Sebulan Usai George Floyd Tewas, Ini 5 Perubahan yang Terjadi di Dunia

Kompas.com - 26/06/2020, 16:56 WIB
Para pengunjuk rasa melempar patung pedagang budak Edward Colston ke pelabuhan Bristol, selama demonstrasi protes Black Lives Matter, di Bristol, Inggris, Minggu 7 Juni 2020. Unjuk rasa dilakukan sebagai tanggapan atas pembunuhan George Floyd baru-baru ini oleh petugas polisi di Minneapolis, AS, yang telah menyebabkan protes di banyak negara dan di seluruh AS. AP/Ben BirchallPara pengunjuk rasa melempar patung pedagang budak Edward Colston ke pelabuhan Bristol, selama demonstrasi protes Black Lives Matter, di Bristol, Inggris, Minggu 7 Juni 2020. Unjuk rasa dilakukan sebagai tanggapan atas pembunuhan George Floyd baru-baru ini oleh petugas polisi di Minneapolis, AS, yang telah menyebabkan protes di banyak negara dan di seluruh AS.

KOMPAS.com - Sudah sebulan berlalu sejak kematian George Floyd pada 25 Mei. Setelah tragedi itu, ada 5 perubahan besar yang terjadi dunia.

Perubahan-perubahan ini meliputi berbagai bidang, mulai definisi rasisme di kamus hingga fitur di video game.

Perubahannya juga tidak hanya di Amerika Serikat (AS), tapi juga terdapat di negara-negara lainnya.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah kelima perubahan tersebut.

Baca juga: Eks Polisi Pelaku Pembunuhan George Floyd Dipermalukan Saat Belanja

1. Definisi rasisme di kamus Merriam-Webster akan diganti

Kamus referensi Amerika Serikat, Merriam-Webster akan mengubah definisi kata 'rasisme' berdasarkan permintaan seorang wanita kulit hitam, yang menginginkan definisi itu merefleksikan lebih baik akan penindasan terhadap warga kulit berwarna.

Kennedy Mitchum wanita Afrika-Amerika, lulusan baru Universitas Drake di Iowa menghubungi pihak Merriam-Webster, yang telah menerbitkan kamusnya sejak 1847 itu, mengusulkan pembaharuan istilah tersebut.

"Saya pada dasarnya memberitahu mereka bahwa mereka harus memasukkan bahwa ada sistem penindasan terhadap sebuah kelompok orang," ujar Mitchum kepada media lokal KMOV yang berafiliasi dengan CBS.

Saat ini kamus Merriam-Webster menawarkan tiga definisi rasisme, dan Sokolowski mengatakan bahwa definisi kedua telah memiliki poin yang dimaksud oleh Mitchum, namun dia mengatakan, "kami akan membuat definisinya lebih jelas dalam penerbitan kami selanjutnya."

Baca juga: Wanita Kulit Hitam Ini Minta Kamus Merriam-Webster AS Ubah Definisi Rasisme

2. Aktivis Suku Aborigin minta nama negara bagian Victoria diganti

Seorang aktivis Suku Aborigin dan mantan anggota parlemen Australia meminta nama negara bagian Victoria diganti.

Dilansir dari Daily Mail Selasa (16/6/2020), Lidia Thorpe anggota Majelis Legislatif Victoria 2017-2018 menyerukan perubahan, karena negara bagian tersebut dinamakan sesuai nama Ratu Inggris, Victoria.

Salah satu panel lukisan di kereta emas Belanda atau Gouden Koets, menggambarkan situasi Indonesia di zaman kolonial. Lukisan ini bernama Hulde der Kolonieen.TWITTER @redfishstream Salah satu panel lukisan di kereta emas Belanda atau Gouden Koets, menggambarkan situasi Indonesia di zaman kolonial. Lukisan ini bernama Hulde der Kolonieen.
"Apa pun yang dinamai sesuai seseorang yang menyebabkan orang terluka atau terbunuh, maka menurut saya nama itu harus dicabut," katanya kepada The Herald Sun.

