Pakai Kode Khusus, Cara Oposisi Hong Kong Kritik UU Keamanan Nasional

Kompas.com - 04/07/2020, 17:03 WIB
Polisi memajang spanduk pengumuman publik yang menunjukkan peringatan kepada pengunjuk rasa di Causeway Bay sebelum pawai serah terima tahunan di Hong Kong, Rabu (1/7/2020). Hong Kong menandai peringatan 23 tahun penyerahannya ke Cina pada tahun 1997, dan hanya satu hari setelah Cina memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang menindak protes di wilayah tersebut. AP News/Vincent YuPolisi memajang spanduk pengumuman publik yang menunjukkan peringatan kepada pengunjuk rasa di Causeway Bay sebelum pawai serah terima tahunan di Hong Kong, Rabu (1/7/2020). Hong Kong menandai peringatan 23 tahun penyerahannya ke Cina pada tahun 1997, dan hanya satu hari setelah Cina memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang menindak protes di wilayah tersebut.

HONG KONG, KOMPAS.com - Warga Hong Kong menemukan cara kreatif untuk mengkritik UU Keamanan Nasional, yakni dengan menggunakan kode khusus.

Kode khusus ini dibuat, buntut dari maraknya penangkapan yang dilakukan polisi untuk orang-orang yang memasang slogan-slogan politik terlarang.

Dilansir dari AFP Sabtu (4/7/2020), bahasa rahasia ini adalah permainan kata untuk mengekspresikan rasa frustrasi mereka.

Baca juga: 5 Dampak UU Keamanan Nasional China di Hong Kong

Munculnya bahasa rahasia ini berasal dari media sosial dan forum-forum obrolan, untuk menemukan bagaimana cara aman dalam melancarkan protes.

Chan Kin-man seorang aktivis senior mengatakan, di Hong Kong yang merupakan kota semi-otonom penduduknya terbiasa mengutarakan isi pikirannya.

"Di ruang publik, seseorang mungkin tidak mengatakan apa-apa atau menggunakan bahasa 'resmi' untuk melindungi diri mereka sendiri," katanya dikutip dari AFP.

"Tapi bahasa rahasia adalah sesuatu yang tidak bisa dilarang hukum."

Pemerintah setempat pada Kamis (2/7/2020) mengumumkan, slogan protes "Bebaskan Hong Kong, revolusi zaman kita" sekarang akan dianggap ilegal.

Baca juga: Buntut UU Keamanan Nasional, Inggris Panggil Dubes China

Bagi sebagian orang, ungkapan itu mewakili aspirasi untuk memisahkan Hong Kong dari China. Tapi ada juga yang menganggap slogan ini lebih ke pengungkapan rasa frustrasi terhadap pemerintah China.

Akhirnya, kode-kode tertentu dibuat untuk menjaga slogan itu tetap hidup.

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X