Aktivis Black Lives Matter Ini Minta Patung Yesus di Eropa Diturunkan, Kenapa?

Kompas.com - 29/06/2020, 19:23 WIB
Shaun King menerima penghargaan di atas panggung saat Rihannas Diamond Ball Tahunan ke-5 , mendapat penghargaan The Clara Lionel Foundation di Cipriani Wall Street pada 12 September 2019 di New York City. AFP/Dave KotinskyShaun King menerima penghargaan di atas panggung saat Rihannas Diamond Ball Tahunan ke-5 , mendapat penghargaan The Clara Lionel Foundation di Cipriani Wall Street pada 12 September 2019 di New York City.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Aktivis Black Lives Matter ( BLM), Shaun King mengunggah pernyataan kontroversial melalui Twitternya.

Dia mengatakan, "Ya, saya pikir patung-patung Eropa kulit putih yang mereka klaim sebagai Yesus juga harus diturunkan."

"Ada bentuk supremasi kulit putih. Selalu begitu. Di Alkitab, ketika keluarga Yesus ingin bersembunyi dan menyamar, ke mana mereka pergi? MESIR! Bukan Denmark. Turunkan mereka."

Baca juga: Dukung Gerakan Black Lives Matter, LOreal Hapus Kata Whitening di Produknya

King juga menyatakan bahwa setiap patung atau pun monumen tiap orang yang menguasai orang lain harus diruntuhkan. Baik oleh pemerintah mau pun masyarakat. 

Dia bahkan menyebut patung George Washington dan Thomas Jefferson juga termasuk patung-patung yang harus diturunkan karena dianggapnya tercela dan bahkan, monster.

Gerakan penurunan patung telah berulang kali ditangani oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca juga: Foto Viral Pria Kulit Hitam Selamatkan Pria Kulit Putih dalam Demo Black Lives Matter

Pada Rabu lalu di Rose Garden, Gedung Putih, Presiden Trump mengatakan, "Saya pikir banyak orang yang menjatuhkan patung-patung itu bahkan tidak mengerti apa sebenarnya patung tersebut," ujar Trump.

"...Sekarang mereka menyasar patung Yesus Kristus. Mereka juga menyasar George Washington. Mereka menyasar Abraham Lincoln, Thomas Jefferson. Itu tidak akan terjadi. Tidak akan pernah terjadi," ungkap Trump.

Ada pun King, selain dikenal sebagai aktivis yang kerap melakukan kontroversi, dia ternyata seorang aktivis liberal yang sebelumnya pernah mewakili kampanye Senator Vermont, Bernie Sanders.

Baca juga: Black Lives Matter, Band-Aid Bikin Plester Beragam Warna Kulit

King telah menghimpun banyak media sosial besar sebagai tindak lanjut akan kegiatannya sebagai aktivis.

Selain itu, King juga pendiri The North Star, sebuah situs web yang dikenal sebagai 'pusat jurnalisme pembebasan', sebuah situs dari koran abolisionis yang dibredel di era 1800-an.

Di dalam gerakan resmi jaringan Black Lives Matter (BLM), Shaun King tidak memegang posisi resmi apa pun. Meski begitu, dia telah aktif dalam organisasi yang telah secara luas diakui sebagai pusat pergerakan itu.

Baca juga: Al Qaeda Coba Tumpangi Protes Black Lives Matter


Sumber Fox News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Sebut Cawapres Biden, Kamala Harris 'Buruk' dan 'Licik'

Trump Sebut Cawapres Biden, Kamala Harris 'Buruk' dan 'Licik'

Global
Rusia di Antara Berbagai Penelitian Vaksin Covid-19 dari Berbagai Negara

Rusia di Antara Berbagai Penelitian Vaksin Covid-19 dari Berbagai Negara

Global
Bencana Minyak Tumpah Mauritius, Hewan Laut Mulai Mati

Bencana Minyak Tumpah Mauritius, Hewan Laut Mulai Mati

Global
Vaksin Corona Sputnik V yang Diketahui Sejauh Ini…

Vaksin Corona Sputnik V yang Diketahui Sejauh Ini…

Global
Rusia Klaim Telah Temukan Vaksin Covid-19 di Tengah Kasus di Seluruh Dunia Tembus 20 Juta

Rusia Klaim Telah Temukan Vaksin Covid-19 di Tengah Kasus di Seluruh Dunia Tembus 20 Juta

Global
AS Pesan 100 Juta Calon Vaksin Corona dari Moderna, Rp 22 Triliun Digelontorkan

AS Pesan 100 Juta Calon Vaksin Corona dari Moderna, Rp 22 Triliun Digelontorkan

Global
Jelang Pemilu, Selandia Baru Terapkan Siaga 2 karena Kasus Covid-19 Baru

Jelang Pemilu, Selandia Baru Terapkan Siaga 2 karena Kasus Covid-19 Baru

Global
Rusia Klaim Temukan Vaksin Corona Pertama, Menkes AS: Kami Tidak Terpengaruh

Rusia Klaim Temukan Vaksin Corona Pertama, Menkes AS: Kami Tidak Terpengaruh

Global
Joe Biden Pilih Senator Kamala Harris sebagai Cawapres Melawan Trump

Joe Biden Pilih Senator Kamala Harris sebagai Cawapres Melawan Trump

Global
Ciptakan Vaksin Corona, Rusia juga Luncurkan Situs Resmi Vaksin Sputnik V

Ciptakan Vaksin Corona, Rusia juga Luncurkan Situs Resmi Vaksin Sputnik V

Global
Pakar Nilai Klaim Putin soal Vaksin Corona 'Sembrono dan Tidak Etis'

Pakar Nilai Klaim Putin soal Vaksin Corona "Sembrono dan Tidak Etis"

Global
Menkes Rusia Sebut Vaksin Corona 'Sputnik V' Mampu Beri Kekebalan Hingga 2 Tahun

Menkes Rusia Sebut Vaksin Corona 'Sputnik V' Mampu Beri Kekebalan Hingga 2 Tahun

Global
Belum Terbukti Ampuh, 5,7 Miliar Calon Vaksin Corona Sudah Dipesan di Seluruh Dunia

Belum Terbukti Ampuh, 5,7 Miliar Calon Vaksin Corona Sudah Dipesan di Seluruh Dunia

Global
[POPULER GLOBAL] Skandal Seks Mantan Bos McDonald's dengan Karyawati | Putin Sebut Putrinya Sudah Disuntik Vaksin Corona Pertama dari Rusia

[POPULER GLOBAL] Skandal Seks Mantan Bos McDonald's dengan Karyawati | Putin Sebut Putrinya Sudah Disuntik Vaksin Corona Pertama dari Rusia

Global
Selandia Baru Kembali Terapkan Lockdown, Setelah Muncul 4 Kasus Covid-19 Baru

Selandia Baru Kembali Terapkan Lockdown, Setelah Muncul 4 Kasus Covid-19 Baru

Global
komentar
Close Ads X