Thorpe merupakan wanita Aborigin pertama yang terpilih menjadi anggota Parlemen Victoria.

Menurutnya, kelompok masyarakat adat dan pemerintah negara bagian harus mempertimbangkan gagasan itu.

Baca juga: Suku Aborigin di Australia Masih Bebas Virus Corona, Apa Rahasianya?

3. Ribuan orang gugat lukisan di kereta emas Belanda

Sebuah petisi muncul usai viralnya foto kereta emas Belanda bergambar perbudakan di zaman kolonial.

Kereta bernama Gouden Koets, yang dalam bahasa Indonesia berarti kereta emas, memantik beragam reaksi warganet.

Pasalnya, empat panel lukisan di Gouden Koets menggambarkan kejayaan Belanda di era kolonial, termasuk saat menjajah Indonesia.

Lorraine Riva (47) WNI penyuka sejarah yang tinggal di Belanda, menyebutkan ada satu petisi yang menggugat kereta emas itu.

Baca juga: Heboh, Kereta Emas Belanda Bergambar Perbudakan di Indonesia, Ini Penjelasannya

"Kabar paling gres, ada petisinya."

"(Petisinya) mulai kemarin malam (8/6/2020). Nama inisiatornya seperti orang Suriname keturunan India," ungkap Lorraine saat dihubungi Kompas.com Selasa (9/6/2020).

Wanita yang akrab dipanggil Yoyen itu merupakan salah satu warganet yang berkicau di Twitter, untuk memberi penjelasan tentang makna lukisan di Gouden Koets.

Seorang pengguna jalan melintasi patung Christopher Columbus yang dipenggal di Boston, Amerika Serikat (AS), Rabu (10/6/2020). Patung itu dipenggal di tengah demo George Floyd yang menyerukan penghapusan simbol perbudakan dan penjajahan.AP PHOTO/Steven Senne Seorang pengguna jalan melintasi patung Christopher Columbus yang dipenggal di Boston, Amerika Serikat (AS), Rabu (10/6/2020). Patung itu dipenggal di tengah demo George Floyd yang menyerukan penghapusan simbol perbudakan dan penjajahan.
Petisi yang bisa diakses di goudenkoetsinmuseum.petities.nl itu hingga Jumat (26/6/2020) sore WIB telah ditandatangani 7.083 orang.

Baca juga: Viral Foto Kereta Emas Belanda Bergambar Budak Indonesia, Ribuan Orang Menggugat

4. Mobil polisi di Fortnite dihapus

Kreator game Fortnite pada Senin (22/6/2020) mengumumkan, telah menghapus mobil-mobil polisi di mobile game yang populer itu, buntut dari maraknya demo anti-rasisme di AS.

Dalam update terbarunya pekan lalu, Fortnite mencantumkan pemberitahuan bahwa mereka tak lagi memunculkan mobil polisi.

Namun salah seorang sumber yang diwawancarai The Wall Street Journal sebagaimana dilansir AFP mengungkapkan, kebijakan ini diambil bukan karena faktor politik.

"Saya tidak akan mengatakan ini urusan politik. Menurut saya ini karena isu yang sedang sensitif di masyarakat".

5. Patung-patung dirobohkan

Demonstrasi menuntut keadilan atas kematian George Floyd juga meluas ke luar Amerika Serikat (AS). Beberapa patung tokoh dunia pun ikut jadi korban usai dirusak massa.

Pengrusakan patung ini dilakukan dengan cara yang berbeda-beda, tapi sama-sama terkait isu rasialisme yang sedang marak diperbincangkan.

Ada lima patung bersejarah di dunia yang dirusak saat demo George Floyd, yaitu Edward Colston (Inggris), Christopher Columbus (Boston, AS), Jefferson Davis (Virginia, AS), Leopold II (Belgia), dan Winston Churchill (Inggris).

Baca juga: Demo George Floyd, 5 Patung Tokoh Dunia Ini Dirusak Massa dan Ada yang Dibuang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X