Tak Hanya The Rolling Stones, Musisi Lain Juga Peringatkan Trump agar Tak Pakai Lagu Mereka Lagi

Kompas.com - 29/06/2020, 07:00 WIB
(Dari kiri ke kanan) Mick Jagger, Charlie Watts, Keith Richards, dan Ronnie Wood, tiba di bandara Jose Marti, Havana, Kuba, Kamis (24/3/2016). AP(Dari kiri ke kanan) Mick Jagger, Charlie Watts, Keith Richards, dan Ronnie Wood, tiba di bandara Jose Marti, Havana, Kuba, Kamis (24/3/2016).

KOMPAS.com - Band Rolling Stones mengancam akan menuntut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas penggunaan lagu mereka dalam kampanye pilpres.

Presiden AS itu memainkan lagu-lagu klasik Rolling Stones era 1969 dalam kampanye yang dia lakukan.

The Rolling Stones, nama lengkap band yang terdiri dari Vokalis Mick Jagger, Gitaris Keith Richards dan Ronnie Wood, dan Drummer Charlie Watts.

Baca juga: Mick Jagger Tanggapi Paul McCartney yang Sebut The Beatles Lebih Baik dari The Rolling Stones

The Rolling Stones dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (28/6/2020) mengatakan bahwa kuasa hukum mereka sedang bekerja dengan organisasi BMI terkait hak musik agar Trump menghentikan pemutaran lagu-lagu mereka dalam kampanyenya.

Pihak BMI telah memberitahu tim kampanye Trump atas nama grup musik kawakan itu bahwa penggunaan lagu-lagu mereka secara tidak sah akan melanggar perjanjian lisensi.

Apabila Trump mengabaikan dan tetap memutar lagu-lagu The Rolling Stones, dia akan menghadapi tuntutan hukum karena telah melanggar embargo dan memainkan musik yang belum dilisensikan.

Baca juga: Mick Jagger Cedera Saat Persiapkan Tur The Rolling Stones

Sebelumnya, The Rolling Stones juga telah mengeluhkan penggunaan musik mereka dalam kampanye Trump pada 2016 untuk 'menggairahkan' markas konservatifnya.

Para musisi dan perwakilan lainnya juga telah mengeluhkan tentang musik mereka yang diasosiasikan dengan acara Trump.

Keluarga almarhum penyanyi kebangsaan AS, Tom Petty juga meminta agar Trump berhenti memutar lagu musisi yang tenar di era 80-an itu setelah lagu yang berjudul 'I won't back down' diputar pada kampanyenya di Tulsa.

Baca juga: Relawan Trump Cabuti Stiker Social Distancing Sebelum Kampanye di Tulsa

"Trump sama sekali tidak diizinkan untuk menggunakan lagu ini dalam lanjutan kampanyenya yang telah mengabaikan terlalu banyak orang Amerika dan akal sehat," ungkap pernyataan itu.

"Baik almarhum Tom Pettu dan keluarganya dengan tegas menentang rasisme dan diskriminasi dalam bentuk apa pun.

Tom Petty tidak akan pernah ingin lagu miliknya digunakan dalam kampanye kebencian. Dia sosok yang menyatukan banyak orang."

Baca juga: Ditanya Apa Rencana jika Terpilih Lagi, Jawaban Trump Ngawur

Selain itu, ada juga penyanyi rock and roll kelahiran Kanada, Neil Young yang pernah menegur Trump pada 2018 setelah mendengar salah satu lagunya diputar dalam kampanye Trump.

Presiden AS itu tetap menggunakan single 1990-nya, 'Rocking in the Free World', dalam kampanye meski pun sebelumnya sudah diperingatkan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X