Karena Virus Corona, Trump Makin Marah kepada China

Kompas.com - 01/07/2020, 17:55 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat mengaktifkan Garda Nasional di negara bagian California, New York, dan Washington, pada 21 Maret 2020. JIM LO SCALZO/EPA-EFEPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat mengaktifkan Garda Nasional di negara bagian California, New York, dan Washington, pada 21 Maret 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, dia "makin marah" kepada China karena mewabahnya virus corona.

Pernyataannya itu terjadi di tengah seruan sejumlah pejabat kesehatan yang menyatakan, mereka tidak "berkuasa penuh" atas pandemi itu.

Dalam kicauannya di Twitter, Trump menuturkan bahwa pandemi virus corona sudah mewabah ke seluruh dunia, di mana 10 juta orang terinfeksi.

Baca juga: Dikecam karena Masih Ingin Embargo Iran, AS: Trump Punya Hak Prerogatif

"Dengan kerusakan tak terkira yang ditimbulkan kepada AS, saya menjadi semakin marah kepada China," jelasnya dikutip AFP Rabu (1/7/2020).

Wabah ini, di mana presiden 74 tahun itu menyebut Beijing bertanggung jawab, semakin memperuncing ketegangan dua negara adidaya sejak perang dagang.

Di tengah meningkatnya infeksi di AS, terutama di kawasan selatan dan barat, pakar penyakit menular Dr Anthony Fauci mengungkapkan kekhawatirannya.

Di hadapan Senat AS, Fauci mengatakan bahwa Negeri "Uncle Sam" "berjalan ke arah yang sama". "Jelas kami tidak menguasai keadaan saat ini," kata dia.

Dia juga memperingatkan kasus positifnya bisa bertambah hingga 100.000 per hari jika pemerintah dan publik gagal mengambil langkah pencegahan.

Belum ada jawaban dari China terkait kicauan Trump. Tapi, sebelumnya mereka sudah menuding Gedung Putih mempolitisasi pandemi.

Dalam pandangan Beijing, Washington berusaha mengalihkan sorotoan publik karena status mereka yang merupakan negara paling terdampak virus corona.

Saat ini, lebih dari 2,7 juta rakyat di AS positif tertular Covid-19, dengan 130.122 di antaranya dinyatakan meninggal.

Washington sendiri kemudian menanggapi bahwa mereka meminta pemeirntahan Negeri "Panda" untuk lebih transparan terkait penanganan Covid-19.

Baca juga: Virus Corona Diprediksi Bakal Beri Dampak Negatif ke Trump

Baca tentang

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Global
Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Global
Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Pilpres Belarus Rusuh, Video Viral Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Pilpres Belarus Rusuh, Video Viral Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Global
Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Global
Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Global
UEA Ambil 'Langkah Berani' Menormalisasi Hubungan dengan Israel

UEA Ambil "Langkah Berani" Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

Global
Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Global
Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Global
Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Global
Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Global
Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Global
Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Global
Veronica Koman Akui Pernah Bayar Sejumlah Uang Pengembalian Beasiswa

Veronica Koman Akui Pernah Bayar Sejumlah Uang Pengembalian Beasiswa

Global
komentar
Close Ads X