Hari Ini dalam Sejarah: AS Merdeka, AS Berpesta

Kompas.com - 04/07/2020, 14:44 WIB
Helikopter terbang di langit saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump hadir dalam perayaan Hari Kemerdekaan AS di South Dakota. Acara peringatan ini bertempat di Mount Rushmore, Keystone, South Dakota, pada 3 Juli 2020. REUTERS/TOM BRENNERHelikopter terbang di langit saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump hadir dalam perayaan Hari Kemerdekaan AS di South Dakota. Acara peringatan ini bertempat di Mount Rushmore, Keystone, South Dakota, pada 3 Juli 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Setiap tanggal 4 Juli sejak 1776, Amerika Serikat ( AS) merayakan hari kemerdekaannya. Peristiwa bersejarah ini juga dikenal sebagai Independence Day atau July 4th.

Kemudian sejak 1941, July 4th menjadi hari libur nasional di "Negeri Paman Sam."

Sejarah panjang mengiringi upaya AS merengkuh kemerdekaan. Dari pertempuran di Perang Revolusi hingga perdebatan sengit di Kongres, jalan AS tidak mudah dalam meneriakkan kata "Merdeka!"

Kini di usianya yang ke-244 wajah AS telah berubah banyak, tetapi pandemi virus corona juga mengubah cara perayaan hari kemerdekaan di sana.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Serah Terima Hong Kong dari Inggris ke China

Sejarah kemerdekaan AS

Dilansir dari History.com, tonggak kemerdekaan AS bermula dari Perang Revolusi yang meletus pada April 1775. Beberapa penduduk koloni menginginkan kemerdekaan penuh dari Inggris, dan mereka yang melakukannya dianggap radikal.

Namun pertengahan tahun berikutnya, dukungan untuk merdeka mulai meningkat seiring masifnya permusuhan terhadap Inggris, dan penyebaran sentimen revolusioner dalam pamflet "Common Sense".

Lalu pada 7 Juni ketika Kongres Kontinental bertemu di Pennsylvania State House (kemudian berubah nama jadi Independence Hall) di Philadelphia, delegasi Virginia Richard Henry Lee mengajukan mosi yang menyerukan kemerdekaan koloni.

Di tengah perdebatan sengit, Kongres menunda pemungutan suara pada mosi yang diajukan Lee tapi menunjuk komite berisi 5 orang, untuk menyusun pernyataan resmi yang membenarkan perpisahan dengan Britania Raya.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: 1.961 Km Tembok Besar China Dicuri Warga untuk Bangun Rumah

Kelima orang di komite tersebut adalah Thomas Jefferson dari Virginia, John Adams dari Massachusetts, Roger Sherman dari Connecticut, Benjamin Franklin dari Pennsylvania, dan Robert R Livingston dari New York.

Pada 2 Juli, Kongres Kontinental memilih untuk mendukung mosi Lee dalam suara hampir bulat untuk merdeka. Delegasi New York sempat abstain, tapi akhirnya ikut memilih.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber History
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

Global
Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Global
Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Global
Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Global
Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Global
Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Global
Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Global
8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

Global
'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

Global
Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Global
Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Global
Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Global
Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Global
Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Global
[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

Global
komentar
Close Ads X