Setelah 23 Tahun Terbit, Buku Harry Potter Baru Direkomendasikan Rezim Korea Utara

Kompas.com - 27/06/2020, 15:39 WIB
JK Rowling. ABCJK Rowling.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Sensor negara diktator Korea Utara menyanjung buku-buku Harry Potter karya JK Rowling karena dianggap sesuai dengan spirit negara itu.

Padahal, buku-buku serial Harry Potter karya Rowling sudah terbit 23 tahun yang lalu.

Selama 23 tahun itu, buku karangan JK Rowling sudah berada di badan sensor Korea Utara, tetapi baru kini badan itu memuji dan merekomendasikan novel fiksi tersebut di negara mereka.

Baca juga: Dianggap Penistaan, Buku Harry Potter Dibakar Pastor di Polandia

Sebelum direkomendasikan dan beredar di Korea Utara, buku-buku harus melalui badan sensor bernama Aliansi Penulis Joseon.

Karya yang diterbitkan di Korea Utara harus mendukung kebijakan dan spirit Partai Buruh Korea.

Surat kabar sastra, corong aliansi itu pada 20 Juni lalu memuji tujuh buku dalam seri Harry Potter karya Rowling.

Baca juga: JK Rowling Bikin Situs Harry Potter Baru untuk Usir Kebosanan karena Corona

Pernyataan itu berbunyi, "Harry Potter menunjukkan gagasan bahwa anak-anak seharusnya merintis jalan mereka dengan kekuatan dan kemampuan diri mereka sendiri."

Rezim Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong Un sangat mengatur konten internasional dan melarang hiburan asing, seperti film dan musik.

Namun, warga negara elite yang kaya dapat secara diam-diam mengaksesnya melalui USB drive yang diselundupkan ke negara itu.

Baca juga: JK Rowling Sebut Tokoh Nagini Berasal dari Mitologi Indonesia


Sumber Daily Mail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

Global
Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Global
Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Global
Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Global
Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Global
Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Global
Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Global
8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

Global
'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

Global
Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Global
Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Global
Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Global
Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Global
Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Global
[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

Global
komentar
Close Ads X