Menkeu Lebanon Akui Negaranya Gagal, Berharap Bailout IMF

Kompas.com - 19/07/2020, 15:51 WIB
Demonstran melambaikan bendera Lebanon dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintah di jalan raya Jal el-Dib, pada 21 Oktober 2019. REUTERS/MOHAMED AZAKIRDemonstran melambaikan bendera Lebanon dalam aksi unjuk rasa menentang pemerintah di jalan raya Jal el-Dib, pada 21 Oktober 2019.

BEIRUT, KOMPAS.com - Menteri Ekonomi dan Perdagangan Lebanon Raoul Nehme mengatakan sekitar 50 persen warga Lebanon kini berada di bawah garis kemiskinan.

Dilansir dari Sky News, Sabtu (18/7/2020), Nehme mengatakan negerinya dihantam krisis ekonomi yang sangat parah dan menggambarkan negaranya adalah  failed state atau negara yang gagal.

“Tentu saja itu adalah negara yang gagal. Dalam artian krisis ekonomi telah sedemikian parah sehingga semua pondasi telah runtuh. Sekarang pemerintah melakukan segala cara untuk keluar dari krisis ini,” kata Nehme.

Kendati demikian, dia tetap yakin Lebanon akan segera keluar dari jurang krisis ekonomi.

Nehme diangkat sebagai Menteri Ekonomi dan Perdagangan Lebanon sekitar lima bulan lalu. Dia diangkat dengan harapan dapat menyelesaikan krisis ekonomi yang melanda Lebanon.

Baca juga: Irak akan Tukar Minyak dengan Makanan dari Lebanon

Saat diwawancara Sky News, Nehme berbicara terus terang mengenai kegagalan administrasi negara sebelumnya.

“Banyak orang yang dulunya kaya sekarang berada di ambang kemiskinan,” sambung Nehme.

Dia menambahkan banyak sekali keluarga dari berbagai kelas telah kehabisan tabungannya, kehilangan pekerjaan, dan kehilangan rumah.

Di Ibu Kota Lebanon, Beirut, pasokan listrik dibatasi. Listrik hanya menyala selama dua sampai tiga jam setiap hari.

Bahkan, akibat tingginya inflasi di Lebanon, kebutuhan mendasar seperti pasokan listrik dan impor obat-obatan menjadi sangat terganggu.

Baca juga: Patuhi Social Distancing, Demonstran Lebanon Berunjuk Rasa Pakai Mobil

“Ini bukan hanya mengerikan tapi sudah sangat mengerikan. Rantai pasokannya telah rusak,” kata Nehme.

Pemerintah Lebanon sebenarnya sudah membicarakan kondisinya kepada Dana Moneter Internasional ( IMF). Namun skema bailout yang diajukan belum juga terealisasi.

Para pejabat IMF mengatakan skema bailout hanya bisa dilakukan ketika reformasi fiskal diberlakukan.

Namun sebagian politikus Lebanon tampaknya tidak dapat menyetujui mekanisme bailout yang disarankan oleh IMF.

Halaman:

Sumber Sky News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Gajah Makan Plastik, Sri Lanka akan Buat Parit dan Pagar Listrik

Cegah Gajah Makan Plastik, Sri Lanka akan Buat Parit dan Pagar Listrik

Global
Detail Baru Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Konvoi Disergap Bom dan Penembak Jitu

Detail Baru Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Konvoi Disergap Bom dan Penembak Jitu

Global
Dituduh Pakai Senjata Kimia, Rusia dan Suriah Terus Ditekan OPCW

Dituduh Pakai Senjata Kimia, Rusia dan Suriah Terus Ditekan OPCW

Global
Menantu Trump akan Kunjungi Arab Saudi dan Qatar, Ini yang Dibahas

Menantu Trump akan Kunjungi Arab Saudi dan Qatar, Ini yang Dibahas

Global
Bocah 8 Tahun Tewas Tersetrum Listrik Saat Sentuh Kabel Dekorasi Pohon Natal yang Rusak

Bocah 8 Tahun Tewas Tersetrum Listrik Saat Sentuh Kabel Dekorasi Pohon Natal yang Rusak

Global
Kabinet Joe Biden, Menteri Keuangan AS bakal Dijabat Wanita untuk Pertama Kalinya

Kabinet Joe Biden, Menteri Keuangan AS bakal Dijabat Wanita untuk Pertama Kalinya

Global
[POPULER GLOBAL] Digerebek, Dokter Pribadi Maradona Marah dan Menangis | Ribuan Orang Berdemo di Armenia

[POPULER GLOBAL] Digerebek, Dokter Pribadi Maradona Marah dan Menangis | Ribuan Orang Berdemo di Armenia

Global
Maradona Meninggal, Dokternya Mengaku Dijadikan Kambing Hitam

Maradona Meninggal, Dokternya Mengaku Dijadikan Kambing Hitam

Global
Pengadilan Perancis Minta Rumah Ibadah Pertimbangkan Jumlah Jemaat di Tengah Virus Corona

Pengadilan Perancis Minta Rumah Ibadah Pertimbangkan Jumlah Jemaat di Tengah Virus Corona

Global
Hajar Mantan Pacar, Pria Ini Tewas Dibunuh Ibu dan Kakak Korban

Hajar Mantan Pacar, Pria Ini Tewas Dibunuh Ibu dan Kakak Korban

Global
Maradona Meninggal, Kantor Dokter Pribadinya Digeledah

Maradona Meninggal, Kantor Dokter Pribadinya Digeledah

Global
Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh dalam Operasi yang 'Baru dan Rumit'

Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh dalam Operasi yang "Baru dan Rumit"

Global
Politisi Ini Sebut Mahathir Mohamad Biang Kerok Krisis Politik Malaysia

Politisi Ini Sebut Mahathir Mohamad Biang Kerok Krisis Politik Malaysia

Global
jenazah WNI Ditemukan di Koper di Mekkah, Berasal dari Tangerang

jenazah WNI Ditemukan di Koper di Mekkah, Berasal dari Tangerang

Global
Iran Gelar Pemakaman Ilmuwan Nuklir Top Mohsen Fakhrizadeh

Iran Gelar Pemakaman Ilmuwan Nuklir Top Mohsen Fakhrizadeh

Global
komentar
Close Ads X