Kekurangan Donor Organ Tubuh, China Keluarkan RUU Baru

Kompas.com - 05/07/2020, 13:58 WIB
Ilustrasi operasi Ilustrasi operasi

BEIJING, KOMPAS.com - China akan mengeluarkan regulasi baru dalam aturan donor organ tubuh dari orang meninggal, termasuk larangan untuk anak di bawah umur.

Rancangan peraturan ini diterbitkan oleh Komisi Kesehatan Nasional China pada Rabu (1/7/2020), untuk mengatasi kekurangan donor organ sejak 5 tahun lalu setelah berhenti mengambilnya dari tahanan yang dieksekusi mati.

Selain itu, aturan ini juga dibuat dalam upaya pemberantasan perdagangan anak di "Negeri Panda".

Baca juga: India Terus Gempur Produk China, Ponsel dan Farmasi Jadi Target Berikutnya

Kelangkaan organ hasil donor terjadi di negara pimpinan Xi Jinping tersebut, usai pada 2015 mengakhiri praktik kontroversial pengambilan organ tubuh dari tahanan yang dieksekusi mati.

Wang Bing pengacara yang berbasis di Beijing dan spesialis sengketa medis menerangkan, aturan baru ini berfokus ke perlindungan hak-hak hukum para donatur, tetapi tidak mungkin meningkatkan jumlah donor karena "memutilasi tubuh" setelah kematian adalah isu sensitif di China.

"Jumlah donor organ tubuh sangat rendah, dan undang-undang gagal menciptakan sistem yang mengatasi tabu sosial di isu tersebut," ungkap Wang dikutip dari AFP Minggu (5/7/2020).

Baca juga: Selesai Latihan, 2 Kapal Induk AS Akan Menuju Laut China Selatan

Rancangan undang-undang ini terbuka bagi komentar publik hingga akhir bulan, dan tidak ada batas waktu yang ditetapkan untuk dibahas oleh parlemen China.

Beijing pertama kali mengeluarkan undang-undang yang mengatur donor organ tubuh pada 2007, tapi lemahnya penegakan hukum memunculkan pasar gelap di sana.

Sebuah laporan dari China Tribunal pada Juli tahun lalu menyebutkan, harga ginjal ilegal sekitar 350.000 yuan (Rp 719 juta) di China.

China Tribunal adalah sebuah organisasi non-pemerintah berbasis di Inggris, yang melakukan investigasi independen tentang pengambilan organ secara paksa.

Baca juga: 5 Dampak UU Keamanan Nasional China di Hong Kong

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Negara yang Siap Tanggap Kirimkan Bantuan ke Lebanon

Beberapa Negara yang Siap Tanggap Kirimkan Bantuan ke Lebanon

Global
Usai Minta Amonium Nitrat Dipindahkan, Kolonel Ini Tewas Misterius

Usai Minta Amonium Nitrat Dipindahkan, Kolonel Ini Tewas Misterius

Global
[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

Global
Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Global
Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Global
Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Global
Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Global
Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Global
Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Global
8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

Global
'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

Global
Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Global
Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Global
Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Global
Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Global
komentar
Close Ads X