Dikecam karena Masih Ingin Embargo Iran, AS: Trump Punya Hak Prerogatif

Kompas.com - 01/07/2020, 11:51 WIB
Ilustrasi Iran. SHUTTERSTOCKIlustrasi Iran.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak punya hak untuk menggerakkan mekanisme Dewan Keamanan PBB untuk menghancurkan kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan kembali menyeru soal sanksi.

Dilansir Washington Examiner, pernyataan itu disampaikan oleh salah seorang diplomat senior China yang menggalang dukungan dari negara-negara Eropa.

"Berhenti dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), AS tidak lagi menjadi partisipan dan tidak punya hak untuk kembali memberi sanksi," ungkap Duta Besar China Zhang Jun selama rapat virtual Dewan Keamanan Nasional.

Baca juga: Arab Saudi Minta Sikap Tegas Internasional soal Embargo Senjata Iran

Jerman setuju akan hal itu. 

"Saya sepakat dengan apa yang dikatakan kolega saya dari China (Zhang Jun) tentang campur tangan AS dalam mekanisme tersebut," ujar Duta Besar Jerman, Christoph Heusgen.

Pernyataan itu menandakan penentangan besar di Dewan Keamanan PBB pada Oktober mendatang, di mana saat itu kesepakatan embargo senjata Iran akan menemui batas waktu.

Baca juga: AS-Iran Akan Bertemu untuk Bahas Kesepakatan Nuklir

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengancam akan kembali memberi sanksi internasional jika kesepakatan embargo senjata terhadap Iran dicabut.

Atau, jika China mau pun rusia membatalkan resolusi Dewan Keamanan baru yang akan memperpanjang aturan embargo senjata terhadap Iran.

Sementara itu kepada Dewan Keamanan PBB, Mike Pompeo mengatakan pada Selasa pagi (30/6/2020) bahwa AS punya preferensi luar biasa terkait kerja sama dengan Dewan Keamanan untuk memperpanjang embargo senjata.

Baca juga: Arab Saudi Desak PBB Perpanjang Embargo Senjata terhadap Iran

Tujuannya dikatakan Pompeo, "...untuk melindungi kehidupan manusia, untuk melindungi keamanan nasional kita dan untuk melindungi Anda (Dewan Keamanan)."

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X