Ditanya Apakah Terima Hasil Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Trump

Kompas.com - 20/07/2020, 12:32 WIB
Kombinasi gambar pada 24 September 2019 menunjukkan kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP/ROBYN BECK, TIMOTHY A. CLARYKombinasi gambar pada 24 September 2019 menunjukkan kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump menyatakan, dia tidak akan menerima begitu saja hasil dari Pilpres AS 2020 pada November mendatang.

Dalam wawancara dengan Fox News bersama Cnris Wallace, presiden 74 tahun itu mengutarakan sikapnya seperti saat Pilpres AS 2016.

Penegasan itu disampaikan Trump setelah dalam beberapa jajak pendapat yang dilakukan, dirinya mengalami kekalahan dari calon penantangnya, Joe Biden.

Baca juga: Trump Sebut Joe Biden Tak Kompeten Memimpin AS

"Saya harus memastikannya. Dengar, saya harus memastikannya\. Tidak, saya tak akan mengatakan ya, saya tak akan berkata tidak. Saya tidak melakukannya sebelumnya," kata dia.

Ucapannya kemudian direspons oleh tim kampanye Joe Biden, yang menyatakan publik AS-lah yang akan menentukan pilpres November mendatang.

"Pemerintah Amerika Serikat haruslah sempurna menggiring penyusup keluar dari Gedung Putih," ejek tim kampanye Biden dilansir Al Jazeera Minggu 919/7/2020).

Pernyataan Trump dianggap luar biasa. Sebab, dia dipandang sebagai presiden aktif yang kurang percaya dengan sistem demokrasi di AS.

Namun di sisi lain, dia menekankan sikapnya pada empat tahun lalu, ketika dia menyatakan tak bakal menghormati hasil jika Demokrat dan Hillary Clinton menang.

Dalam wawancara tersebut, presiden dari Partai Republik itu berulang kali mengejek calon lawannya itu, dengan menyatakan Biden tak berkompeten memimpin AS.

Dia menantang wakil Barack Obama pada periode 2009 sampai 2017 itu untuk melakukan wawancara panjang seperti dirinya saat ini.

Baca juga: Trump Sewot, Biden Lebih Sehat Secara Mental dalam Jajak Pendapat

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mesir Temukan 14 Peti Mati Kuni Berusia 2.500 Tahun, Begini Penampakannya...

Mesir Temukan 14 Peti Mati Kuni Berusia 2.500 Tahun, Begini Penampakannya...

Global
Papan Selancar Hilang di Hawaii, Hanyut 8.000 Km sampai Filipina

Papan Selancar Hilang di Hawaii, Hanyut 8.000 Km sampai Filipina

Global
Genjot Kendaraan Berbahan Bakar Hidrogen, China Luncurkan Kebijakan Baru

Genjot Kendaraan Berbahan Bakar Hidrogen, China Luncurkan Kebijakan Baru

Global
Biden Sebut Langkah Trump Ganti Hakim Agung AS adalah 'Penyalahgunaan Kekuasaan'

Biden Sebut Langkah Trump Ganti Hakim Agung AS adalah "Penyalahgunaan Kekuasaan"

Global
AS Catat Rekor 1 Hari 1 Juta Tes Covid-19, Pakar Sebut Ideal 6-10 Juta 1 Hari

AS Catat Rekor 1 Hari 1 Juta Tes Covid-19, Pakar Sebut Ideal 6-10 Juta 1 Hari

Global
Mengaku Pencipta Racun Novichok, Ilmuwan Ini Minta Maaf ke Navalny

Mengaku Pencipta Racun Novichok, Ilmuwan Ini Minta Maaf ke Navalny

Global
Sehari Setelah Dipasang, Plakat yang Menentang Raja Thailand Dicopot

Sehari Setelah Dipasang, Plakat yang Menentang Raja Thailand Dicopot

Global
Larangan Download Ditangguhkan, WeChat Batal Diblokir AS?

Larangan Download Ditangguhkan, WeChat Batal Diblokir AS?

Global
China Temukan Virus Corona pada Kemasan Cumi-cumi Impor

China Temukan Virus Corona pada Kemasan Cumi-cumi Impor

Global
Wanita Diduga Pengirim Surat Beracun untuk Trump Diamankan Polisi

Wanita Diduga Pengirim Surat Beracun untuk Trump Diamankan Polisi

Global
Mantan Raja Tersandung Skandal Pajak, Spanyol Diusulkan jadi Republik

Mantan Raja Tersandung Skandal Pajak, Spanyol Diusulkan jadi Republik

Global
Trump Tak Mau Tunda Pemilihan Sosok Pengganti Hakim Agung AS

Trump Tak Mau Tunda Pemilihan Sosok Pengganti Hakim Agung AS

Global
Satu Bulan Undur Pemilu, Krisis dan Perubahan Iklim Jadi Isu Utama Kampanye di Selandia Baru

Satu Bulan Undur Pemilu, Krisis dan Perubahan Iklim Jadi Isu Utama Kampanye di Selandia Baru

Global
Berani Menentang Raja, Ini Penyebab Demo Thailand dan Prediksi Selanjutnya

Berani Menentang Raja, Ini Penyebab Demo Thailand dan Prediksi Selanjutnya

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Cara 'Santai' Swedia Tangani Virus Corona | Militer Turki Desak Presiden Erdogan untuk Lawan Eropa

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Cara "Santai" Swedia Tangani Virus Corona | Militer Turki Desak Presiden Erdogan untuk Lawan Eropa

Global
komentar
Close Ads X