Pekerja Indonesia Tak Sadarkan Diri di Arab Saudi, Diduga Disiksa

Kompas.com - 14/07/2020, 11:54 WIB
Tangan Sulasih binti Sukiran Sadli, seorang pekerja Indonesia yang diduga menjadi korban penyiksaan di Arab Saudi. SBMI via BBCTangan Sulasih binti Sukiran Sadli, seorang pekerja Indonesia yang diduga menjadi korban penyiksaan di Arab Saudi.

JEDDAH, KOMPAS.com - Seorang pekerja migran asal Indonesia saat ini tengah dirawat di rumah sakit di Arab Saudi, diduga menjadi korban " penyiksaan", menurut kepastian dari Konsulat Jendral Indonesia di Jeddah.

Pekerja migran tersebut diketahui bernama Sulasih binti Sukiran Sadli, yang berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah dan berada dalam kondisi tidak sadarkan diri di rumah sakit di Jeddah.

Pejabat di KJRI Jeddah, Muhammad Yusuf mengatakan saat ini Sulasih "dalam kondisi kritis".

Baca juga: Tiba di Indonesia, Etty Toyib TKI yang Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi Positif Covid-19

Kabar bahwa Sulasih dirawat di rumah di Saudi diketahui dari anaknya, Anggi, yang telah meminta bantuan KJRI di Jeddah dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) di kota tersebut.

"Berdasarkan keterangan Anggi, kondisi Sulasih penuh dengan luka, kepala sepertinya dibenturkan dengan benda keras, telinga bengkak dan kedua tanganya ada bekas strika," kata Roland Kamal dari SBMI Jeddah.

Anggi, menurut SBMI, meminta KJRI Jeddah memberikan perlindungan agar ibunya mendapatkan perawatan dan bisa di pulangkan setelah hak-haknya sebagai korban dipenuhi.

Suib Darwanto, ketua SBMI Jeddah, mengatakan pejabat KJRI, Muhammad Yusuf, membenarkan kasus ini dan KJRI sudah mengambil langkah agar Sulasih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Sementara itu Roland Kamal mengatakan Sulasih masuk ke Arab Saudi bukan sebagai tenaga kerja namun dengan visa ziarah dan berangkat pada November tahun lalu.

"Kerja baru dua bulan sudah dapat perlakuan tidak enak dari majikan wanita, di waktu itu ibu Sulasih masih pegang telepon seluler, selang satu bulan sudah hilang kontak dengan keluarga, dan baru menghubungi keluarga lebaran hari pertama. Itu pun didampingi majikan perempuannya dan waktu dibatasi, sampai ada kabar ini," kata Roland mengutip informasi dari Anggi, putra Sulasih.

SBMI mengatakan jika memang Sulasih masuk dengan visa ziarah, maka ini adalah pelanggaran, dan pelakunya harus bertanggung jawab.

Sejak 2011, pemerintah Indonesia telah menghentikan pengiriman tenaga kerja migran, namun masih ada pekerja migran yang masuk dengan sejumlah cara.

Dalam undang-undang tentang tindakan pemberantasan perdagangan orang disebutkan pelaku tindak pidana ini bisa dihukum penjara maksimal 15 tahun penjara serta denda Rp600 juta.

Baca juga: Sebut Perempuan Harus di Rumah dan Tak Usah Kerja, Pria Arab Saudi Diburu Polisi


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diklaim Aman, Rusia Mulai Produksi Massal Vaksin Covid-19 Bulan Depan

Diklaim Aman, Rusia Mulai Produksi Massal Vaksin Covid-19 Bulan Depan

Global
Ditinggal Sendirian di Mobil, Bayi 8 Bulan Tewas Kepanasan

Ditinggal Sendirian di Mobil, Bayi 8 Bulan Tewas Kepanasan

Global
WHO: Mungkin Tidak Akan Ada 'Peluru Perak' untuk Covid-19

WHO: Mungkin Tidak Akan Ada "Peluru Perak" untuk Covid-19

Global
Penampakan Monster Loch Ness Tertangkap Kamera Ponsel, Begini Kesaksian Warga

Penampakan Monster Loch Ness Tertangkap Kamera Ponsel, Begini Kesaksian Warga

Global
Kebakaran Hutan California Hanguskan 8.000 Hektare, 7.800 Warga Mengungsi

Kebakaran Hutan California Hanguskan 8.000 Hektare, 7.800 Warga Mengungsi

Global
Dokter Filipina Resah soal Sistem Kesehatan di Tengah Covid-19, Duterte Meradang

Dokter Filipina Resah soal Sistem Kesehatan di Tengah Covid-19, Duterte Meradang

Global
Putus dengan Pacarnya, Wanita Ini Tiba-tiba 'Diteror Chewbacca' via Telepon

Putus dengan Pacarnya, Wanita Ini Tiba-tiba "Diteror Chewbacca" via Telepon

Global
Ditendang Saat Tiduran, Istri Kejar Suami ke Dapur dan Bunuh dengan Pisau

Ditendang Saat Tiduran, Istri Kejar Suami ke Dapur dan Bunuh dengan Pisau

Global
Inggris Kembangkan Tes Swab Covid-19 yang Hasilnya Muncul dalam 90 Menit

Inggris Kembangkan Tes Swab Covid-19 yang Hasilnya Muncul dalam 90 Menit

Global
Pria Ini Beli Porsche Seharga Rp 2 Miliar Pakai Cek yang Dicetak di Rumahnya

Pria Ini Beli Porsche Seharga Rp 2 Miliar Pakai Cek yang Dicetak di Rumahnya

Global
Seberapa Buruk Tingkat Kejahatan di Kota-kota di AS, yang Mendorong Trump Kirim Agen Federal?

Seberapa Buruk Tingkat Kejahatan di Kota-kota di AS, yang Mendorong Trump Kirim Agen Federal?

Global
Kisah Perjuangan Pasien Covid-19 Terparah di Asia, Peluang Hidup Hanya 10 Persen

Kisah Perjuangan Pasien Covid-19 Terparah di Asia, Peluang Hidup Hanya 10 Persen

Global
Kucing yang Ditahan karena Menyelundupkan Narkoba Kabur dari Penjara Sri Lanka

Kucing yang Ditahan karena Menyelundupkan Narkoba Kabur dari Penjara Sri Lanka

Global
Bepergian 14 Km untuk Main Pokemon Go, Seorang Pria Didenda Rp 17 Juta

Bepergian 14 Km untuk Main Pokemon Go, Seorang Pria Didenda Rp 17 Juta

Global
Ditabrak Ikan Paus, Turis Wanita Cedera Dada dengan Kondisi Serius

Ditabrak Ikan Paus, Turis Wanita Cedera Dada dengan Kondisi Serius

Global
komentar
Close Ads X