Kompas.com - 07/07/2020, 20:55 WIB
Satu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19. POOL/REUTERSSatu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Investigasi dari BBC menemukan 2 jenis obat Covid-19 yakni remdesivir dan tocilizumab langka di India, karena banyak dijual di pasar gelap.

Obat-obatan itu dijual dengan harga yang sangat tinggi di pasar gelap "Negeri Bollywood".

Di India, remdesivir telah disetujui untuk uji klinis dan boleh dipakai dalam keadaan darurat dengan resep dokter.

Baca juga: AS Borong Remdesivir, Jerman Katakan Punya Stok Cukup

Akan tetapi kelangkaan stok remdesivir di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu membuat pengobatan beberapa pasien terhambat.

Salah satunya dialami Abhinav Sharma, yang mencari remdesivir bagi pamannya yang tiap jam kondisinya memburuk karena Covid-19.

"Saya meneteskan air mata. Pamanku berjuang hidup dan saya berjuang mencari obat yang mungkin bisa menyelamatkannya," kata Sharma dikutip dari BBC Selasa (7/7/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah menghubungi belasan orang, saya membayar 7 kali lipat harga untuk mendapatkan obat itu. Saya benar-benar bersedia membayar berapa pun harganya, tetapi saya prihatin dengan orang-orang yang tak sanggup membelinya."

Nasib Sharma juga menimpa banyak keluarga di New Delhi, yang mau melakukan apa pun demi menyelamatkan nyawa orang yang mereka cintai.

Baca juga: AS Borong 500.000 Paket Remdesivir, Sepaket Harganya Rp 45 Juta

Beberapa mengaku dipaksa membayar harga selangit untuk mendapatkan obat corona itu. Banyak di antara mereka yang menemukan obat itu di pasar obat Delhi lama.

BBC kemudian menghubungi orang-orang yang bekerja di pasar. Mereka berkata bisa mencarikan obat tapi hanya dengan harga yang telah mereka patok sendiri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mewahnya Isi Replika Taj Mahal Seharga Rp 2,8 Miliar, Dibuat Pengusaha India untuk Istrinya

Mewahnya Isi Replika Taj Mahal Seharga Rp 2,8 Miliar, Dibuat Pengusaha India untuk Istrinya

Global
Barbados Bersiap Pisah dari Ratu Inggris, Ini Janji Pangeran Charles

Barbados Bersiap Pisah dari Ratu Inggris, Ini Janji Pangeran Charles

Global
Swiss Laporkan Kemungkinan Kasus Varian Omicron Pertama

Swiss Laporkan Kemungkinan Kasus Varian Omicron Pertama

Global
Sejarah Negara Israel

Sejarah Negara Israel

Internasional
Waspadai Varian Omicron, Filipina Vaksinasi 9 Juta Orang dalam 3 Hari

Waspadai Varian Omicron, Filipina Vaksinasi 9 Juta Orang dalam 3 Hari

Global
Sektor Pariwisata Global Kehilangan Rp 28,6 Kuadriliun Sepanjang Pandemi 2021

Sektor Pariwisata Global Kehilangan Rp 28,6 Kuadriliun Sepanjang Pandemi 2021

Global
Presiden Taiwan: Eropa dan Taipei Harus Pertahankan Demokrasi Bersama

Presiden Taiwan: Eropa dan Taipei Harus Pertahankan Demokrasi Bersama

Global
5 Kapal Induk Lawas yang Terbukti Ampuh dalam Pertempuran

5 Kapal Induk Lawas yang Terbukti Ampuh dalam Pertempuran

Internasional
Inilah Gambar 3D Pertama Covid-19 Varian Omicron, Tampak Lebih Banyak Mutasi daripada Delta

Inilah Gambar 3D Pertama Covid-19 Varian Omicron, Tampak Lebih Banyak Mutasi daripada Delta

Global
Swiss Gelar Referendum Usai Muncul Varian Omicron, Rakyat Setuju Pemakaian 'Covid Pass'

Swiss Gelar Referendum Usai Muncul Varian Omicron, Rakyat Setuju Pemakaian "Covid Pass"

Global
Tangani Covid-19 Varian Omicron, Inggris Perketat Prokes dan Pembatasan

Tangani Covid-19 Varian Omicron, Inggris Perketat Prokes dan Pembatasan

Global
Inggris dan Israel Buat Pakta Pertahanan, Berkomitmen Cegah Iran Peroleh Senjata Nuklir

Inggris dan Israel Buat Pakta Pertahanan, Berkomitmen Cegah Iran Peroleh Senjata Nuklir

Global
Inggris Minta G7 Rapat Darurat untuk Bahas Covid-19 Varian Omicron

Inggris Minta G7 Rapat Darurat untuk Bahas Covid-19 Varian Omicron

Global
WHO: Terlalu Dini Memahami Keparahan Varian Omicron, Begini Respons Sejumlah Negara

WHO: Terlalu Dini Memahami Keparahan Varian Omicron, Begini Respons Sejumlah Negara

Global
Seorang Wanita di Australia Didakwa Bakar Hotel Karantina Covid-19

Seorang Wanita di Australia Didakwa Bakar Hotel Karantina Covid-19

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.