Korut ke AS: Hanya Nuklir yang Bisa Mengalahkan Nuklir

Kompas.com - 26/06/2020, 18:54 WIB
Korea Utara menjadi satu-satunya negara di dunia yang masih melakukan uji senjata nuklir. GoogleKorea Utara menjadi satu-satunya negara di dunia yang masih melakukan uji senjata nuklir.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengklaim pada Kamis (25/6/2020) bahwa di tengah 'sikap perseteruan' dari Amerika Serikat, Korut tidak punya pilihan selain adu nuklir.

Informasi itu diumumkan bertepatan dengan peringatan ke-70 tahun Perang Korea yang pertama kali meletus pada Juni 1950.

"Untuk menghilangkan ancaman nuklir dari Amerika Serikat, pemerintah Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) telah berupaya melalui dialog atau menggunakan undang-undang internasional, tapi semuanya berakhir sia-sia," demikian salah satu pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri bidang Perlucutan Senjata dan Perdamaian.

Kementerian itu menggunakan nama resmi negara Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

"Satu-satunya pilihan adalah adu nuklir dengan nuklir," ungkap pernyaaan itu.

Baca juga: Pakar Sebut Serangan Korea Utara demi Raih Konsesi secara Paksa

Sementara itu diketahui bahwa pemerintahan Trump dan rezim Kim Jong Un pernah melakukan serangkaian diskusi untuk mengekang ambisi nuklir Korea Utara namun mereka gagal mencapai kesepakatan yang mengikat.

Korea Utara baru-baru ini juga telah meluncurkan uji coba rudal jarak pendek, meledakkan kantor penghubung antar-Korea dan memutus jalur komunikasi dengan Korea Selatan.

Namun begitu, Pyongyang pada Rabu kemarin mengatakan akan menunda aksi militer terhadap Seoul.

Baca juga: Korea Selatan: Tak Ada Pergerakan Mencurigakan dari Korea Utara

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada upacara peringatan korban perang Korea mendesak Korea Utara untuk berdamai.

Dia bahkan mengatakan tidak punya niatan untuk memaksa pandangan politisnnya atau pun sistem ekonominya terhadap Pyongyang.

Melansir New York Post, Moon Jae-in berkata, "Kami akan terus mencari jalan yang menguntungkan kedua belah pihak melalui perdamaian," dia juga menambahkan, "Sebelum bicara soal unifikasi, marilah kita menjadi tetangga yang baik satu sama lain."

Baca juga: Kondisi Kim Jong Un, Jepang Deteksi Pergerakan Aneh di Korea Utara

Perang 1950-1953 antar Korea berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai. Itu artinya perang secara teknis masih berlangsung.

Sementara itu, seorang veteran perang dari Korea Selatan mengatakan bahwa dirinya pesimis terhadap prospek perdamaian antar-Korea.

"Perang belum berakhir dan saya tidak berpikir perdamaian akan datang ketika saya masih hidup," kata Kim Yeong-ho yang berusia 89 tahun.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

Global
Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Global
Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Global
Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Global
Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Global
Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Global
Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Global
8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

Global
'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

Global
Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Global
Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Global
Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Global
Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Global
Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Komite Investigasi Lebanon Diberi Waktu 4 Hari Temukan Pelaku Ledakan Beirut

Global
[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

[BERITA FOTO] Wajah Kehancuran Kota Beirut Pasca Ledakan Masif

Global
komentar
Close Ads X