Setelah 40 Tahun Lamanya, Pembunuh Golden State Mengakui Perbuatannya

Kompas.com - 30/06/2020, 14:43 WIB
Foto tersangka pembunuh dan pemerkosa Joseph James DeAngelo dipajang dalam jumpa pers pemerintah California di Sacramento pada Rabu (25/4/2018). AFP/JUSTIN SULLIVANFoto tersangka pembunuh dan pemerkosa Joseph James DeAngelo dipajang dalam jumpa pers pemerintah California di Sacramento pada Rabu (25/4/2018).

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Sebutan Pembunuh Golden State sangat melekat pada diri Joseph James DeAngelo. Pada dekade 1970-an, dia mulai meneror wilayah Sacramento, California, Amerika Serikat (AS) dengan aksi pemerkosaannya.

Bukannya berhenti, dia memulai teror baru: pembunuhan kepada 13 orang dan kabur dari tangkapan polisi selama beberapa dekade.

Pada sidang Senin (29/6/2020), Jaksa Penuntut Wilayah Sacramento Thien Ho mengatakan DeAngelo telah membuat pernyataan yang memberatkan setelah penangkapannya.

Baca juga: Takut Bunuh Diri, Pria di India Sewa 4 Pembunuh untuk Membunuhnya

Hal itu juga mengindikasikan bahwa DeAngelo didorong oleh "kekuatan" yang tidak bisa dikendalikan dari dirinya.

Ho menyebutkan ketika DeAngelo sendirian di ruang interogasi polisi, dia mulai berbicara pada dirinya sendiri dan mengatakan "aku melakukan semua itu."

DeAngelo sebelumnya tidak pernah mengakui pembunuhan itu. Dia juga mengatakan "Aku tidak memiliki kekuatan untuk menolaknya. Dia yang membuat saya [seperti ini]. Dia ikut dengan saya. Itu seperti ada di dalam kepala saya, maksud saya, dia bagian dariku."

"Aku tidak ingin melakukan hal-hal itu. Aku mengeluarkan Jerry dan memiliki kehidupan yang bahagia. Aku menghilangkan seluruh nyawa mereka. Jadi sekarang aku harus membayarnya," ujarnya seperti dilansir dari Sky News.

Baca juga: Eks Polisi Pelaku Pembunuhan George Floyd Dipermalukan Saat Belanja

Jaksa penuntut lantas mengatakan sudah tiba waktu bangi DeAngelo untuk membayar perbuatannya. "Kejahatan Joseph sangat mengejutkan. Setiap kali dia melarikan diri, dia menyelinap pergi diam-diam dalam kepekatan malam," sambungnya.

DeAngelo lantas mengajukan permohonan bersalah sebagai salah satu kesepakatan dengan jaksa penuntut untuk mengakui semua tuduhan terhadapnya, termasuk puluhan kasus pemerkosaan yang terlalu tua untuk dituntut, sejak pertengahan dekade 1970-an.

Kesepakatan itu akan menghindarkannya dari potensi hukuman mati. Namun ia akan menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Halaman:

Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X