Karena Minum Miras, Tahanan Ini Dieksekusi Mati di Iran

Kompas.com - 11/07/2020, 16:31 WIB
Ilustrasi hukuman mati. ShutterstockIlustrasi hukuman mati.

TEHERAN, KOMPAS.com - Sebanyak 104 orang dieksekusi di Iran karena pembunuhan berencana, termasuk 2 orang di bawah umur.

Dalam 6 bulan pertama di tahun 2020 ini, Iran telah mengeksekusi 123 orang, salah satunya adalah seorang tahanan yang ditangkap dan dieksekusi hanya karena minum minuman beralkohol ( miras).

Tahanan yang ditangkap karena meminum alkohol itu dieksekusi di Penjara Pusat Mashhad pada waktu fajar 9 Juli lalu.

Pria itu dieksekusi karena telah 'minum miras' untuk yang ke-6 kalinya, sebagaimana dikabarkan oleh NGO HAM Iran (IHR).

Baca juga: Iran Klaim Bangun Kota Rudal di Bawah Tanah

Iran mengimplementasikan sistem hukum berdasarkan syariat Islam yaitu al-hadd (hukuman yang dilakukan secara syariat atas perbuatan maksiat supaya perbuatan itu tidak lagi diulangi), yang didasarkan pada aturan di dalam kitab suci umat Islam, Al Quran.

Sebagai konsekuensinya, KUHP Islam negara itu kini berbunyi, "Di mana ada orang yang melakukan pelanggaran serupa dapat dihukum dengan hukum hadd (bentuk jamak: alhudud) 3 kali dan setiap kali hukuman hadd ada hukumannya dengan hukuman mati menjadi hukuman terakhir."

Direktur IHR, Mahmood Amiry-Moghaddam mengatakan bahwa, "dengan eksekusi ini, Sistem Yudisial Republik Islam Iran sekali lagi membuktikan bahwa pandangan mereka tidak jauh berbeda dengan ISIS."

Baca juga: Perbandingan Hukuman Mati di Seluruh Dunia: Siapa Terbanyak dan Paling Sering?

Kebanyakan eksekusi yang dilakukan tidak ditunjukkan ke publik alias dilakukan secara diam-diam.

Penelitian yang dilakukan IHR memperkirakan sebanyak 123 orang telah dieksekusi oleh pemerintah Iran sejauh ini, meningkat 10 persen dari tahun lalu.

Hanya 36 kematian yang diumumkan otoritas melalui media secara resmi, sisanya, 87 orang dieksekusi diam-diam oleh rezim dan secara independen diverifikasi oleh IHR melalui beberapa sumber di dalam negara itu.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Global
Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Global
Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Global
Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Global
Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Global
Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Global
Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Global
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Global
Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Global
Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Global
Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS 'Masih Rendah di Dunia'

Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS "Masih Rendah di Dunia"

Global
Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Global
Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Global
Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Global
Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Global
komentar
Close Ads X