Longsor Tambang Batu Giok Myanmar, Ratusan Korban Tewas Pekerja Ilegal

Kompas.com - 03/07/2020, 16:31 WIB
Orang-orang berkumpul di dekat mayat korban tanah longsor di dekat area penambangan batu giok di Hpakant, negara bagian Kachin, Myanmar utara, Kamis, (2/7/2020). Pemerintah Myanmar mengatakan tanah longsor di tambang batu giok telah menewaskan puluhan orang. AP Photo/Zaw Moe HtetOrang-orang berkumpul di dekat mayat korban tanah longsor di dekat area penambangan batu giok di Hpakant, negara bagian Kachin, Myanmar utara, Kamis, (2/7/2020). Pemerintah Myanmar mengatakan tanah longsor di tambang batu giok telah menewaskan puluhan orang.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Para korban tanah longsor di tambang batu giok di Kota Hpakant, Negara Bagian Kachin, Myanmar mayoritas merupakan pekerja yang tidak terdaftar (ilegal).

Menurut Kementerian Informasi Myanmar, para korban adalah pekerja lepas yang datang dari berbagai penjuru Myanmar.

Karena tidak terdaftar, otoritas Myanmar kesulitan mengidentifikasi jumlah korban. 

Tan Hlaing, seorang anggota kelompok masyarakat sipil setempat sekaligus sukarelawan, mengatakan keluarga korban tidak memiliki harapan untuk mendapatkan kompensasi.

Baca juga: Kesaksian Korban Longsor Tambang Batu Giok: Hanya dalam Semenit, Semua Orang Hilang

"Saya tidak tahu cara mereka (pekerja lepas) keluar dari pekerjaan ini. Orang-orang itu tetap mengambil risiko dengan pergi ke tambang karena mereka tidak punya pilihan lain," ujarnya.

Di sisi lain, aktivis lokal menyatakan pemerintah dan pebisnis lokal gagal meregulasi usaha pertambangan itu sebagaimana dilansir dari Newsweek, Kamis (2/7/2020).

Global Witness melaporkan nilai industri pertambangan batu giok di Myanmar sebesar 31 juta dollar Amerika atau senilai Rp 449 miliar pada 2014.

Organisasi investigator pemerintah dan korporasi yang berbasis di London, Inggris tersebut juga melaporkan bisnis pertambangan tersebut mempunyai ikatan dengan pemerintahan junta militer di Myanmar sebelumnya.

Baca juga: Tambang Batu Giok di Myanmar Longsor, 113 Orang Tewas

Sementara itu, setelah 12 jam pencarian pasca tanah longsor,162 jenazah telah ditemukan.

Korban yang mengalami luka-luka tercatat sebanyak 54 orang dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Halaman:

Sumber NPR,Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Global
Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Pilpres Belarus Rusuh, Video Viral Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Pilpres Belarus Rusuh, Video Viral Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Global
Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Global
Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Global
UEA Ambil 'Langkah Berani' Menormalisasi Hubungan dengan Israel

UEA Ambil "Langkah Berani" Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

Global
Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Global
Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Global
Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Global
Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Global
Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Global
Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Global
Veronica Koman Akui Pernah Bayar Sejumlah Uang Pengembalian Beasiswa

Veronica Koman Akui Pernah Bayar Sejumlah Uang Pengembalian Beasiswa

Global
Video Viral: Beruang Liar Piknik Bersama Sebuah Keluarga

Video Viral: Beruang Liar Piknik Bersama Sebuah Keluarga

Global
komentar
Close Ads X