Persatuan Global Menghadapi Tantangan Covid-19

Kompas.com - 03/07/2020, 07:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di BOK Center, Tulsa, Oklahoma, pada Sabtu (20/6/2020). AP/IAN MAULEPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di BOK Center, Tulsa, Oklahoma, pada Sabtu (20/6/2020).

 

Kerjasama militer antar-bangsa, baik dalam aspek operasi maupun latihan dipastikan banyak dipengaruhi oleh hubungan antar-negara dan juga antar persekutuan atau aliansi negara-negara.

Minimal kebijakan pertahanan keamanan negara akan mempertimbangkan pula kebijakan umum dari organisasi regional antar bangsa. Aliansi negara-negara sangat berpengaruh terhadap kebijakan dalam National Security tiap-tiap negara.

Pada Juni 2016 , Kerajaan Inggris keluar dari persekutuan Uni Eropa yang dikenal dengan Brexit.

Pada 2017 Presiden Donald Trump mempromosikan visi baru Amerika Serikat yang terkenal dengan “America First”.

Kepentingan nasional lebih dulu

Orientasi Inggris dan Amerika terlihat seperti mulai menarik diri dari pendekatan hubungan antar-bangsa sebagai sebuah organisasi yang dapat digerakkan bersama-sama dalam menuju perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Minimal realita yang disajikan telah memberikan kesan bahwa Inggris dan Amerika mulai menunjukkan pindahnya prioritas utama mereka yang harus ditujukan terlebih dahulu kepada kepentingan nasional dari pada sebuah wadah antar-bangsa.

Sebuah gambaran nyata dari perubahan yang terjadi, bahwa organisasi antar-bangsa tidak selalu dapat menjadi sandaran bagi sebuah negara dalam memperjuangkan kepentingan nasionalnya.

Awalnya negara-negara besar seperti Amerika Serikat menampilkan dirinya sebagai pelopor dari aliran dengan pendekatan antar-bangsa yang lebih memprioritaskan aliansi atau persekutuan dari pada kepentingan nasionalnya.

Namun, visi baru yang dicanangkan Donald Trump, America First, dapat diartikan bahwa selama ini kebijakan Amerika adalah bukan America First, mungkin United Nation First atau NATO First.

Permasalahan besar yang kini tengah dihadapi adalah ancaman pandemi Covid-19 yang mulai memperlihatkan bahwa tanpa adanya kerjasama yang erat antar bangsa maka mustahil bahaya Covid-19 dapat diatasi dengan tuntas.

Gejala pertentangan yang terjadi justru memunculkan pertanyaan besar setelah Amerika Serikat menyatakan keluar dari WHO di awal 2020.

Nah, bagaimana kelanjutan dari semangat perdamaian dunia menuju peradaban dan kesejahteraan global ke depan?

Di mana peran PBB sebagai wadah yang akan mengantar dunia menuju global peace, global security and prosperity?

Akankah organisasi-organisasi antar-bangsa akan tetap banyak berperan, atau peran dominan dari negara-negara besar dan kuat yang lebih efektif dalam memecahkan permasalahan dunia?

Sejarahlah yang akan menjawab dan mencatatnya nanti.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X