Gadis yang Tembak Mati 2 Anggota Taliban Kisahkan Kemarahan Saat Orangtuanya Dibunuh

Kompas.com - 23/07/2020, 17:00 WIB
Qamar Gul (kanan), dan adiknya Habibullah (12) ketika berada di kantor gubernur di Feroz Koh, ibu kota Provinsi Ghor, barat Afghanistan, pada 21 Juli 2020. Remaja berusia 15 tahun dan adiknya dipuji setelah membunuh dua anggota Taliban karena orangtua mereka ditembak mati. AP PhotoQamar Gul (kanan), dan adiknya Habibullah (12) ketika berada di kantor gubernur di Feroz Koh, ibu kota Provinsi Ghor, barat Afghanistan, pada 21 Juli 2020. Remaja berusia 15 tahun dan adiknya dipuji setelah membunuh dua anggota Taliban karena orangtua mereka ditembak mati.

KABUL, KOMPAS.com - Seorang gadis di Afghanistan yang menuai pujian karena menembak mati dua anggota Taliban mengisahkan kemarahan ketika orangtuanya dibunuh, tepat di depan matanya.

Remaja bernama Qamar Gul itu membunuh dua milisi ketika menyerang rumahnya di desa terpencil yang berlokasi di Provinsi Ghor, pekan lalu.

"Saya tidak takut lagi kepada mereka, dan siap memerangi mereka lagi," ujar gadis berusia 15 tahun itu dari rumah kerabat yang mendapat penjagaan pemerintah.

Baca juga: Orangtuanya Diseret dan Dibunuh, Gadis Cilik Tembak Mati 2 Anggota Taliban

Dalam foto yang beredar nampak Qamar Gul memegang senapan serbu AK-47, di mana aksinya menuai pujian sekaligus seruan agar dia bisa keluar hidup-hidup dari Afghanistan.

Dalam wawancaranya dengan AFP, Gul mengisahkan semuanya berawal ketika kelompok Taliban datang ke rumah mereka pada tengah malam.

Saat itu, dia tengah terlelap di kamar bersama adiknya yang berumur 12 tahun, ketika dia terbangun karena mendengar ada yang mendobrak pintu.

"Ibu saya berlari untuk menghentikan mereka. Namun saat itu, mereka sudah merangsek masuk dengan merusak pintu," jelas Gul.

"Mereka menyeret ayah dan ibu saya keluar dari rumah, di mana mereka dibunuh dengan cara ditembak beberapa kali," kenang Gul.

Baca juga: Bunuh 2 Anggota Taliban yang Tewaskan Orangtuanya, Gadis Ini Dianggap Pahlawan

Dilansir AFP Kamis (23/7/2020), dia mengungkapkan awalnya dia merasa takut, sebelum kemudian "kemarahan ganti menjalar ke seluruh tubuhnya".

Berbekal ajaran menggunakan senapan AK-47 dari sang ayah, dia kemudian mengambil senjata itu dan keluar untuk menyerang dua pembunuh orangtuanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Petani India Memusuhi Reformasi Agraria? Ini Penjelasannya

Kenapa Petani India Memusuhi Reformasi Agraria? Ini Penjelasannya

Global
Korea Utara Mulai Kembangkan Vaksin Covid-19 dari Data Ilmuwan Asing yang Diretas

Korea Utara Mulai Kembangkan Vaksin Covid-19 dari Data Ilmuwan Asing yang Diretas

Global
Konflik Memanas, Cina Gelar Latihan Tempur di Laut China Selatan

Konflik Memanas, Cina Gelar Latihan Tempur di Laut China Selatan

Global
Etiopia Masuk 5 Besar Negara Eksportir Bunga Potong Terbesar di Dunia

Etiopia Masuk 5 Besar Negara Eksportir Bunga Potong Terbesar di Dunia

Global
China Mewanti-wanti AS Tak Perlakukan Beijing Laiknya Saingan Strategis

China Mewanti-wanti AS Tak Perlakukan Beijing Laiknya Saingan Strategis

Global
Babysitter Ditangkap Polisi, Diduga Membunuh Bayi Berusia 2 Tahun

Babysitter Ditangkap Polisi, Diduga Membunuh Bayi Berusia 2 Tahun

Global
Selandia Baru Paling Jago Tangani Pandemi Covid-19, Indonesia Peringkat 85 dari 98 Negara

Selandia Baru Paling Jago Tangani Pandemi Covid-19, Indonesia Peringkat 85 dari 98 Negara

Global
Menlu AS yang Baru Ekspresikan 'Keprihatinan Mendalam' terhadap Penangkapan Navalny di Rusia

Menlu AS yang Baru Ekspresikan "Keprihatinan Mendalam" terhadap Penangkapan Navalny di Rusia

Global
Meme Bernie Sanders Raup Rp 25,3 Miliar Dana Amal Hanya dalam 5 Hari

Meme Bernie Sanders Raup Rp 25,3 Miliar Dana Amal Hanya dalam 5 Hari

Global
Perencana Aksi Teror Masjid Singapura Terinspirasi Penyerangan di Christchurch

Perencana Aksi Teror Masjid Singapura Terinspirasi Penyerangan di Christchurch

Global
Afrika Selatan Peringatkan Negara Kaya Tidak Timbun Vaksin Covid-19 karena Tidak Akan Aman

Afrika Selatan Peringatkan Negara Kaya Tidak Timbun Vaksin Covid-19 karena Tidak Akan Aman

Global
Curhat Pilot Jadi Kuli Bangunan, Dipecat karena Pandemi Covid-19

Curhat Pilot Jadi Kuli Bangunan, Dipecat karena Pandemi Covid-19

Global
Pemerintahan Biden Masukkan Risiko Perubahan Iklim dalam Strategi Militer AS

Pemerintahan Biden Masukkan Risiko Perubahan Iklim dalam Strategi Militer AS

Global
Ledakan Besar di Arab Saudi, Kelompok Tak Dikenal Mengeklaim Bertanggung Jawab

Ledakan Besar di Arab Saudi, Kelompok Tak Dikenal Mengeklaim Bertanggung Jawab

Global
Dituduh Curi Ikan, 2 Kapal Nelayan China Ditangkap Vanuatu

Dituduh Curi Ikan, 2 Kapal Nelayan China Ditangkap Vanuatu

Global
komentar
Close Ads X