Pasangan yang Menodongkan Pistol: Nyawa Kami Terancam

Kompas.com - 30/06/2020, 11:48 WIB
Seorang perempuan menodongkan pistol ke arah pengunjuk rasa yang hendak memasuki rumahnya dalam aksi menentang Wali Kota St Louis, Lyda Krewson, Missouri, Amerika Serikat (AS), pada 28 Juni 2020. REUTERS PHOTO/Lawrence BryantSeorang perempuan menodongkan pistol ke arah pengunjuk rasa yang hendak memasuki rumahnya dalam aksi menentang Wali Kota St Louis, Lyda Krewson, Missouri, Amerika Serikat (AS), pada 28 Juni 2020.

ST LOUIS, KOMPAS.com - Pasangan Pria dan perempuan yang menodongkan senjata api kepada pengunjuk rasa mengaku takut akan kemarahan massa.

Kini, identitas pasangan yang menodongkan senjata api pada para pengunjuk rasa di kawasan elit St. Louis, Missouri, Amerika Srikat (AS) terkuak. Sang pria bernama Mark McCloskey (63) dan sang wanita bernama Patricia (61).

Keduanya menodongkan senjata api di mana Mark McCloskey menggengam senapan semi otomatis sedangkan Patricia membawa pistol

Pada video sebelumnya, keduanya menodongkan senjata api kepada para pengunjuk rasa yang berada di luar rumahnya.

Baca juga: Pasangan Ini Menodongkan Pistol ke Arah Aktivis BLM

Saat diwawancarai KMOV-TV, McCloskey mengaku bahwa dia dan pasangannya berprofesi sebagai pengacara. 

Dia mengaku saat itu mereka takut akan "kemarahan massa" yang terjadi di jalan privat kawasan elit tersebut.

Dia juga mengklaim bahwa para pengunjuk rasa terlihat terburu-buru ke arah rumahnya ketika dia dan pasangannya tengah makan. Hal itu membuatnya merasa "nyawanya terancam".

"Ini semua adalah properti pribadi. Tidak ada trotoar publik atau jalanan publik. Kami semua diberitahu bahwa kami akan dibunuh, rumah kami akan dibakar, dan anjing kami juga akan dibunuh. Kami sendirian menghadapi kemarahan massa," ujarnya dilansir dari Sky News.

Pihak kepolisian mengatakan pasangan itu mendengar keributan di jalan dan melihat segerombolan orang menghancurkan gerbang besi.

Pada gerbang besi itu sendiri, menurut kepolisian, tertulis "dilarang masuk tanpa izin" dan "jalan pribadi".

Baca juga: Aktivis Black Lives Matter Ini Minta Patung Yesus di Eropa Diturunkan, Kenapa?

Halaman:

Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X