Dampak Pembatasan Covid-19, Pasangan Ini Menikah di Tengah Hutan Perbatasan Swedia-Norwegia

Kompas.com - 22/07/2020, 13:57 WIB
Alexander Clern dan Camilla Oyjord, ketika menikah di tengah hutan perbatasan Swedia dan Norwegia. Keduanya melangsungkan pernikahan buntut pembatasan ketat di tengah Covid-19. Philip Nordas via BBCAlexander Clern dan Camilla Oyjord, ketika menikah di tengah hutan perbatasan Swedia dan Norwegia. Keduanya melangsungkan pernikahan buntut pembatasan ketat di tengah Covid-19.

OSLO, KOMPAS.com - Sepasang pengantin asal Norwegia dan Swedia memutuskan menikah di perbatasan dua negara mereka - dengan para tamu yang berdiri di masing-masing sisi perbatasan wilayah, dengan pembatasan ketat Covid-19.

Kedua mempelai mengatakan kepada BBC bahwa mereka tak bisa lagi menunggu lama pelonggaran pembatasan Covid-19.

Baca juga: Tetap Menikah di Tengah Virus Corona, Pasangan di Palestina Ini Pakai Masker

"Kami tidak ingin mengubah jadwal (pernikahan)... semua yang kami inginkan adalah menikah!" kata mereka.

Walaupun, Swedia sudah lebih melonggarkan ketentuan Covid-19, tapi negara-negara tetangganya seperti Norwegia, belum masuk ke dalam daftar negara tujuan yang dapat dikunjungi.

Jadi, apa yang dilakukan kedua mempelai ini adalah mengikat janji setia di tengah hutan wilayah Holebekk, sebelah tenggara Norwegia, tepatnya di perbatasan Swedia.

Mereka berdiri di masing-masing wilayah di perbatasan, yang dipisahkan dengan seutas pitas putih di antara keluarga dan teman-teman mereka.

Mempelai perempuan, Camilla Oyjord, awalnya berpikir bahwa ide ini sebuah lelucon, akan tetapi keluarga dan teman-temannya merespon dengan antusias.

''Kami ingin menjadi sepasang suami dan istri! Cinta telah mengalahkan segalanya!" kata dia.

Mempelai pria, Alexander Clern mengatakan mereka tak berpikir ada orang yang akan datang, karena butuh perjalanan jauh untuk sampai ke hutan, tapi mereka senang ternyata ramai kedatangan tamu pernikahan.

Dan ada juga dua tamu yang tak diundang ikut hadir - dua petugas kepolisian yang ingin memastikan kedua belah pihak tidak melewati batas wilayah yang ditandai dengan pita.

''Para petugas kepolisian ini meminta dengan sopan, apakah mereka bisa bergabung dan melihat pernikahan ini. Kami jawab tentu saja bisa," kata pasangan pengantin baru ini.

Baca juga: Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orang Irak Bakar Bendera Perancis Saat Perayaan Maulid Nabi

Orang Irak Bakar Bendera Perancis Saat Perayaan Maulid Nabi

Global
Uji Coba Sistem Rudal S-400, Turki Diancam Sanksi oleh AS

Uji Coba Sistem Rudal S-400, Turki Diancam Sanksi oleh AS

Global
Perancis Tegaskan Tidak akan Terpengaruh Intimidasi Turki di Tengah Kasus Kartun Nabi Muhammad

Perancis Tegaskan Tidak akan Terpengaruh Intimidasi Turki di Tengah Kasus Kartun Nabi Muhammad

Global
Perusahaannya Disanksi China karena Jual Senjata ke Taiwan, Ini Respons AS

Perusahaannya Disanksi China karena Jual Senjata ke Taiwan, Ini Respons AS

Global
Gadis 14 Tahun Ini Simpan Bayinya Dalam Freezer karena Takut Beri Tahu Orangtua

Gadis 14 Tahun Ini Simpan Bayinya Dalam Freezer karena Takut Beri Tahu Orangtua

Global
Perancis dan Jerman Umumkan Lockdown Kedua Setelah Kasus Covid-19 Meningkat

Perancis dan Jerman Umumkan Lockdown Kedua Setelah Kasus Covid-19 Meningkat

Global
Iran: Menghina Nabi Muhammad Artinya Menghina Semua Muslim

Iran: Menghina Nabi Muhammad Artinya Menghina Semua Muslim

Global
[POPULER GLOBAL] Tahanan Ini Sudah Bunuh 48 Narapidana | Ribuan Orang di Bangladesh Protes Kartun Nabi Muhammad

[POPULER GLOBAL] Tahanan Ini Sudah Bunuh 48 Narapidana | Ribuan Orang di Bangladesh Protes Kartun Nabi Muhammad

Global
1 Juta Pasien Covid-19 India Sembuh dalam 13 Hari

1 Juta Pasien Covid-19 India Sembuh dalam 13 Hari

Global
Hewan Laut Banyak yang Mati di Kamchatka, Apa Penyebabnya?

Hewan Laut Banyak yang Mati di Kamchatka, Apa Penyebabnya?

Global
Ranjau yang Dipasang untuk Cegah Pembelot Meledak, Puluhan Tentara Korut Terluka

Ranjau yang Dipasang untuk Cegah Pembelot Meledak, Puluhan Tentara Korut Terluka

Global
Digambarkan secara Cabul, Erdogan Sebut Charlie Hebdo Brengsek

Digambarkan secara Cabul, Erdogan Sebut Charlie Hebdo Brengsek

Global
Australia Mulai Buka Perbatasan Antar-negara bagian

Australia Mulai Buka Perbatasan Antar-negara bagian

Global
'Tolong Bilang Istri Saya, Telepon Ini Tidak Bisa Diperbaiki'

"Tolong Bilang Istri Saya, Telepon Ini Tidak Bisa Diperbaiki"

Global
Hilang 12 Hari Saat 'Perjalanan Spiritual', Wanita Ini Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan

Hilang 12 Hari Saat 'Perjalanan Spiritual', Wanita Ini Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan

Global
komentar
Close Ads X