Joe Biden Siap Gelontarkan Ratusan Miliar Dollar AS untuk Memulihkan Krisis Kesehatan dan Ekonomi

Kompas.com - 22/07/2020, 16:41 WIB
Kandidat presiden dari Partai Demokrat sekaligus mantan Wakil Presiden AS Joe Biden berpidato di Philadelphia, Selasa, 2 Juni 2020. AP/Matt RourkeKandidat presiden dari Partai Demokrat sekaligus mantan Wakil Presiden AS Joe Biden berpidato di Philadelphia, Selasa, 2 Juni 2020.

NEW CASTLE, KOMPAS.com - Joe Biden siap gelontorkan ratusan miliar dollar AS untuk menciptakan 3 juta lapangan pekerjaan dan meningkatkan fasilitas perawatan terhadap anak dan orang tua, yang mana menurutnya Presiden Donald Trump telah "berhenti" melakukan hal tersebut selama masa pandemi Covid-19 berlangsung.

Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat ini berjanji akan menganggarkan lebih dari tiga per empat triliun dollar AS atau senilai 775 miliar dollar AS (Rp 11,36 kuadriliun) yang diproyeksikan berlangsung selama 10 tahun.

Biden akan menggunakan anggaran tersebut untuk meningkatkan kredit pajak keluarga berpenghasilan rendah, mendukung layanan pengasuhan untuk para veteran dan manula lainnya, serta menyediakan prasekolah untuk anak berusia 3 dan 4 tahun.

"Ini adalah tentang meringankan tekanan pada keluarga pekerja. Dan menunjukkan kepada keluarga 'martabat dan rasa hormat yang layak mereka terima'," kata Biden dalam pidatonya di New Castle, Delaware pada Selasa (21/7/2020).

Baca juga: Habiskan Dana Kampanye Rp 736,3 Miliar, Donald Trump Belum Bisa Kalahkan Joe Biden

Melansir Associated Press pada Selasa (21/7/2020), rencana anggaran senilai 775 miliar dollar AS tersebut menjadi program ketiga dari rencana besar Biden dalam pemulihan ekonomi.

Sebelumnya, Biden telah menyebutkan akan menggarkan dana lingkungan sebesar 2 triliun dollar AS (Rp 29,3 kuadriliun) pada pekan lalu, dan paket anggaran sebesar 700 miliar dollar AS (Rp 10,25 kuadriliun) pada pekan sebelumnya, yang ditujukan untuk meningkatkan pembelian produk dalam negeri, serta pendanaan peneliatan dan pengembangan.

Biden juga menggambarkan kepada pemilih tentang bagaimana virus corona dapat memberikan peluang bagi pertumbuhan pekerjaan dan prioritas kebijakan baru.

Hal yang disampaikan Biden berbeda dengan Trump yang hanya memberikan janji untuk ekonomi AS kembali bangkit lebih kuat dari sebelumnya.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Raja Salman Dibawa ke Rumah Sakit | Joe Biden Unggul 2 Digit dari Trump

"Untuk semua kesalahannya (Trump) terhadap keahliannya ekonomi, dia tidak dapat menjelaskan bagaimana dia akan membantu keluarga yang bekerja paling keras," ujar Biden.

Dia juga berkata bahwa Trump, "Telah gagal dalam ujian terpentingnya sebagai presiden Amerika, yaitu tugas untuk merawat Anda, kita semua."

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000

Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000

Global
Ketagihan Pornografi Sejak Umur 10 Tahun, Remaja Ini Berusaha Keras Menghilangkannya

Ketagihan Pornografi Sejak Umur 10 Tahun, Remaja Ini Berusaha Keras Menghilangkannya

Global
Makna Dibalik 'Background' Pemimpin Dunia yang Pidato saat Sidang Umum PBB

Makna Dibalik "Background" Pemimpin Dunia yang Pidato saat Sidang Umum PBB

Global
Indonesia dalam Sidang Umum PBB: Vanuatu Jangan Ikut Campur Urusan Papua

Indonesia dalam Sidang Umum PBB: Vanuatu Jangan Ikut Campur Urusan Papua

Global
Ribuan Orang Gelar Doa Bersama dan Beri Dukungan pada Trump

Ribuan Orang Gelar Doa Bersama dan Beri Dukungan pada Trump

Global
Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Global
Michael Jackson Diyakini Pernah Bertemu Almarhum Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada 1998

Michael Jackson Diyakini Pernah Bertemu Almarhum Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada 1998

Global
Kecelakaan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 16 Orang

Kecelakaan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 16 Orang

Global
Azerbaijan dan Armenia Bentrok, Turki: Yerevan Hambatan bagi Perdamaian

Azerbaijan dan Armenia Bentrok, Turki: Yerevan Hambatan bagi Perdamaian

Global
Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan

Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan

Global
Korea Utara Lakukan Pencarian Terpisah dengan Selatan untuk Temukan Jenazah Pejabat yang Ditembak Tentaranya

Korea Utara Lakukan Pencarian Terpisah dengan Selatan untuk Temukan Jenazah Pejabat yang Ditembak Tentaranya

Global
Survei Sebut Warga AS Nilai Kinerja Pemerintahnya dalam Atasi Pandemi Covid-19 Buruk

Survei Sebut Warga AS Nilai Kinerja Pemerintahnya dalam Atasi Pandemi Covid-19 Buruk

Global
Makin Memanas dengan Azerbaijan, Karabakh dan Armenia Umumkan Pengerahan Militer

Makin Memanas dengan Azerbaijan, Karabakh dan Armenia Umumkan Pengerahan Militer

Global
Guru di Sekolah untuk Anak dengan Kesulitan Emosi Ini Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya

Guru di Sekolah untuk Anak dengan Kesulitan Emosi Ini Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya

Global
Vaksin Covid-19 Berbahan Hati Hiu, Ahli Konservasi: Bencana Bagi Hiu dan Manusia

Vaksin Covid-19 Berbahan Hati Hiu, Ahli Konservasi: Bencana Bagi Hiu dan Manusia

Global
komentar
Close Ads X