WHO Kirim Tim Pencari "Pasien Pertama" Covid-19 ke China

Kompas.com - 09/07/2020, 21:25 WIB
Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus di Beijing, pada 28 Januari 2020. REUTERS/POOL New/Naohiko HattaPresiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus di Beijing, pada 28 Januari 2020.

JENEWA, KOMPAS.com - Pekan ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengirim tim ke China untuk menyelidiki asal-usul virus corona. Langkah ini menjadi tantangan bagi China untuk berdalih jika Covid-19 berasal dari negara lain.

Seperti delegasi WHO yang sebelumnya datang ke Negeri "Panda", misi kali ini juga diselimuti kerahasiaan.

Baik WHO maupun Pemerintah China pekan lalu membenarkan rencana kedatangan misi ini. Namun WHO yang dihubungi ABC tidak bersedia memberikan rincian begitu pula Kementerian Luar Negeri China.

Baca juga: Dr Zhang Jixian Ungkap 1 Keluarga Jadi Pasien Pertama Covid-19

WHO telah meminta akses ke China sejak Mei lalu. Saat itu, seorang pejabat WHO menyebutkan tujuannya untuk mengetahui "apa yang terjadi di awal sehubungan dengan paparan virus dari hewan yang berbeda".

Namun, sejumlah pakar meragukan hal itu bisa dilakukan. "Mereka tidak akan menemukan pasien pertama," ucap John Nicholls, pakar patologi Universitas Hong Kong.

"Situasi ini sudah terlambat enam bulan. Mungkin ada peluang untuk menemukannya pada awal Desember."

Kedatangan tim peneliti WHO juga menghadirkan masalah baru bagi pemerintah China: akan timbul lebih banyak pertanyaan mengenai asal muasal virus corona ini.

Sejumlah teori telah bermunculan, namun ada tiga yang menonjol dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Pasien Pertama Positif Corona di Kepri Lepas Oksigen dan Sudah Jalan-jalan

"Virus berasal dari luar China"

Selama berbulan-bulan pejabat China berusaha menyatakan jika virus corona berasal dari luar negeri.

"Para pakar China percaya tim (WHO) harus berdiskusi dengan pihak China mengenai cara kerja secara global dan adil, dengan pertimbangan kunjungan [WHO] tidak berarti virus ini berasal dari China," demikian ditulis Global Times, media yang dikendalikan Beijing.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Komposer Dunia Ini Rela Jadi Objek Eksperimen Vaksin Covid-19, Demi Industri Teater Pulih

Seorang Komposer Dunia Ini Rela Jadi Objek Eksperimen Vaksin Covid-19, Demi Industri Teater Pulih

Global
Vietnam Pesan Vaksin Corona dari Rusia

Vietnam Pesan Vaksin Corona dari Rusia

Global
Demi Puaskan Penggemar, Selebgram Berbobot 227 Kg Ini Konsumsi 10.000 Kalori per Hari

Demi Puaskan Penggemar, Selebgram Berbobot 227 Kg Ini Konsumsi 10.000 Kalori per Hari

Global
Soal Perjanjian Damai Israel-UEA, Menlu AS: Langkah Besar di Jalan yang Benar

Soal Perjanjian Damai Israel-UEA, Menlu AS: Langkah Besar di Jalan yang Benar

Global
Turki Sebut Uni Emirat Arab Munafik karena Berdamai dengan Israel

Turki Sebut Uni Emirat Arab Munafik karena Berdamai dengan Israel

Global
Dipuji Trump Tak Caplok Tepi Barat, Ini Bantahan Israel

Dipuji Trump Tak Caplok Tepi Barat, Ini Bantahan Israel

Global
Di Tengah Demo Besar, Kerajaan Thailand Berpesta Rayakan Ulang Tahun Ibu Ratu

Di Tengah Demo Besar, Kerajaan Thailand Berpesta Rayakan Ulang Tahun Ibu Ratu

Global
Israel-UEA Jalin Kembali Hubungan Diplomatik, Ini Respons Beberapa Negara

Israel-UEA Jalin Kembali Hubungan Diplomatik, Ini Respons Beberapa Negara

Global
Uji Klinis Tahap 3, Inggris Rela Beli 60 Juta Dosis Calon Vaksin Corona

Uji Klinis Tahap 3, Inggris Rela Beli 60 Juta Dosis Calon Vaksin Corona

Global
Perjanjian Israel-UEA Digadang sebagai 'Langkah Besar' Menuju Perdamaian

Perjanjian Israel-UEA Digadang sebagai "Langkah Besar" Menuju Perdamaian

Global
Soal Caplok Tepi Barat, PM Israel: Ditunda, Bukan Dibatalkan

Soal Caplok Tepi Barat, PM Israel: Ditunda, Bukan Dibatalkan

Global
Sulut Rokok dengan Api Kompor, Wanita Ini Tak Sengaja Bakar Wajahnya

Sulut Rokok dengan Api Kompor, Wanita Ini Tak Sengaja Bakar Wajahnya

Global
Di Wilayah Spanyol Berlaku Larangan Merokok untuk Mengendalikan Penyebaran Covid-19

Di Wilayah Spanyol Berlaku Larangan Merokok untuk Mengendalikan Penyebaran Covid-19

Global
Buaya Tertua di Dunia Ulang Tahun Ke-85, Ini Kisahnya Selamat dari Bom PD II

Buaya Tertua di Dunia Ulang Tahun Ke-85, Ini Kisahnya Selamat dari Bom PD II

Global
Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Global
komentar
Close Ads X