Pesta Berujung Pemerkosaan, Universitas Ini Bantu Korban Buka Suara

Kompas.com - 12/07/2020, 19:30 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

EDINBURGH, KOMPAS.com - Universitas St Andrews meminta para korban dari kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh 2 anggota persaudaraan 50-Strong Alpha Epsilon Pi (AEPi) dari universitas tersebut untuk berani melaporkan diri.

Sejumlah perempuan melapor melalui media sosial Instagram St Andrews Survivors bahwa mereka pernah menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan 2 anggota tertuduh dari AEPi.

Mereka telah memublikasikan secara anonim terkait laporan kekerasan seksual yang mereka alami kepada Instagram St Andrews Survivors.

Baca juga: Tragedi Pemerkosaan Terhadap Lebih dari 50 Wanita, Mesir Mulai Anggap Kejahatan Seksual sebagai Kasus Penting

Instagram St Andrews Survivors sendiri dibuat oleh salah satu mahasiswa dari universitas tersebut.

Sementara itu, Juru bicara wanita dari Universitas St Andrews mengatakan bahwa AEPi bukanlah kelompok persaudaraan resmi Universitas St Andrews namun pihaknya tetap berjanji akan bertindak dan memfasilitasi laporan-laporan yang masuk kepada polisi.

Universitas dengan kata lain akan mendorong para penyintas untuk maju dan mencari dukungan.

Baca juga: Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Seorang juru bicara universitas mengatakan, "Kami menyambut upaya akun St Andrews Survivors untuk memberikan peluang kepada semua orang untuk menyuarakan pengalaman mereka tentang pelanggaran seksual."

Yvonne Stenhouse, inspektur komunitas untuk North East Fife, mengatakan, "Kami mengetahui laporan online ini dan bekerja sama dengan universitas untuk memastikan bahwa mahasiswa di St. Andrews akan merasa aman saat mereka tinggal dan belajar di sana."

Sebelumnya dikabarkan bahwa Universitas St Andrews di Skotlandia telah menahan 2 mahasiswanya setelah menerima beberapa laporan tuduhan kekerasan seksual.

Baca juga: Kasus Perkosaan Disebut Seks Kasar, Ini Kisah 2 Korban Serangan Seksual di Inggris

Beberapa klaim tuduhan kekerasan seksual diajukan terhadap anggota persaudaraan 50-Strong Alpha Epsilon Pi (AEPi).

Pihak AEPi juga segera memberhentikan keanggotaan 2 orang yang terlibat dalam tuduhan kekerasan seksual tersebut.

Mereka juga berjanji akan memasukkan pendidikan budaya anti- pemerkosaan setiap merekrut anggota baru. 

Salah satu korban bercerita melalui media sosial Instagram St Andrews Survivors, "Aku pernah berada di sebuah pesta yang diselenggarakan AEPi, aku sangat mabuk saat itu. Salah satu teman laki-laki yang kukenal mengatakan akan mengantarku pulang. Kupikir dia seorang yang bisa dipercaya."

Dia melanjutkan, "(Tetapi) Dia meletakkanku di kasur dan sesudah itu yang bisa kuingat hanyalah dia memperkosaku. Aku berlari keluar dengan kondisi yang tidak cukup baik. Aku mengunci diri di belakang pintu kamar mandi dan tidak ingin keluar."


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X