Sebelum Tewas, Wali Kota Seoul Tersangkut Tuduhan Kirim Foto Cabul

Kompas.com - 10/07/2020, 12:30 WIB
Dalam foto yang dirilis 5 Juni 2014, nampak Park Won-soon, yang kala itu kandidat Wali Kota Seoul dari Aliansi Politik Baru untuk Demokratik ketika merayakan kemenangan dalam pemilihan wali kota. Pada 9 Juli 2020, Park dilaporkan menghilang setelah memberikan pesan kepada putrinya. AP PHOTO/Lee Jin-manDalam foto yang dirilis 5 Juni 2014, nampak Park Won-soon, yang kala itu kandidat Wali Kota Seoul dari Aliansi Politik Baru untuk Demokratik ketika merayakan kemenangan dalam pemilihan wali kota. Pada 9 Juli 2020, Park dilaporkan menghilang setelah memberikan pesan kepada putrinya.

SEOUL, KOMPAS.com - Wali Kota SeoulPark Won-soon, diduga meninggal karena bunuh diri sehari setelah dituduh melakukan pelecehan seksual.

Jasad Park Won-soon ditemukan di Gunung Bukak, kawasan Seongbuk-gu Seoul pada Jumat (10/7/2020) dini hari.

Mantan sekretaris Park Won-soon mengadu kepada polisi bahwa dia telah dilecehkan secara seksual oleh Park Won-soon pada Kamis (9/7/2020).

Berdasarkan sebuah dokumen pelaporan yang ditulis oleh korban, Park melakukan pelecehan seksual dan menunjukkan gestur yang kurang pantas terhadap dirinya selama jam kerja.

Setelah bekerja, Park juga dilaporkan mengirimi korban hasil swafoto Park yang hanya bercelana dalam dan disertai komentar bernada cabul.

"Saya meyakinkan diri saya sendiri, di tengah ketakutan dan penghinaan yang luar biasa, bahwa semua ini demi kepentingan Kota Seoul, saya sendiri, dan wali kota," ujar korban berdasarkan dokumen tersebut.

Baca juga: Wali Kota Seoul Park Won-soon Ditemukan Tewas di Tengah Tuduhan Pelecehan Seksual

Pihak kepolisian mengonfirmasi aduan yang masuk terhadap Park namun menolak untuk memberikan rinciannya sebagaimana dilansir dari AFP, Jumat.

Dengan kematian Park, berarti penyelidikan terhadap Park secara otomatis ditutup.

Saat jasadnya ditemukan, beragam reaksi muncul dari masyarakat. Ada yang berbela sungkawa atas kematiannya, ada juga yang berkomentar bahwa ia bunuh diri untuk menghindari hukuman karena dilaporkan melakukan pelecehan seksual.

Beberapa pendukungnya bahkan berkumpul di Rumah Sakit Seoul National University saat jenazah Park telah dimasukkan ke dalam rumah sakit itu.

Meski telah maju secara teknologi dan ekonomi, peran laki-laki di Korea Selatan masih sangat dominan di segala aspek.

Namun sejak 2 tahun terakhir, gerakan # MeToo menyebar luas di Negeri "Ginseng" tersebut. Hal ini dipicu oleh seorang jaksa yang secara terbuka menuduh atasannya meraba-raba dia di pemakaman.

Baca juga: Diduga Tewas akibat Bunuh Diri, Seoul Siapkan Permakaman Wali Kota Park Won-soon

Bunuh Diri

Jika Park terbukti melakukan bunuh diri, dia akan menjadi politikus Korea Selatan yang paling terkenal yang melakukan bunuh diri sejak mantan presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun, melompat dari tebing pada 2009.

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Global
Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Global
Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Global
Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Global
Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Global
Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Global
UEA Ambil 'Langkah Berani' Menormalisasi Hubungan dengan Israel

UEA Ambil "Langkah Berani" Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

Global
Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Global
Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Global
Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Global
Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Global
Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Global
Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Global
komentar
Close Ads X