Polisi Chile Latih Anjing agar Bisa Endus Covid-19

Kompas.com - 15/07/2020, 14:45 WIB
Seorang perempuan, yang terinfeksi virus corona, bereaksi ketika dia mendengar sang ayah, Jose (92), yang meninggal karena komplikasi berkaitan dengan Covid-19 di Santiago, Chile, pada 1 Juli 2020. REUTERS PHOTO/Ivan AlvaradoSeorang perempuan, yang terinfeksi virus corona, bereaksi ketika dia mendengar sang ayah, Jose (92), yang meninggal karena komplikasi berkaitan dengan Covid-19 di Santiago, Chile, pada 1 Juli 2020.

SANTIAGO, KOMPAS.com - Polisi di Chile dilaporkan melatih anjing untuk bisa mengendus orang yang telah terinfeksi Covid-19 melalui keringat mereka.

Pelatihan itu diberikan kepada tiga ekor golden retriever dan satu labrador, berusia antara 4-5 tahun, di mana sebelumnya mereka dilatih melacak narkoba, peledak, maupun orang hilang.

Program itu merupakan upaya gabungan yang dilakukan Carabineros, polisi nasional Chile, dan para pakar dari Universidad Catolica de Chile.

Baca juga: Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Kepala sekolah spesialisasi kepolisian, Julio Santelices, menerangkan pihaknya terinspirasi dari Perancis yang tengah melatih anjing untuk mendeteksi Covid-19.

Anjing mempunyai 330 juta reseptor penciuman, sehingga mereka bisa mengendus 50 kali lebih baik dari manusia, dan bisa mencium 250 orang per jam.

Dilansir AFP Rabu (15/7/2020), Fernando Mardones dari Universidad Catolica de Chile berujar, virus corona tidak mempunyai bau.

"Tapi, infeksinya menciptakan perubahan metabolisme, yang berujung pada pelepasan jenis keringat tertentu yang bisa dideteksi," jelas profesor kedokteran hewan itu.

Menurut data yang dipaparkan Santelices, tes di Eropa dan Dubai menunjukkan deteksi dengan anjing efisien hingga 95 persen.

Medical Detection Dogs, badan amal Inggris untuk memanfaatkan indera penciuman anjing untuk mendeteksi penyakit, juga mulai menggelar latihan mencium virus corona.

Baca juga: Kasus Pertama di Belanda, Seekor Anjing Tertular Virus Corona

"Pendeteksi berbaki empat"

Santelices mengatakan, studi ini menjadi penting sehingga hewan kesayangan manusia itu bisa mengenali penyakit pada tahap awal.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X