Hampir 1 dari 4 Orang di New Delhi Terinfeksi Virus Corona

Kompas.com - 21/07/2020, 21:04 WIB
Seorang tenaga medis mengambil sampel dari seorang perempuan di sebuah sekolah yang diubah menjadi tempat untuk melakukan tes penyakit virus korona (COVID-19) di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Senin (22/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/ADNAN ABIDISeorang tenaga medis mengambil sampel dari seorang perempuan di sebuah sekolah yang diubah menjadi tempat untuk melakukan tes penyakit virus korona (COVID-19) di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Senin (22/6/2020).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Kasus virus corona di New Delhi semakin mengerikan, dengan adanya tes antibodi yang mengambil sampel darah secara acak, dan menunjukkan hampir 1 dari 4 orang telah terinfeksi.

Berdasarkan survei pemerintah tersebut menunjukkan 23,48 persen dari 21.387 orang yang diambil sampel darahnya untuk diuji memiliki antibodi Covid-19.

Hal tersebut artinya penyebaran infeksi virus corona yang terjadi di ibu kota India itu jauh lebih luas daripada jumlah kasus yang dikonfirmasi.

Baca juga: Beda dari Indonesia, Ini Tahap Uji Coba Calon Vaksin Corona Sinovac di Brasil

Sementara ini, berdasarkan laporan yang dilansir dari BBC pada Selasa (21/7/2020), disebutkan bahwa kasus virus corona yang tercatat di New Delhi ada sebanyak 123.747 kasus atau kurang dari 1 persen dari 19,8 juta penduduknya.

Adanya tes antibodi terhadap 23,48 persen penduduk, menjadikan jumlah kasus infeksi corona virus di New Delhi meroket menjadi 4,65 juta.

Pemerintah kota New Delhi dalam siaran persnya menyatakan bahwa "sebagian besar orang yang terinfeksi tetap tidak menunjukkan gejala."

Baca juga: Karena Virus Corona, Ibu Kota Xinjiang di China Deklarasikan Darurat Perang

Bahkan dikatakan angka 23,48 persen mungkin telalu rendah karena kota ini merupakan kota padat penduduk.

Sehingga, pemerintah setempat mengatakan bahwa "sebagaian besar penduduk masih rentan" dan semua langkah-langkah keselamatan harus dipatuhi dengan ketat.

Para ahli mengatakan studi semacam tes antibodi yang dilakukan pemerintah untuk pertama kalinya itu, sangat penting untuk membantu pihak berwenang memahami penyebaran virus corona dengan lebih baik.

Baca juga: Selain Indonesia, Calon Vaksin Corona dari Sinovac Juga Diuji Coba 2 Negara Ini

Studi diharapkan dapat membimbing pihak berwenang menentukan distribusi fasilitas pengujian virus corona yang lebih baik, dan akan membantu menghasilkan kebijakan penanggulangan virus corona di wilayah-wilayah tertentu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X