Dongkrak Dukungan Pemilih, Trump Kirim Agen Federal untuk Menindak Kerusuhan

Kompas.com - 23/07/2020, 21:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Charlotte, North Carolina, 2 Maret 2020. REUTERS/LUCAS JACKSONPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Charlotte, North Carolina, 2 Maret 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump mengumumkan pada Rabu (22/7/2020) rencana untuk mengirim agen federal ke kota yang dikuasai Partai Demokrat, Chicago dan Albuquerque, untuk menindak kerusuhan, sebagai upaya peningkatan dukungan pemilih dalam aspek "hukum dan ketertiban".

Dalam acara di Gedung Putih bersama dengan Jaksa Agung, William Barr, Trump menyampaikan perluasan program "Legenda Operasi" ke lebih banyak kota-kota sebagai upaya pejabat federal untuk mengatasi kekerasan.

"Hari ini saya mengumumkan gerakan penegakkan hukum federal ke kelompok-kelompok masyarakat Amerika yang terganggu oleh kerusuhan," kata Trump seperti yang dilansir dari Reuters pada Rabu (22/7/2020).

Trump yang pernah menuduh para wali kota dan gubernur dari Partai Demokrat telah menoleransi aksi kejahatan, berkata, "Pertumpahan darah ini harus berakhir. Pertumpahan darah ini akan berakhir."

Baca juga: Joe Biden : Trump Presiden Rasis Pertama di Amerika Serikat

Calon presiden pertahana dari Partai Republik ini menerangkan bahwa program "Legenda Operasi" tersebut menerjunkan agen-agen penegak hukum federal untuk
membantu polisi setempat dalam memerangi apa yang oleh Departemen Kehakiman disebut sebagai "gelombang" kerusuhan.

Wali kota Chicago, Lori Lightfoot dan Gubernur New Mexico, Michelle Lujan Grisham, yang berasal dari Partai Demokrat, menyambut baik bantuan federal, selama itu untuk membantu penegakan hukum setempat, kepolisian, dan keamanan publik.

Namun, keduanya menolak penggunaan agen federal untuk jenis tindakan keras seperti yang terjadi di Portland, Oregon, dengan mengatakan bahwa tindakan seperti itu akan bertentangan dengan tindakan hukum.

"Kami tidak membutuhkan pasukan federal, kami tidak perlu agen rahasia federal yang tidak disebutkan namanya," kata Lightfoot, merujuk pada taktik yang digunakan oleh personil federal di Portland.

Baca juga: Pengikut QAnon Percaya Trump Perang Melawan Penguasa Rahasia Dunia

Senada dengan Lightfoot, Lujan Grisham juga mengatakan penentangannya terhadap tindakan agen federal di Portland.

"Jika pemerintahan Trump ingin memusuhi orang New Mexico dan Amerika dengan 'penumpasan' gaya militer otoriter, itu tidak perlu dan itu tidak bertanggung jawab, mereka tidak memiliki urusan apa pun di New Mexico," kata Lujan Grisham dalam sebuah pernyataan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Raih Kemenangan Krusial di Pemilu Sabah, Muhyiddin Perkuat Posisinya Sebagai PM

Raih Kemenangan Krusial di Pemilu Sabah, Muhyiddin Perkuat Posisinya Sebagai PM

Global
Korsel Cari Mayat Pejabat Mereka yang Dibunuh dan Dibakar, Begini Peringatan Korea Utara

Korsel Cari Mayat Pejabat Mereka yang Dibunuh dan Dibakar, Begini Peringatan Korea Utara

Global
Jari Remaja Pencuri di Iran Akan Dipotong, Asosiasi Medis Dunia Mengecam

Jari Remaja Pencuri di Iran Akan Dipotong, Asosiasi Medis Dunia Mengecam

Global
Demonstrasi Tuntut Mundur Presiden Mesir El Sisi, 1 Orang Tewas

Demonstrasi Tuntut Mundur Presiden Mesir El Sisi, 1 Orang Tewas

Global
Gadis Ini Benar-benar Menangis Darah, Dokter Kesulitan Temukan Penyebabnya

Gadis Ini Benar-benar Menangis Darah, Dokter Kesulitan Temukan Penyebabnya

Global
Sumbang 70 Persen Total Kematian, 10 Negara Terparah Covid-19 Diperingatkan WHO

Sumbang 70 Persen Total Kematian, 10 Negara Terparah Covid-19 Diperingatkan WHO

Global
Bandara Finlandia Pakai Anjing Pelacak Covid-19, Akurat Hampir 100 Persen

Bandara Finlandia Pakai Anjing Pelacak Covid-19, Akurat Hampir 100 Persen

Global
Dari Flu Spanyol sampai Covid-19, Bagaimana Cara 8 Restoran Tertua di New York Ini Bertahan?

Dari Flu Spanyol sampai Covid-19, Bagaimana Cara 8 Restoran Tertua di New York Ini Bertahan?

Global
Video Viral Kata-kata Terakhir Suami buat Istri saat Terjebak 10 Jam di Reruntuhan

Video Viral Kata-kata Terakhir Suami buat Istri saat Terjebak 10 Jam di Reruntuhan

Global
Cara PM Israel Manfaatkan Jabatan: Cuci Pakaian Gratis Ketika Kunjungan Kenegaraan

Cara PM Israel Manfaatkan Jabatan: Cuci Pakaian Gratis Ketika Kunjungan Kenegaraan

Global
[UNIK GLOBAL] Pencuri Ketiduran di Rumah Korban | Kondom Bekas Dicuci dan Dijual Lagi

[UNIK GLOBAL] Pencuri Ketiduran di Rumah Korban | Kondom Bekas Dicuci dan Dijual Lagi

Global
Iran Murka, Sebut AS 'Biadab' atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan

Iran Murka, Sebut AS "Biadab" atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan

Global
Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Global
Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Global
Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Global
komentar
Close Ads X