Program Luar Angkasa Pertama Arab Tinggi Peminat, 37.000 Lamaran Masuk

Kompas.com - 18/07/2020, 17:12 WIB
Foto ini diambil pada 25 September 2019. Seorang pria mengambil gambar ilustrasi yang menggambarkan seorang astronot dengan bendera nasional Uni Emirat Arab (UEA) di Mohammed Bin Rashid Space Center (MBRSC) di Dubai. Misi luar angkasa Arab pertama ke Mars, rencananya akan diluncurkan bulan depan untuk mempelajari atmosfer Planet Merah. Misi ini dirancang untuk menginspirasi kaum muda di kawasan itu dan membuka jalan bagi terobosan ilmiah, kata para pejabat pada 9 Juni 2020. (Foto oleh KARIM SAHIB / AFP) KARIM SAHIBFoto ini diambil pada 25 September 2019. Seorang pria mengambil gambar ilustrasi yang menggambarkan seorang astronot dengan bendera nasional Uni Emirat Arab (UEA) di Mohammed Bin Rashid Space Center (MBRSC) di Dubai. Misi luar angkasa Arab pertama ke Mars, rencananya akan diluncurkan bulan depan untuk mempelajari atmosfer Planet Merah. Misi ini dirancang untuk menginspirasi kaum muda di kawasan itu dan membuka jalan bagi terobosan ilmiah, kata para pejabat pada 9 Juni 2020. (Foto oleh KARIM SAHIB / AFP)

ABU DHABI, KOMPAS.com - Sejak diresmikan dua pekan lalu, Arab Space Pioneers atau Pelopor Luar Angkasa Arab telah menarik minat peneliti, penemu, dan talenta kreatif dari seluruh jazirah Arab.

Total ada 37.000 pelamar yang sudah mengirimkan lamarannya ke Arab Space Pioneers selama dua pekan ini sebagaimana dilansir dari Gulf Today, Sabtu (18/7/2020).

Arab Space Pioneers sendiri merupakan program pelatihan khusus ruang angkasa yang diresmikan oleh Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum.

Program tersebut diresmikan sejalan dengan rencana peluncuran wahana penjelajah planet Mars, Hope, yang sedianya diluncurkan pada Juli ini.

Arab Space Pioneers bertujuan membangun keahlian dalam sains dan teknologi luar angkasa bagi bangsa Arab.

Baca juga: Cuaca Buruk, Peluncuran Misi Uni Emirat Arab ke Mars Diundur Jadi 20 Juli

Pendaftaran resmi ditutup dua pekan setelah diresmikan. Anggota komite yang terdiri atas ilmuwan dan peneliti akan secara komprehensif mengevaluasi pelamar berdasarkan kualifikasi dan pencapaian mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari jumlah pelamar tersebut, pelamar dari Mesir mendominasi dengan jumlah pelamar 19.391 orang. Diikuti oleh Irak dengan 6.447 pelamar, Aljazair dengan 4.836 pelamar, dan Maroko dengan 3.107 pelamar.

Sementara itu jumlah pelamar dari UEA sebanyak 692 pelamar, Yordania sebanyak 681 pelamar, Palestina dengan 422 pelamar, Suriah dengan 406 pelamar, Tunisia dengan 370 pelamar, dan Arab Saudi dengan 361 pelamar.

Arab Space Pioneers ramai diperbincangkan di media sosial oleh kalangan akademisi di seluruh jazirah Arab.

Ketua Badan Antariksa UEA, Dr. Ahmed Belhoul, mengatakan tanggapan yang luar biasa atas Arab Space Pioneers menegaskan pentingnya inisiatif inovatif semacam itu di kalangan bangsa Arab.

Baca juga: Bangsa Arab Mencoba Menggapai Mars

Belhoul mengatakan program tersebut mencerminkan visi Rashid Al Maktoum untuk menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan pemuda Arab untuk memimpin kemajuan ilmiah di jazirah Arab.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Gulf Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.