Kanye West Isyaratkan Tak Lagi Dukung Trump

Kompas.com - 08/07/2020, 19:38 WIB
Kanye West bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, 11 Oktober 2018. Kanye West, rapper yang mendesak pendengar untuk mendengarkan lagu reach for the sarts, so if you fall, yaou land on a cloud, dilaporkan pada July 4, 2020, ia menantang Donald Trump. SAUL LOEB / AFPKanye West bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, 11 Oktober 2018. Kanye West, rapper yang mendesak pendengar untuk mendengarkan lagu reach for the sarts, so if you fall, yaou land on a cloud, dilaporkan pada July 4, 2020, ia menantang Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Rapper AS Kanye West mengisyaratkan tidak akan memberikan dukungannya lagi kepada Presiden Donald Trump.

Pernyataan tersebut dia sampaikan setelah menjadi sorotan dunia karena mengumumkan niatnya maju sebagai Presiden AS.

Kanye West, sebelumnya dikenal vokal mendukung Trump dan di beberapa kesempatan mereka akrab. Hingga, West menyebut Trump adalah sahabatnya.

Sementara, diketahui istrinya, Kim Kardashian, sempat mengunjungi Trump di Gedung Putih pada Mei 2018, untuk membahas reformasi peradilan dan hukuman penjara.

Namun, West dengan mengejutkan mengatakan di Twitter pada Minggu (5/7/2020), telah mencalonkan diri sebagai Presiden AS bersaing dengan sahabatnya tersebut.

Baca juga: Ada Nama Mirip Kanye West dalam Daftar Calon Presiden AS

"Saya melepas topi merah (simbol dukungan terhadap Trump), dengan wawancara ini," kata West kepada Forbes pada Rabu (8/7/2020) seperti yang dilansir dari Reuters di hari yang sama.

Topi merah bertuliskan "Make America Great Again" itu adalah topi baseball yang dikampanyekan oleh Trump untuk meyakinkan publik dan menarik suara mereka dalam pemilihan.

"Seperti apa yang saya lakukan dalam hidup, saya melakukan (pencalonan diri) untuk menang," ujar Kanye West.

Dia membantah tujuannya mencalonkan diri menjadi presiden adalah untuk memainkan suara orang kulit htam yang akan menjatuhkan lawan tanding Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Baca juga: Jika Kanye West Serius Ingin Jadi Presiden AS, Bisakah Berkampanye 4 Bulan Ini?

Ia mengatakan, itu adalah "bentuk rasisme dan supremasi kulit putih" untuk menyarankan semua orang kulit hitam harus mendukung Demokrat, katanya.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X