral) dan kita tidak harus kembali ke sana," ujar Pompeo.

Menurut Pompeo, "Kebebasan dunia harus menang atas tirani baru ini."

Ia menyebutkan bahwa China semakin otoriter di dalam negerinya dan lebih agresif, serta bermusuhan dengan kebebasan dimana-mana.

Pompeo yang menuduh China tidak jujur dalam setiap aspek kebijakan luar negerinya, memberikan putaran baru "percaya, tetapi verifikasi," seperti ungkapan yang populer disampaikan mantan Presiden Ronald Reagan selama berurusan dengan Rusia.

Sekretaris negara mengatakan bahwa ketika datang ke Partai Komunis China, dia "tidak percaya, tetapi memverifikasi."

Baca juga: Dicegat AS, Pesawat Sipil Iran Nyaris Tabrak Jet Tempur F-15 di Suriah

Pernyataan Pompeo tersebut muncul setelah serangkaian tindakan garis keras yang diambil oleh pemerintahan Trump terhadap China, yang mana Menteri Pertahanan, Mark Esper pada pekan lalu mendefinisikan China sebagai pesaing strategis utama AS.

Ketika Pentagon meningkatkan kehadirannya di Laut China Selatan untuk melawan aktivitas militer China di sana, Pompeo terus mengumumkan sanksi terhadap Beijing, yang menuduhnya melakukan pelanggaran hak asasi manusia serta penindasan politik.

Trump telah bersikap keras terhadap China sejak awal masa jabatannya dengan meningkatkan ketegangan melalui perang dagang yang sebagian dihentikan oleh perjanjian perdagangan fase-pertama yang dicapai pada Januari silam.

Namun, ketegangan kedua negara ini mencuat kembali ketika munculnya pandemi virus corona.

Gedung Putih menyalahkan Beijing karena salah menangani wabah, bahkan ketika pemerintahan Trump tengah terjadi krisis domestik terkait kesehatan masyarakat, resesi ekonomi, dan protes massa.

Baca juga: Tak Terima Konsulatnya di Houston Ditutup, China Balas Tutup Konsulat AS di Chengdu

"Saya menolak anggapan bahwa kita hidup di zaman yang tak terhindarkan, bahwa beberapa 'jebakan' sudah ditentukan sebelumnya, bahwa supremasi Partai Komunis China (CCP) adalah masa depan. Kami tidak ditakdirkan untuk gagal karena Amerika tidak mengalami kemunduran," kata Pompeo.

"Kebebasan dunia masih menang. Kita hanya perlu memercayainya, mengetahuinya, dan bangga akan hal itu," lanjutnya.

Diplomat top AS itu menyerukan kekuatan militer, ekonomi, dan politik gabungan untuk menyerukan "pengelompokan baru negara-negara yang berpikiran sama, aliansi baru demokrasi."

Pompeo mengisyaratkan seruan untuk mengangkat senjata berdasarkan argumen yang ia dan pejabat administrasi Trump lainnya telah kembangkan selama beberapa waktu belakangan.

Pejabat China sering membalas penggambaran terhadap negara mereka, dan menyebut AS sebagai aktor global yang memfitnah, dan mempertanyakan rekam jejak Amerika Serikat sendiri.

Baca juga: AS Memanas, Tuding Rusia Melakukan Uji Coba Senjata Anti-Satelit Berbasis Luar Angkasa

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying menanggapi pada Kamis (23/7/2020) terhadap tweet Pompeo sebelumnya, di mana ia menuduh Partai Komunis China "bertindak dengan cara yang menimbulkan ancaman nyata bagi dunia".

Selain itu, bersumpah bahwa AS akan "memastikan keamanan nasional Amerika, serta mendesak Partai Komunis China untuk melakukan perubahan sikap."

"Bertanya-tanya mengapa #Pompeo sangat membenci Partai Komunis China? Apakah karena Partai Komunis China merupakan ancaman nyata bagi dunia? Mari kita lihat faktanya," tulis Hua dalam tweetnya.

Baca juga: China Tawarkan Dana Pinjaman 1 Miliar Dollar AS untuk Akses Vaksin Covid-19

Dalam kesempatan itu, ia berbagi pernyataan di mana kementeriannya memuji pencapaian China menjadi "ekonomi terbesar kedua di dunia dalam beberapa dekade tanpa menggunakan perang, kolonialisme, dan perbudakan."

