Dampak UU Keamanan Nasional, Internasional Serukan Larangan Ekstradisi

Kompas.com - 06/07/2020, 15:51 WIB
Polisi memajang spanduk pengumuman publik yang menunjukkan peringatan kepada pengunjuk rasa di Causeway Bay sebelum pawai serah terima tahunan di Hong Kong, Rabu (1/7/2020). Hong Kong menandai peringatan 23 tahun penyerahannya ke Cina pada tahun 1997, dan hanya satu hari setelah Cina memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang menindak protes di wilayah tersebut. AP News/Vincent YuPolisi memajang spanduk pengumuman publik yang menunjukkan peringatan kepada pengunjuk rasa di Causeway Bay sebelum pawai serah terima tahunan di Hong Kong, Rabu (1/7/2020). Hong Kong menandai peringatan 23 tahun penyerahannya ke Cina pada tahun 1997, dan hanya satu hari setelah Cina memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang menindak protes di wilayah tersebut.

HONG KONG, KOMPAS.com -  Koalisi internasional yang beranggotakan parlemen antar-negara berseru kepada pemerintah Barat untuk menghentikan ekstradisi ke Hong Kong.

Hal itu merupakan respons atas penerapan Undang-undang (UU) Keamanan Nasional oleh China di Hong Kong.

Aliansi Antar-parlemen untuk China (IPAC) yang berisikan legislator internasional, dibentuk pada Juni sebagai sebuah elemen pendekatan kepada China oleh negara-negara demokrasi.

Namun dalam perkembangannya, IPAC mendesak negara-negara anggotanya menangguhkan perjanjian esktradisi dengan Hong Kong.

Pada pertemuan mereka yang digelar Sabtu (4/7/2020), mereka berkomitmen menggordinasikan upaya untuk memastikan tidak ada ekstradisi ke Hong Kong.

Baca juga: Pakai Kode Khusus, Cara Oposisi Hong Kong Kritik UU Keamanan Nasional

"Anggota didesak mencari jaminan dari pemerintah masing-masing bahwa tidak ada ekstradisi akan terjadi dan perjanjian dengan Hong Kong akan ditinjau ulang," ujar pernyataan mereka.

Sembilan negara anggota IPAC memiliki peraturan ekstradisi dengan Hong Kong. 

Negara-negara tersebut adalah Australia, Kanada, Ceko, Perancis, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat.

Sementara itu total terdapat 20 negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong.

Desakan tersebut merupakan kekhawatiran atas UU Keamanan Nasional yang akan merusak sistem semi-otonomi mereka dari Beijing.

Baca juga: 5 Dampak UU Keamanan Nasional China di Hong Kong

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Ini Dipukul oleh 3 Pria karena Pakai Rok

Wanita Ini Dipukul oleh 3 Pria karena Pakai Rok

Global
Usai Kasus Li Wenliang, Beijing Buat UU Baru Khusus Nakes 'Whistleblower'

Usai Kasus Li Wenliang, Beijing Buat UU Baru Khusus Nakes "Whistleblower"

Global
Perang Azerbaijan-Armenia di Nagorny Karabakh Masuki Hari Kedua, 39 Orang Tewas

Perang Azerbaijan-Armenia di Nagorny Karabakh Masuki Hari Kedua, 39 Orang Tewas

Global
Diguncang Aksi Protes, Presiden Mesir Peringatkan Gangguan Stabilitas Nasional

Diguncang Aksi Protes, Presiden Mesir Peringatkan Gangguan Stabilitas Nasional

Global
KTT G20 Akan Digelar Virtual November, Arab Saudi Tuan Rumahnya

KTT G20 Akan Digelar Virtual November, Arab Saudi Tuan Rumahnya

Global
Perang Azerbaijan-Armenia, PM Nikol Pashinyan: Campur Tangan Turki Akan Ciptakan Ketidakstabilan

Perang Azerbaijan-Armenia, PM Nikol Pashinyan: Campur Tangan Turki Akan Ciptakan Ketidakstabilan

Global
Alasan Trump Masih 'Ngotot' Minta Biden Tes Narkoba Jelang Debat Capres Pertama

Alasan Trump Masih "Ngotot" Minta Biden Tes Narkoba Jelang Debat Capres Pertama

Global
Sebelum Dibunuh, Pejabat Korsel Coba Diselamatkan oleh Tentara Korut

Sebelum Dibunuh, Pejabat Korsel Coba Diselamatkan oleh Tentara Korut

Global
Pengangguran di Australia: 6.000 Orang Melamar Jadi Pencuci Piring

Pengangguran di Australia: 6.000 Orang Melamar Jadi Pencuci Piring

Global
Busana Indonesia Karya Maquinn Couture Pukau 170 Tamu Undangan Milan Fashion Week

Busana Indonesia Karya Maquinn Couture Pukau 170 Tamu Undangan Milan Fashion Week

Global
Dicalonkan Trump Jadi Hakim Agung, Siapa Amy Coney Barrett?

Dicalonkan Trump Jadi Hakim Agung, Siapa Amy Coney Barrett?

Global
Diserang Gorila, Pawang Kebun Binatang di Spanyol Terluka Parah

Diserang Gorila, Pawang Kebun Binatang di Spanyol Terluka Parah

Global
Presiden Azerbaijan: Armenia Menembaki Permukiman dan Pangkalan Militer Kami

Presiden Azerbaijan: Armenia Menembaki Permukiman dan Pangkalan Militer Kami

Global
Konflik Azerbaijan-Armenia, Negara di Timur Tengah dan Asia Suarakan Keprihatinan

Konflik Azerbaijan-Armenia, Negara di Timur Tengah dan Asia Suarakan Keprihatinan

Global
Dubes Lutfi Ajak Warga Indonesia di AS jadi Duta Bangsa

Dubes Lutfi Ajak Warga Indonesia di AS jadi Duta Bangsa

Global
komentar
Close Ads X