Pakar Ungkap Dugaan Kerusakan Otak akibat Covid-19

Kompas.com - 09/07/2020, 18:51 WIB
Gambar otak manusia yang diambil oleh pemindaian positron emisi tomografi, juga disebut pemindaian PET, terlihat di layar pada 9 Januari 2019, di Pusat Rumah Sakit Regional dan Universitas Brest (CRHU - Pusat Hospitalier Régional et Universitaire de Brest) , Perancis barat. CHRU dari Brest baru saja mengakuisisi alat pencitraan molekuler baru, yang paling canggih di Perancis saat ini menurut pusat rumah sakit, yang mampu mendeteksi lesi yang dalam dan terutama patologi kanker, kata rumah sakit itu pada 9 Januari 2019. FRED TANNEAU / AFPGambar otak manusia yang diambil oleh pemindaian positron emisi tomografi, juga disebut pemindaian PET, terlihat di layar pada 9 Januari 2019, di Pusat Rumah Sakit Regional dan Universitas Brest (CRHU - Pusat Hospitalier Régional et Universitaire de Brest) , Perancis barat. CHRU dari Brest baru saja mengakuisisi alat pencitraan molekuler baru, yang paling canggih di Perancis saat ini menurut pusat rumah sakit, yang mampu mendeteksi lesi yang dalam dan terutama patologi kanker, kata rumah sakit itu pada 9 Januari 2019.

LONDON, KOMPAS.com - Para ilmuwan pada Rabu (8/7/2020), memperingatkan tentang kemungkinan gelombang kerusakan otak akibat Covid-19.

Kemungkinan tersebut menunjukkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan komplikasi neurologis yang parah, termasuk peradangan, psikosis, dan delirium.

Sebuah studi oleh para peneliti di University College London (UCL) menunjukkan 43 kasus pasien Covid-19 yang menderita disfungsi otak sementara, stroke, kerusakan saraf atau dampak serius lainnya yang terjadi pada otak.

Melansir Reuters (8/7/2020), para peneliti menambahkan bahwa studi terbaru juga menemukan penyakit ini dapat merusak otak.

Baca juga: Bocah 2 Tahun Diduga Diperkosa saat Dikarantina di Bangsal Corona

Namun, para peneliti ini belum mengetahui pasti seberapa besarnya dampak Covid-19 terhadap fungsi otak.

"Mungkin mirip dengan wabah ensefalitis lethargica pada 1920-an dan 1930-an setelah pandemi influenza pada 1918. Masih harus diamati," kata Michael Zandi, dari Institute Neurologi UCL, yang ikut memimpin penelitian.

Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, sebagian besar adalah penyakit pernapasan yang mempengaruhi paru-paru.

Namun, ahli saraf dan dokter spesialis otak mengatakan bukti yang muncul tentang dampaknya pada otak sangat memprihatinkan.

Baca juga: Kasus Corona di Dunia Mencapai 11,8 Juta, Satu Kematian Tiap 18 Detik

Terlebih saat ini, jumlah kasus infeksi virus corona dari berbagai negara di dunia telah mencapai angka jutaan orang.

Menurut Worldometers pada Kamis (9/7/2020), angka kasus infeksi virus corona di dunia mencapai lebih dari 12 juta orang.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituduh Berselingkuh, Wanita di India Siramkan Air Keras ke Suaminya

Dituduh Berselingkuh, Wanita di India Siramkan Air Keras ke Suaminya

Global
Peran Besar Menanti Kamala Haris untuk Kegiatan Luar Angkasa, Jika Lolos Terpilih

Peran Besar Menanti Kamala Haris untuk Kegiatan Luar Angkasa, Jika Lolos Terpilih

Global
Perawat Pahlawan Ini Kisahkan Momen Selamatkan 3 Bayi dari Ledakan Lebanon

Perawat Pahlawan Ini Kisahkan Momen Selamatkan 3 Bayi dari Ledakan Lebanon

Global
Inilah Nama Partai Baru yang Didirikan Mahathir Mohamad: Pejuang

Inilah Nama Partai Baru yang Didirikan Mahathir Mohamad: Pejuang

Global
Bentrokan di Kota India soal Unggahan Menghina Nabi Muhammad, 3 Orang Tewas

Bentrokan di Kota India soal Unggahan Menghina Nabi Muhammad, 3 Orang Tewas

Global
Ditemukan Mayat Berusia 30 Tahun di Rumah yang Telah Ditinggalkan Sejak Abad ke-18

Ditemukan Mayat Berusia 30 Tahun di Rumah yang Telah Ditinggalkan Sejak Abad ke-18

Global
Karena Perut Besarnya, Pria Ini Tak Jadi Jatuh ke Sumur

Karena Perut Besarnya, Pria Ini Tak Jadi Jatuh ke Sumur

Global
Suami Bunuh Diri karena 'Kurang Berhubungan Seks', Si Istri Ditangkap Polisi

Suami Bunuh Diri karena "Kurang Berhubungan Seks", Si Istri Ditangkap Polisi

Global
Terlibat Prostitusi, 4 Pejabat Korea Utara Dieksekusi Kim Jong Un

Terlibat Prostitusi, 4 Pejabat Korea Utara Dieksekusi Kim Jong Un

Global
Kasus Covid-19 Muncul Lagi, Selandia Baru Tunda Pemilihan Umum

Kasus Covid-19 Muncul Lagi, Selandia Baru Tunda Pemilihan Umum

Global
5 Fakta Kamala Harris, Cawapres Joe Biden di Pilpres AS

5 Fakta Kamala Harris, Cawapres Joe Biden di Pilpres AS

Global
Pinjam Lamborghini Huracan Teman Senilai Rp 4,1 Miliar, Pria Ini Tabrakkan ke Gardu Listrik

Pinjam Lamborghini Huracan Teman Senilai Rp 4,1 Miliar, Pria Ini Tabrakkan ke Gardu Listrik

Global
53 Lansia Usia 100 Tahun Lebih Di Meksiko Berhasil Lawan Covid-19

53 Lansia Usia 100 Tahun Lebih Di Meksiko Berhasil Lawan Covid-19

Global
Buntut Serangan Pesawat Nirawak, Irak Berang dan Batalkan Kunjungan Menteri Turki

Buntut Serangan Pesawat Nirawak, Irak Berang dan Batalkan Kunjungan Menteri Turki

Global
Ayah dan Anak Dokter Ini Meninggal karena Terkena Virus Corona

Ayah dan Anak Dokter Ini Meninggal karena Terkena Virus Corona

Global
komentar
Close Ads X