Kasus Pes Muncul di Mongolia, WHO: Tidak Berisiko Tinggi

Kompas.com - 07/07/2020, 21:26 WIB
Sebuah foto yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 menunjukkan tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusat, di Jenewa, di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona. Presiden Donald Trump mengatakan pada 29 Mei 2020, ia memutuskan hubungan AS dengan Organisasi Kesehatan Dunia, yang menurutnya gagal melakukan cukup banyak untuk memerangi penyebaran awal. FABRICE COFFRINI / AFPSebuah foto yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 menunjukkan tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusat, di Jenewa, di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona. Presiden Donald Trump mengatakan pada 29 Mei 2020, ia memutuskan hubungan AS dengan Organisasi Kesehatan Dunia, yang menurutnya gagal melakukan cukup banyak untuk memerangi penyebaran awal.

BERN, KOMPAS.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa kasus pes tidak berisiko tinggi di China

Namun, WHO akan terus memantau perkembangan penyakit pes di China secara seksama.

"Saat ini, kami tidak menganggapnya berisiko tinggi, tetapi kami mengawasinya dengan cermat," ujar Juru Bicara WHO, Margaret Harris kepada wartawan di pertemuan virtual pada Selasa (7/7/2002), sebagaimana dikutip AFP

Pihaknya tengah memantau kasus pes di China setelah diberitahukan oleh pihak berwenang Beijing.

Baca juga: Wabah Pes di China, Warga Mongolia Dilarang Makan Marmut Mentah

Pemerintah China melaporkan bahwa ada seorang gembala di utara Mongolia Dalam, didiagnosis terserang wabah pes.

Menyusul itu, pada minggu lalu muncul 2 kasus yang dikonfirmasi sama di Provinsi Khovd, berdekatan dengan Mongolia.

Menurut kantor berita pemerintah China Xinhua yang dilansir dari AFP pada Selasa (7/7/2020), mengatakan bahwa dua orang ini adalah kakak-beradik yang dinyatakan terserang pes, setelah makan daging marmut.

" Wabah pes telah ada sejak lama dan akan selalu ada, selama berabad-abad," kata Harris.

Baca juga: Kasus Baru Wabah Pes Muncul di Mongolia, China Langsung Siaga 3

"Kami sedang mencari jumlah kasus yang pernah terjadi di China," ujar Harris.

Dia mengatakan, WHO telah bekerja sama dengan otoritas China dan Mongolia untuk meneliti kasus penyakit ini.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iran Murka, Sebut AS 'Biadab' atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan

Iran Murka, Sebut AS "Biadab" atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan

Global
Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Global
Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Global
Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Global
Demo di Depan Vila Raja Thailand, Aktivis Pasang Plakat 'Negara Milik Rakyat'

Demo di Depan Vila Raja Thailand, Aktivis Pasang Plakat "Negara Milik Rakyat"

Global
Ada Jenazah di Dalam Toilet, Pesawat Air China Mendarat Darurat

Ada Jenazah di Dalam Toilet, Pesawat Air China Mendarat Darurat

Global
Gadis Kasta Dalit Diperkosa dan Dianiaya Hingga Lumpuh, Tersangka dari Kasta di Atasnya

Gadis Kasta Dalit Diperkosa dan Dianiaya Hingga Lumpuh, Tersangka dari Kasta di Atasnya

Global
Operasi Besar-besaran Polisi Inggris Tangkap 1.000 Pengedar dan Narkotika Senilai Rp 22,9 Miliar

Operasi Besar-besaran Polisi Inggris Tangkap 1.000 Pengedar dan Narkotika Senilai Rp 22,9 Miliar

Global
Keren, Batmobile Sungguhan Dibuat di Vietnam, Bisa Melaju 100 Km/Jam

Keren, Batmobile Sungguhan Dibuat di Vietnam, Bisa Melaju 100 Km/Jam

Global
Korban Tewas Kecelakaan Pesawat AU Ukraina Meningkat Jadi 26, 1 Orang Selamat

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat AU Ukraina Meningkat Jadi 26, 1 Orang Selamat

Global
Jenazah Perempuan Ini Diikat di Sepeda Motor Sebelum Dibawa ke Rumah Duka

Jenazah Perempuan Ini Diikat di Sepeda Motor Sebelum Dibawa ke Rumah Duka

Global
Dirawat Beberapa Jam di RS, 3 Yahudi Ortodoks Meninggal karena Covid-19

Dirawat Beberapa Jam di RS, 3 Yahudi Ortodoks Meninggal karena Covid-19

Global
PM Australia: Dunia Harus Tahu Asal Muasal Covid-19

PM Australia: Dunia Harus Tahu Asal Muasal Covid-19

Global
Trump: Debat dengan Joe Biden seperti Laga UFC

Trump: Debat dengan Joe Biden seperti Laga UFC

Global
Suami Belikan 1 Hektar Tanah di Bulan untuk Istri, Segini Harganya

Suami Belikan 1 Hektar Tanah di Bulan untuk Istri, Segini Harganya

Global
komentar
Close Ads X