Dijajah Israel, Warga Palestina Berjuang Selamatkan Hewan Telantar

Kompas.com - 18/07/2020, 16:15 WIB
Seekor anjing dan bocah Palestina di penampungan Liga Hewan Palestina PAL, Jumat (17/7/2020). Palestinian Animal League via Middle East MonitorSeekor anjing dan bocah Palestina di penampungan Liga Hewan Palestina PAL, Jumat (17/7/2020).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Meski dibayangi aneksasi Israel dan merebaknya virus corona, sebagian warga Palestina masih ada yang peduli terhadap kesejahteraan hewan telantar.

Adalah komunitas pencinta hewan telantar, Liga Hewan Palestina (PAL), yang masih bermisi merawat hewan-hewan telantar di Palestina. Komunitas tersebut didirikan pada 2011 dan berbasis di Ramallah, Tepi Barat, Palestina.

Pendiri PAL, Ahmad Safi, mengatakan, meski situasi sedang tidak mudah organisasi tersebut masih memiliki beberapa proyek besar, seperti menyelamatkan dan merawat anjing jalanan, kucing jalanan, kuda, dan keledai.

Mereka juga memiliki sebuah program bernama Youth for Change yang bertujuan melatih mahasiswa untuk mengajarkan pentingnya merawat hewan kepada anak-anak sekolah.

Tujuan program tersebut adalah mendorong warga setempat untuk mengubah sikap mereka terhadap hewan telantar daripada komplain terhadap pihak berwajib atau bahkan meracuni hewan-hewan malang tersebut.

Baca juga: Mengapa Palestina Tidak Diakui Sebagai Negara?

“Kita harus meyakinkan masyarakat untuk tidak mengeluh tentang anjing-anjing di jalanan,” kata Safi sebagaimana dilansir dari Middle East Monitor, sabtu (18/7/2020).

Safi mengatakan salah satu alasan mengapa sangat penting untuk mengubah sikap warga lokal adalah karena PAL tidak selalu dapat menangani hewan yang membutuhkan. Itu karena pembatasan kebebasan bergerak di Tepi Barat oleh militer Israel.

Beberapa waktu lalu, PAL mencoba menghindari militer dengan menyelamatkan hewan di tengah malam. Namun hal tersebut tidak berjalan mulus.

Suatu malam, sukarelawan PAL melakukan perjalanan untuk menyelamatkan sekelompok anjing di Kota Tulkarem di tengah malam. Namun mereka disuruh kembali pulang oleh militer Israel.

"Para prajurit bertanya kepada kami apa yang kami lakukan di sana pada malam hari. Kemudian mereka tidak mengizinkan kami untuk menangkap anjing-anjing yang jaraknya cukup dekat,” kata Safi.

Baca juga: Dukung Israel Caplok Tepi Barat, 6 Warga Palestina Ditangkap

Pada kesempatan lain, sukarelawan PAL terpaksa mengambil jalan memutar untuk menyelamatkan hewan telantar.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kleas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

[POPULER GLOBAL] Video Guru Dikejutkan di Kleas Virtual | Gelandangan 4 Tahun Makan Sekali Sehari

Global
Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Beli Apel di Toko Online, Pria Ini Kaget yang Datang Apple iPhone

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

Global
China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

China Akan Umumkan Nama Wahana Penjelajah Mars Pertamanya

Global
Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Australia Akan Bangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Global
Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Kebun Ganja Terbesar Segera Dibuka di Australia, Bermodal Rp 4,5 Triliun

Global
Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Pakistan Rusuh, Partai Islam Bentrok dengan Kepolisian dan Lumpuhkan Negara

Global
Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Lagi, Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke 10 Petinggi Junta Myanmar dan 2 Perusahaan

Global
Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Penjara Rusia Akan Pindahkan Navalny ke Rumah Sakit Khusus Napi

Global
Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak 'Dilarang Gendut sampai Mati', Akhirnya Dipenjara

Ayah Paksa Anak Diet dengan Kontrak "Dilarang Gendut sampai Mati", Akhirnya Dipenjara

Global
Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Trump Nyatakan Dukungan atas Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Tapi Kritik Masalah Ini

Global
Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Kucing Ini Tertangkap Sedang Menyelundupkan Narkoba ke Dalam Penjara

Global
Cerai, Suami Ini Harus Bayar Istri Rp 1 Miliar untuk Jasa Masak dan Bersih-bersih Rumah

Cerai, Suami Ini Harus Bayar Istri Rp 1 Miliar untuk Jasa Masak dan Bersih-bersih Rumah

Global
Kabur dari Polisi Hutan, Pemburu Gelap Ini Tewas Diinjak Gajah

Kabur dari Polisi Hutan, Pemburu Gelap Ini Tewas Diinjak Gajah

Global
Pangeran Charles dan William akan Pimpin Pertemuan untuk Memutuskan Masa Depan Monarki Inggris

Pangeran Charles dan William akan Pimpin Pertemuan untuk Memutuskan Masa Depan Monarki Inggris

Global
komentar
Close Ads X