Israel Lega Investigasi Kejahatannya di Palestina Ditunda

Kompas.com - 19/07/2020, 13:11 WIB
Anggota pasukan Israel membidikkan senjatanya ke arah pendemo Palestina saat aksi protes menentang rencana Israel menganeksasi bagian wilayah pendudukan Tepi Barat, di Kafr Qaddum dekat Nablus, Jumat (3/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/pras/djo ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMAD TOROKMANAnggota pasukan Israel membidikkan senjatanya ke arah pendemo Palestina saat aksi protes menentang rencana Israel menganeksasi bagian wilayah pendudukan Tepi Barat, di Kafr Qaddum dekat Nablus, Jumat (3/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/pras/djo

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pemerintah Israel menghela napas lega setelah Mahkamah Kejahatan Internasional ( ICC) memutuskan untuk menunda investigasi terhadap pendudukan Israel di Palestina.

Israel sebelumnya dituduh melakukan kejahatan perang di wilayah Palestina sebagaimana dilansir dari Yeni Safak, Sabtu (18/7/2020).

Dalam pra-peradilan sebelumnya, ICC menilai apakah Jaksa Penuntut Kepala Fatou Bensouda memiliki wewenang untuk membuka investigasi atas dugaan kejahatan perang Israel.

Baca juga: Benarkah Palestina Dihapus dari Google Maps? Begini Penjelasannya

Pada Mei, Bensouda mengatakan bahwa ada dasar untuk melakukan investigasi terhadap kejahatan perang Israel terhadap Palestina, termasuk beberapa wilayah Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza.

Jika investigasi dibuka, sejumlah pejabat Israel akan dikenakan proses pidana dan akan mendapatkan perintah penangkapan.

Beberapa pejabat Israel tersebut seperti Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan komandan pasukan militer.

Baca juga: Dijajah Israel, Warga Palestina Berjuang Selamatkan Hewan Telantar

Menurut aturan prosedur, ICC berhak mengeluarkan surat perintah penangkapan rahasia jika Israel menolak untuk bekerja sama.

Pada Juni, Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump memberikan sanksi terhadap ICC dan pejabatnya.

Tindakan tersebut dilakukan AS karena ICC melakukan investigasi terhadap kemungkinan kejahatan perang AS di Afghanistan.

Menurut Walla News para pejabat Israel percaya bahwa ICC akan melanjutkan pekerjaannya tersebut pada Agustus.

Baca juga: Palestina Mengaku Didukung 23 Negara Uni Eropa Tolak Pendudukan Israel

 


Sumber Yeni Safak
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengawal Putin Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kremlin

Pengawal Putin Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kremlin

Global
3 Distrik di Nagorno-Karabakh Resmi Diambil Alih, Presiden Azerbaijan: Kemenangan yang Bersejarah

3 Distrik di Nagorno-Karabakh Resmi Diambil Alih, Presiden Azerbaijan: Kemenangan yang Bersejarah

Global
Usai Ilmuwan Nuklir Top Terbunuh, Kini Komandan Senior Garda Revolusi Iran Tewas Diserang Pesawat Nirawak

Usai Ilmuwan Nuklir Top Terbunuh, Kini Komandan Senior Garda Revolusi Iran Tewas Diserang Pesawat Nirawak

Global
Polisi Rusia Tangkap Tersangka Pembunuh Berantai 26 Wanita Lansia

Polisi Rusia Tangkap Tersangka Pembunuh Berantai 26 Wanita Lansia

Global
Pemimpin Hamas Positif Covid-19, Kasus Virus Corona di Gaza Makin Meningkat

Pemimpin Hamas Positif Covid-19, Kasus Virus Corona di Gaza Makin Meningkat

Global
200.000 Polisi Jaga Makam Maradona untuk Hindari 'Perampokan' Jasad Legenda Argentina Itu

200.000 Polisi Jaga Makam Maradona untuk Hindari 'Perampokan' Jasad Legenda Argentina Itu

Global
[POPULER GLOBAL] Zanziman Ellie, 'Mowgli Dunia Nyata' yang Hidup di Hutan | Ilmuwan Nuklir Iran Ditembak Mati

[POPULER GLOBAL] Zanziman Ellie, "Mowgli Dunia Nyata" yang Hidup di Hutan | Ilmuwan Nuklir Iran Ditembak Mati

Global
Tak Tertipu, Istri Paksa Suami Jual PS5 yang Mirip Penjernih Udara

Tak Tertipu, Istri Paksa Suami Jual PS5 yang Mirip Penjernih Udara

Global
50 Polisi Bantu Evakuasi Pria Berbobot 300 Kg untuk Bangun dan Keluar Rumah

50 Polisi Bantu Evakuasi Pria Berbobot 300 Kg untuk Bangun dan Keluar Rumah

Global
China Menolak Meminta Maaf kepada Australia Terkait Foto Tentara Palsu

China Menolak Meminta Maaf kepada Australia Terkait Foto Tentara Palsu

Global
Zanziman Ellie, 'Mowgli Dunia Nyata' yang Hidup di Hutan Afrika karena Dibully

Zanziman Ellie, "Mowgli Dunia Nyata" yang Hidup di Hutan Afrika karena Dibully

Global
Berpacu dalam Pandemi, Inilah Deretan Calon Vaksin Corona Terdepan...

Berpacu dalam Pandemi, Inilah Deretan Calon Vaksin Corona Terdepan...

Global
Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19, Misteri Virus Corona Masih Berlanjut

Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19, Misteri Virus Corona Masih Berlanjut

Global
Data Covid-19 China Bocor, Ternyata Sembunyikan Separuh Kasus dan Kematian

Data Covid-19 China Bocor, Ternyata Sembunyikan Separuh Kasus dan Kematian

Global
Karena Covid-19, Keahlian Matematika Siswa Terhambat

Karena Covid-19, Keahlian Matematika Siswa Terhambat

Global
komentar
Close Ads X