Kasus Covid-19 Tengah Melonjak, 85 Bayi di Bawah 1 Tahun di Texas Positif Terinfeksi

Kompas.com - 21/07/2020, 23:55 WIB
Ilustrasi bayi sedang ditimbang berat badannya Dok. ShutterstockIlustrasi bayi sedang ditimbang berat badannya

AUSTIN, KOMPAS.com - Di satu county di Texas melaporakan terdapat 85 bayi di bawah usia 1 tahun positif tertular virus corona di tengah kasus yang melonjak di dalam negeri. 

Melansir New York Post pada Sabtu (18/7/2020), hasil tes dari 85 bayi tersebut dikonfirmasi di Nueces County, di Gulf Coast, Texas, yang terjadi saat di dalam negeri sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

"Kami saat ini memiliki 85 bayi di bawah usia satu tahun di Nueces County yang semuanya dinyatakan positif Covid-19," Direktur Kesehatan Masyarakat untuk Corpus Christi Nueces County, Annette Rodriguez, mengatakan kepada CNN.

Baca juga: Hampir 1 dari 4 Orang di New Delhi Terinfeksi Virus Corona

Rodriguez menyampaikan kesedihannya terhadap bayi-bayi yang bahkan belum melewati ulang tahun pertama mereka.

"Tolong bantu kami menghentikan penyebaran penyakit ini," ujar Rodriguez.

Texas adalah salah satu negara bagian di antara puluhan negara bagian Amerika Serikat yang tengah berjuang melawan virus corona yang kembali merebak setelah dibukanya kembali aktivitas ekonomi di dalam negeri, sama halnya yang terjadi di Florida, Arizona, dan Oklahoma.

Baca juga: Beda dari Indonesia, Ini Tahap Uji Coba Calon Vaksin Corona Sinovac di Brasil

Menurut laporan Texas Tribune, penguji Medis Nueces County, Adel Shaker mengatakan bahwa pekan lalu, ada seorang bayi laki-laki berusia kurang dari 6 bulan meninggal setelah dites positif virus corona.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan bahwa terdapat data yang menunjukkan bayi yang berusia di bawah 12 bulan bisa berisiko lebih tinggi untuk terserang Covid-19 yang parah dibandingkan dengan anak yang berusia lebih tua.

Namun, data kasus yang terjadi jumlahnya "terbatas".

Baca juga: Karena Virus Corona, Ibu Kota Xinjiang di China Deklarasikan Darurat Perang

Sementara, kasus Covid-19 di seluruh Texas jumlahnya telah meningkat dengan cepat sejak pertengahan Juni.

Negara bagian itu membuat rekor pada Kamis (16/7/2020) ketika melaporkan terdapat lebih dari 15.000 kasus Covid-19 baru terjadi.

Hampir 326.000 warga Texas dinyatakan positif terinfeksi virus corona dan lebih dari 3.800 orang meninggal pada Sabtu malam (18/7/2020), menurut data dari Johns Hopkins University.

Baca juga: Selain Indonesia, Calon Vaksin Corona dari Sinovac Juga Diuji Coba 2 Negara Ini

Perwakilan Texas, Sheila Jackson Lee dan Joaquín Castro mengirim surat kepada Gubernur Greg Abbott, pada Jumat (17/7/2020), yang berisi desakan untuk mempertimbangkan ulang langkah pembukaan kembali aktivitas ekonomi di Texas dan mengizinkan yurisdiksi lokal untuk membuat kebijakan karantina mandiri.

“Kita perlu memberikan otoritas lokal kepada county dan kota setempat untuk melakukan apa yang menjadi kepentingan terbaik wilayah mereka,” tulis Jackson Lee dan Castro.

Baca juga: Bubarkan Kerusuhan Pesta Corona di Jerman, Polisi Malah Dilempari Botol


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Luar Dugaan, China Jalankan lebih dari 380 Fasilitas Penahanan di Xinjiang

Di Luar Dugaan, China Jalankan lebih dari 380 Fasilitas Penahanan di Xinjiang

Global
Rayakan 2.000 Hari Lawan Koalisi Arab Saudi, Houthi Pamer Uang dan Makanan

Rayakan 2.000 Hari Lawan Koalisi Arab Saudi, Houthi Pamer Uang dan Makanan

Global
Mulai Berani Pertanyakan Raja Thailand, Anak Muda Ini Jadi Sorotan

Mulai Berani Pertanyakan Raja Thailand, Anak Muda Ini Jadi Sorotan

Global
Botol Berisi Darah Paus Yohanes Paulus II di Gereja telah Dicuri

Botol Berisi Darah Paus Yohanes Paulus II di Gereja telah Dicuri

Global
Polisi Vietnam Gerebek 324.000 Kondom Bekas yang Dicuci dan Dijual Lagi

Polisi Vietnam Gerebek 324.000 Kondom Bekas yang Dicuci dan Dijual Lagi

Global
Kim Jong Un Disebut Lolos Upaya Pembunuhan oleh Pengkhianat Korut pada 2018

Kim Jong Un Disebut Lolos Upaya Pembunuhan oleh Pengkhianat Korut pada 2018

Global
Kelompok Pembangkang Arab Saudi Bentuk Partai Politik Oposisi Raja Salman

Kelompok Pembangkang Arab Saudi Bentuk Partai Politik Oposisi Raja Salman

Global
Polisi di India Terungkap Punya Kekayaan Rp 141,2 Triliun

Polisi di India Terungkap Punya Kekayaan Rp 141,2 Triliun

Global
Iran Menuduh Arab Saudi Melimpahkan Tindakan 'Kejahatan', sebagai Balasan Kritikan

Iran Menuduh Arab Saudi Melimpahkan Tindakan "Kejahatan", sebagai Balasan Kritikan

Global
AS Cari Cara untuk Jual Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab Tanpa Melukai Israel

AS Cari Cara untuk Jual Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab Tanpa Melukai Israel

Global
Kisah Misteri: Kematian Ganjil 9 Pendaki 'Dyatlov Pass'

Kisah Misteri: Kematian Ganjil 9 Pendaki 'Dyatlov Pass'

Global
Raja Salman Kritik Habis-habisan Iran dalam Pidatonya di Sidang Umum PBB

Raja Salman Kritik Habis-habisan Iran dalam Pidatonya di Sidang Umum PBB

Global
Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Global
Petugas Polisi Ditembak Massa dalam Unjuk Rasa Kasus Pembunuhan Breonna Taylor

Petugas Polisi Ditembak Massa dalam Unjuk Rasa Kasus Pembunuhan Breonna Taylor

Global
Pejabat Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar Korea Utara Saat Hendak Membelot

Pejabat Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar Korea Utara Saat Hendak Membelot

Global
komentar
Close Ads X