Teka-teki Kasus "George Floyd India", Laporan Polisi Beda dengan Rekaman CCTV

Kompas.com - 30/06/2020, 07:00 WIB
Foto tertanggal 26 Juni 2020 memperlihatkan warga India berkumpul untuk mengiringi peti mati J Jayaraj (58) dan putranya, Bennicks Immanuel (31). Mereka tewas diduga karena dianiaya polisi di Kota Sathankulam, Distrik Thoothukudi, Negara Bagian Tamil Nadu, India. Kematian ayah dan anak di tangan polisi ini seakan mengulang kasus George Floyd di Amerika Serikat. AFPFoto tertanggal 26 Juni 2020 memperlihatkan warga India berkumpul untuk mengiringi peti mati J Jayaraj (58) dan putranya, Bennicks Immanuel (31). Mereka tewas diduga karena dianiaya polisi di Kota Sathankulam, Distrik Thoothukudi, Negara Bagian Tamil Nadu, India. Kematian ayah dan anak di tangan polisi ini seakan mengulang kasus George Floyd di Amerika Serikat.

SATHANKULAM, KOMPAS.com - Ada perbedaan mencelok antara laporan polisi dengan rekaman CCTV, dalam kasus " George Floyd India".

Kasus ini melibatkan kematian ayah dan anak saat dalam penahanan polisi di Sathankulam, India.

Korban bernama J Jayaraj (58) dan putranya Beniks Immanuel (31), tewas usai diduga dianiaya polisi.

Baca juga: Ayah dan Anak Tewas Dianiaya Polisi, Kasus George Floyd Terulang di India

Namun dalam temuan baru yang diungkap Opindia, terdapat benang kusut yang belum terurai untuk menyelesaikan kasus ini.

Rekaman CCTV yang diakses oleh saluran berita itu menunjukkan ayah dan anak itu tidak melawan saat dibekuk polisi, tetapi di First Information Report (FIR) atau laporan polisi dikatakan mereka berguling-guling di lantai.

Berbeda dengan klaim yang dibuat polisi, rekaman CCTV juga menunjukkan tidak ada kerumunan di depan toko, seperti yang tercantum di FIR.

Kemudian, tidak ada bukti dari CCTV bahwa Jayaraj dan Beniks mengancam atau melecehkan polisi.

Baca juga: Kasus George Floyd Terulang di India, Tahanan Tewas dengan Luka di Dubur

Sebaliknya, polisi mengklaim luka-luka yang diderita korban karena berguling-guling di lantai.

Lebih lanjut Opindia menguraikan, dari CCTV terlihat ayah dan anak itu patuh saat digiring petugas ke mobil polisi. Temuan ini bertentangan dengan klaim polisi di FIR bahwa mereka berperilaku agresif.

Kematian keduanya di dalam sel tahanan memicu kemarahan besar, terutama di Negara Bagian Tamil Nadu, India.

Halaman:

Sumber Opindia
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Global
Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Global
Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Global
Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Global
Pangeran Arab Saudi, Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, Wafat

Pangeran Arab Saudi, Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, Wafat

Global
Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Global
Sudan Transfer AS Rp 4,9 Triliun untuk Keluar dari Daftar Negara Terorisme

Sudan Transfer AS Rp 4,9 Triliun untuk Keluar dari Daftar Negara Terorisme

Global
Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Pakai Masker di Depan Umum

Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Pakai Masker di Depan Umum

Global
Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Global
komentar
Close Ads X