'Penarikan 9.500 Pasukan AS Mengkhawatirkan Aliansi NATO'

Kompas.com - 23/07/2020, 20:16 WIB
Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer DW IndonesiaMenteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer

KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan bahwa ditariknya pasukan AS dari Jerman tidak akan merusak hubungan kedua negara, tapi hal itu mengkhawatirkan bagi Aliansi NATO secara keseluruhan.

Menhan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer berpendapat bahwa ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menarik sekitar 9.500 pasukannya dari Jerman bulan lalu tidak akan merusak hubungan antara kedua negara, namun rencana penarikan akan memicu perdebatan di antara negara-negara aliansi NATO.

"Jika mereka (pasukan) tetap di Eropa, maka ini tetap merupakan komitmen terhadap NATO. Tetapi jika mereka akan ditempatkan di kawasan Indo-Pasifik, maka itu akan menandakan adanya perubahan pada strategi AS, yang kemudian akan memicu perdebatan di dalam NATO," ujar Kramp-Karrenbauer pada Rabu (22/07).

Pada Juni lalu, Presiden AS Donald Trump menyetujui penarikan lebih dari seperempat pasukannya dari Jerman, dengan mengatakan langkah tersebut akan membantu meningkatkan keamanan di Eropa.

Rencana ini akan "meningkatkan pencegahan Rusia“, memperkuat NATO, dan meningkatkan kepercayaan negara sekutu terutama yang berada di wilayah Eropa, ujar juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Trump Setuju AS Tarik 9.500 Tentara dari Jerman

Anggaran belanja NATO

Sebelum bicara soal rencana penarikan, pemerintahan Trump mendesak Berlin untuk membelanjakan lebih banyak anggaran pertahanannya sebesar 2 persen dari produk domestik bruto (GDP) seperti yang disyaratkan negara-negara aliansi NATO.

Karena gagal memenuhi syarat tersebut, Trump mengancam menarik hampir 10.000 dari 34.500 pasukan AS yang ada di Jerman saat ini sebagai sanksi atas hal tersebut.

Pada 2014, negara-negara aliansi NATO sepakat untuk meningkatkan belanja pertahanan menjadi 2 persen dari total GDP pada 2024.

Jerman saat ini masih jauh dari target itu, yakni berkisar di 1,3 persen. Sebelumnya, Kramp-Karrenbauer berpendapat bahwa komitmen untuk aliansi militer NATO tidak cukup hanya diukur dari GDP suatu negara untuk belanja pertahanan saja.

Baca juga: Bangkitnya Ekstrem Kanan adalah Aib Bagi Jerman

Negosiasi proyek Nord Stream 2

Ada pun terkait keputusan untuk menegosiasikan proyek pipa gas Nord Stream 2 yang disengketakan, Kramp-Karrenabauer juga mendukung.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
Emirates Bantah Skors Pilot yang Enggan Terbangkan Pesawat ke Israel

Emirates Bantah Skors Pilot yang Enggan Terbangkan Pesawat ke Israel

Global
[VIDEO] Cuma Perlu 'Mangap' Paus-paus Ini Bisa Nikmati 'Camilan' Lezat

[VIDEO] Cuma Perlu 'Mangap' Paus-paus Ini Bisa Nikmati 'Camilan' Lezat

Global
AS Kembali Sebut Laboratorium Wuhan Penyebab Pandemi Virus Corona

AS Kembali Sebut Laboratorium Wuhan Penyebab Pandemi Virus Corona

Global
Langgar Prokes, 2.000 Orang Antre Pembagian Ayam Beku Gratis di Malaysia

Langgar Prokes, 2.000 Orang Antre Pembagian Ayam Beku Gratis di Malaysia

Global
12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

12 Negara Tanpa Kasus Covid-19, Ada Korea Utara

Global
 Kondisi Honduras Memprihatinkan, Lebih dari 8.000 Orang Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Kondisi Honduras Memprihatinkan, Lebih dari 8.000 Orang Nekat Migrasi ke AS Melalui Perbatasan Guatemala

Global
Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Hasil Otopsi Pramugari Christine Dacera Bukan Tewas Diperkosa 11 Pria, Ibunya Tidak Terima

Global
50 Negara Bagian AS Waspada Penuh Jelang Pelantikan Joe Biden

50 Negara Bagian AS Waspada Penuh Jelang Pelantikan Joe Biden

Global
Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Mesir Temukan Peti Mati Kuno Lagi, Diklaim Temuan Terbesar 2021

Global
China Bagi-bagi Vaksin Corona Gratis, Filipina Akan Dapat 500.000 Dosis

China Bagi-bagi Vaksin Corona Gratis, Filipina Akan Dapat 500.000 Dosis

Global
komentar
Close Ads X