WHO Bentuk Panel Independen Covid-19, Pakar: Jangan Jadi Calo

Kompas.com - 10/07/2020, 14:56 WIB
Sebuah foto yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 menunjukkan tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusat, di Jenewa, di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona. FABRICE COFFRINI / AFPSebuah foto yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 menunjukkan tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusat, di Jenewa, di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona.

JENEWA, KOMPAS.com - Badan Kesehatan Dunia ( WHO) pada Kamis (9/7/2020) mengatakan, sedang membentuk panel independen untuk meninjau kembali penanganannya terhadap pandemi Covid-19 dan tanggapan para pemerintah.

Pembentukan panel ini diumumkan, menyusul kritik tajam dari jajaran kabinet Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, tentang peran agen global dalam krisis ini.

Namun WHO menerangkan, panel itu tidak terkait dengan AS.

Baca juga: WHO Cabang Rusia Sebut Kasus Infeksi Covid-19 Terus Meningkat Setiap Hari

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengemukakan, mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan eks Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, sudah setuju untuk memimpin panel ini.

"Besarnya pandemi ini, yang telah menyentuh hampir semua orang di dunia, jelas layak mendapatkan evaluasi yang sepadan, evaluasi yang jujur," kata Tedros dalam pertemuan virtual dengan para diplomat, dikutip dari Reuters Kamis (9/7/2020).

Panel ini akan memberikan laporan sementara dalam pertemuan tahunan para Menteri Kesehatan pada November, dan menyajikan "laporan substantif" pada Mei mendatang, lanjut pria kelahiran Eritrea 55 tahun silam itu.

Baca juga: WHO Kirim Tim Pencari Pasien Pertama Covid-19 ke China

Trump menuding WHO terlalu dekat dengan China dan tidak banyak bertindak untuk mempertanyakan tindakan Beijing pada awal krisis.

Tedros membantah tuduhan itu, dengan mengatakan WHO selalu berusaha menginfokan perkembangan Covid-19 kepada dunia.

Kata pakar: Jangan jadi calo

Pada Mei Trump mengatakan, AS yang merupakan donatur terbesar WHO akan keluar dari keanggotaan badan itu, kecuali ada perubahan nyata.

Ancaman itu ia tindak lanjuti pekan ini dengan memberikan peringatan satu tahun sebelum penarikan.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000

Kemunduran Palestina Sejak Intifada Kedua pada Tahun 2000

Global
Ketagihan Pornografi Sejak Umur 10 Tahun, Remaja Ini Berusaha Keras Menghilangkannya

Ketagihan Pornografi Sejak Umur 10 Tahun, Remaja Ini Berusaha Keras Menghilangkannya

Global
Makna Dibalik 'Background' Pemimpin Dunia yang Pidato saat Sidang Umum PBB

Makna Dibalik "Background" Pemimpin Dunia yang Pidato saat Sidang Umum PBB

Global
Indonesia dalam Sidang Umum PBB: Vanuatu Jangan Ikut Campur Urusan Papua

Indonesia dalam Sidang Umum PBB: Vanuatu Jangan Ikut Campur Urusan Papua

Global
Ribuan Orang Gelar Doa Bersama dan Beri Dukungan pada Trump

Ribuan Orang Gelar Doa Bersama dan Beri Dukungan pada Trump

Global
Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Global
Michael Jackson Diyakini Pernah Bertemu Almarhum Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada 1998

Michael Jackson Diyakini Pernah Bertemu Almarhum Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada 1998

Global
Kecelakaan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 16 Orang

Kecelakaan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 16 Orang

Global
Azerbaijan dan Armenia Bentrok, Turki: Yerevan Hambatan bagi Perdamaian

Azerbaijan dan Armenia Bentrok, Turki: Yerevan Hambatan bagi Perdamaian

Global
Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan

Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan

Global
Korea Utara Lakukan Pencarian Terpisah dengan Selatan untuk Temukan Jenazah Pejabat yang Ditembak Tentaranya

Korea Utara Lakukan Pencarian Terpisah dengan Selatan untuk Temukan Jenazah Pejabat yang Ditembak Tentaranya

Global
Survei Sebut Warga AS Nilai Kinerja Pemerintahnya dalam Atasi Pandemi Covid-19 Buruk

Survei Sebut Warga AS Nilai Kinerja Pemerintahnya dalam Atasi Pandemi Covid-19 Buruk

Global
Makin Memanas dengan Azerbaijan, Karabakh dan Armenia Umumkan Pengerahan Militer

Makin Memanas dengan Azerbaijan, Karabakh dan Armenia Umumkan Pengerahan Militer

Global
Guru di Sekolah untuk Anak dengan Kesulitan Emosi Ini Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya

Guru di Sekolah untuk Anak dengan Kesulitan Emosi Ini Mengaku Berhubungan Seks dengan Muridnya

Global
Vaksin Covid-19 Berbahan Hati Hiu, Ahli Konservasi: Bencana Bagi Hiu dan Manusia

Vaksin Covid-19 Berbahan Hati Hiu, Ahli Konservasi: Bencana Bagi Hiu dan Manusia

Global
komentar
Close Ads X