Pernyataan itu juga memuat angka-angka yang menunjukkan kontribusi ekonomi, kemanusiaan, dan pemeliharaan perdamaian negara itu kepada dunia, membandingkannya dengan perang AS di seluruh negeri di dunia dan penurunan kepercayaan global di Washington DC.

"Lalu siapa sebenarnya ancaman bagi dunia?" tanya Hua secara retoris.

Baca juga: Kerusuhan di Portland AS, Wali Kota Ditembaki Gas Air Mata


Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manfaatkan Gedung Gereja, Vaksinasi Inggris Suguhkan Lantunan Musik Organ

Manfaatkan Gedung Gereja, Vaksinasi Inggris Suguhkan Lantunan Musik Organ

Global
Publik AS Sarankan Sosok Trump di Film Home Alone 2 Di-edit, Macaulay Culkin Sepakat

Publik AS Sarankan Sosok Trump di Film Home Alone 2 Di-edit, Macaulay Culkin Sepakat

Global
2 Hakim Wanita Ditembak Mati di Afghanistan, Teror Pembunuhan Makin Marak

2 Hakim Wanita Ditembak Mati di Afghanistan, Teror Pembunuhan Makin Marak

Global
[VIDEO] Harimau Terkam Jip Safari, Bumper-nya sampai Robek

[VIDEO] Harimau Terkam Jip Safari, Bumper-nya sampai Robek

Global
4.836 Kotak Es Krim di China Terkontaminasi Virus Corona, Pemerintah Kerja Keras Lacak Penyebarannya

4.836 Kotak Es Krim di China Terkontaminasi Virus Corona, Pemerintah Kerja Keras Lacak Penyebarannya

Global
Iran Uji Coba Rudal Balistik Lagi, Mampu Jangkau Samudra Hindia

Iran Uji Coba Rudal Balistik Lagi, Mampu Jangkau Samudra Hindia

Global
Massa Pendukung Trump Dituduh Ingin Bunuh Parlemen AS, Penyelidik: Kami Belum Temukan Bukti

Massa Pendukung Trump Dituduh Ingin Bunuh Parlemen AS, Penyelidik: Kami Belum Temukan Bukti

Global
Berpenduduk 1,3 Miliar, Begini Cara Vaksinasi Covid-19 di India

Berpenduduk 1,3 Miliar, Begini Cara Vaksinasi Covid-19 di India

Global
Selama Pandemi Covid-19 Tingkat Bunuh Diri di Jepang Melesat 16 Persen

Selama Pandemi Covid-19 Tingkat Bunuh Diri di Jepang Melesat 16 Persen

Global
Kisah Gui Yuna, Wanita Juara Binaraga Berkaki Satu dan Mantan Atlet Paralimpiade

Kisah Gui Yuna, Wanita Juara Binaraga Berkaki Satu dan Mantan Atlet Paralimpiade

Global
Ilmuwan yang Kumpulkan Sampel Sars di Sebuah Goa Mengaku Digigit Kelelawar yang Terinfeksi

Ilmuwan yang Kumpulkan Sampel Sars di Sebuah Goa Mengaku Digigit Kelelawar yang Terinfeksi

Global
Netizen Malaysia Iri Vaksinasi Covid-19 di Indonesia dan Singapura Lebih Cepat

Netizen Malaysia Iri Vaksinasi Covid-19 di Indonesia dan Singapura Lebih Cepat

Global
Seorang Pria Ditangkap Dekat Capitol AS karena Membawa Pistol dan 500 Butir Amunisi

Seorang Pria Ditangkap Dekat Capitol AS karena Membawa Pistol dan 500 Butir Amunisi

Global
Armin Laschet Jadi Pemimpin Partai CDU, Berpotensi Gantikan Kanselir Angela Merkel

Armin Laschet Jadi Pemimpin Partai CDU, Berpotensi Gantikan Kanselir Angela Merkel

Global
Biden Akan Lakukan 'Sekitar Puluhan' Tindakan Eksekutif di Hari Pertama Jadi Presiden AS

Biden Akan Lakukan "Sekitar Puluhan" Tindakan Eksekutif di Hari Pertama Jadi Presiden AS

Global
komentar
Close Ads X