Kompas.com - 04/07/2020, 21:04 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat tiba di Bandara Internasional Bangor, Maine, AS, 5 Juni 2020. REUTERS/TOM BRENNERPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat tiba di Bandara Internasional Bangor, Maine, AS, 5 Juni 2020.

 

 

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jumlah kasus corona dalam negeri masih terus meningkat, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berdalih itu karena capaian gerakan tes Covid-19 ditingkatkan.

Lonjakan kasus corona pada pekan lalu membuat sebagian besar gubernur negara bagian menangguhkan rencana untuk buka kembali kegiatan setelah sekian lama lakukan lockdown.

"Adanya peningkatan kasus corona karena kita memasifkan tes dan itu lebih baik dari negara lainnya," jelas Trump dalam kicauannya pada Kamis (2/7/2020).

Baca juga: Virus Corona di AS Sudah Lewati Puncak, Trump Akan Longgarkan Lockdown

"Ini berita yang bagus, tapi lebih baiknya lagi adalah kabar tentang jumlah kematian yang menurun," katanya seperti yang dilansir dari Reuters pada Sabtu (4/7/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah kasus harian corona di AS pada Kamis berada pada di tingkat 55.274, lebih tinggi dari pada 19 Juni lalu yang mencapai 54.771.

Secara nasional, hasil tes minggu lalu menunjukkan tujuh persen orang positif corona. Angka itu naik lima persen dari capaian minggu sebelumnya.

Baca juga: Ini Perkiraan Puncak Wabah Virus Corona di AS

Tingkat tes positif corona di Arizona mencapai 24 persen pada minggu lalu, Florida 16 persen. Nevada, South Carolina, dan Texas semuanya mencapai 15 persen.

Melansir AFP Sabtu (4/7/2020), tingginya penyebaran virus corona di AS juga telah menyentuh orang-orang terdekat dari Presiden AS, yaitu pembantu pribadi Trump, Sekretaris Pers Wakil Presiden, Katie Miller, dan pacar dari putra sulungnya, Kimberly Guilfoyle.

Gelombang kasus baru membuat beberapa gubernur membatalkan rencana untuk melakukan buka kembali setelah menerapkan lockdown beberapa bulan.

Baca juga: Usai Hadiri Pidato Calon Mertuanya, Pacar Donald Trump Jr Positif Covid-19

Sehingga, pada peringatan Hari Kemerdekaan AS pada hari ini (4/7/2020) tidak ada perayaan meriah. Sejumlah pantai ditutup dan acara kembang api ditiadakan.

Saat ini, AS mencatat angka kematian akibat corona sebanyak 129.00 kasus, menyumbang hampir seperempat dari total kasus yang diketahui di dunia.

Menurut catatan Reuters, lebih dari 10,89 juta orang penduduk dunia dikabarkan terinfeksi oleh corona, dan 520.066 orang meninggal karenanya.

Sementara, di Negeri "Uncle Sam" sendiri melaporkan 2,76 juta kasus infeksi virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 tersebut.

Pandemi ini diketahui telah menyebar di 210 negara dan teritori, sejak pertama kali diidentifikasi muncul di China, pada tahun lalu.

Baca juga: Ekonomi Bangkit, Trump Sesumbar AS Bisa Hentikan Pandemi Corona

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Kota di Australia Dikepung Massa Anti-lockdown Saat Kasus Covid-19 Melonjak Lagi

Sejumlah Kota di Australia Dikepung Massa Anti-lockdown Saat Kasus Covid-19 Melonjak Lagi

Global
Perusahaan Israel Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Oral Pertama di Dunia

Perusahaan Israel Akan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Oral Pertama di Dunia

Global
UNIK GLOBAL: Cita-cita Ibu Jutawan Punya 105 Anak | Remaja 14 Tahun Tinggi 2,26 Meter

UNIK GLOBAL: Cita-cita Ibu Jutawan Punya 105 Anak | Remaja 14 Tahun Tinggi 2,26 Meter

Global
Taliban Bergerak Maju dengan Cepat, Afghanistan Terapkan Jam Malam

Taliban Bergerak Maju dengan Cepat, Afghanistan Terapkan Jam Malam

Global
Gedung Putih: Sanksi Baru China kepada AS Percuma

Gedung Putih: Sanksi Baru China kepada AS Percuma

Global
Analis Prediksi Xi Jinping Akan Digulingkan oleh Kelompok Perubahan

Analis Prediksi Xi Jinping Akan Digulingkan oleh Kelompok Perubahan

Global
Reporter TV Jerman Dipecat Setelah Tertangkap Kamera Warga Hanya Berpura-pura Bantu Banjir

Reporter TV Jerman Dipecat Setelah Tertangkap Kamera Warga Hanya Berpura-pura Bantu Banjir

Global
Separuh Eropa Divaksin Covid-19, Tetap Waspadai Varian Delta

Separuh Eropa Divaksin Covid-19, Tetap Waspadai Varian Delta

Global
Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Apakah Litium akan Habis?

Permintaan Mobil Listrik Melonjak, Apakah Litium akan Habis?

Global
Nekat Bawa Kabur Istri Raja, Terjadilah Perang Troya

Nekat Bawa Kabur Istri Raja, Terjadilah Perang Troya

Global
Hampir Separuh Kasus Baru Covid-19 di AS Terjadi di Tiga Negara Bagian

Hampir Separuh Kasus Baru Covid-19 di AS Terjadi di Tiga Negara Bagian

Global
Peneliti Ingin Temukan Motif Kejadian Langka Simpanse Bunuh Gorila

Peneliti Ingin Temukan Motif Kejadian Langka Simpanse Bunuh Gorila

Global
Studi Terbaru: Minum Kopi Terlalu Banyak Tingkatkan Risiko Demensia

Studi Terbaru: Minum Kopi Terlalu Banyak Tingkatkan Risiko Demensia

Global
China Balas Jatuhkan Sanksi ke Pejabat dan Entitas AS

China Balas Jatuhkan Sanksi ke Pejabat dan Entitas AS

Global
Jaringan TV Korea Selatan Minta Maaf Setelah Pakai Ikon dan Keterangan Tak Pantas dalam Olimpiade Tokyo 2020

Jaringan TV Korea Selatan Minta Maaf Setelah Pakai Ikon dan Keterangan Tak Pantas dalam Olimpiade Tokyo 2020

Global
komentar
Close Ads X