Jepang Batal Pasang Sistem Anti-Rudal Aegis Ashore, Ini 2 Sebabnya

Kompas.com - 26/06/2020, 18:13 WIB
Sistem radar anti-serangan rudal bikinan pabrikan Lockheed Martin, Aegis Ashore. via Lockheed MartinSistem radar anti-serangan rudal bikinan pabrikan Lockheed Martin, Aegis Ashore.

Di hari itu juga Kono berkata ke wartawan, pemerintah akan terus membahas kebutuhan pertahanan dengan partai-partai yang berkuasa serta AS, selain pembicaraan di Dewan Keamanan Nasional.

Namun Kono tidak menerangkan secara gamblang ketika ditanya tentang kemungkinan menyerang pangkalan asing.

Gagasan kontroversial itu sempat dilontarkan oleh beberapa anggota Partai Demokrat Liberal (LDP), mengingat Konstitusi Jepang menolak perang.

"Saya lega kecemasan di antara penduduk sudah hilang," kata Gubernur Akita, Norihisa Satake dikutip dari Kyodo.

Ia menambahkan, Kono meneleponnya di pagi hari bahwa pemerintah pusat "tidak akan mengerahkan lagi" unit Aegis Ashore di Negeri "Sakura".

Baca juga: UFO Diduga Muncul di Jepang Saat Siang Bolong, Terlihat seperti Balon

"Tapi saya ingin tahu untuk apa 2,5 tahun ini (sejak persetujuan kabinet tentang pemasangan pelontar)," kata Satake.

Sementara itu Gubernur Yamaguchi Tsugumasa Muraoka berkata di hadapan wartawan, dia bersyukur atas keputusan cepat pemerintah.

Pada Desember 2017 Jepang memutuskan untuk memasang dua pelontar Aegis Ashore, setelah serangkaian rudal balistik diluncurkan oleh Korut, dan dorongan dari Presiden AS Donald Trump untuk menjual lebih banyak peralatan militer dalam kebijakan "Buy American".

Pemasangan dijadwalkan paling cepat secara fiskal pada 2025.

Tokyo dan Washington telah menandatangani kontrak senilai 180 miliar yen (23,8 triliun) untuk sistem Aegis Ashore. Departemen Pertahanan Jepang menyebutkan telah melunasi 12,5 miliar yen (Rp 1,6 triliun).

Halaman:

Sumber Kyodo News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X