Diminta Reuni dengan PM Malaysia, Mahathir Ogah Bekerja dengan Pengkhianat

Kompas.com - 25/06/2020, 22:25 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad AFP Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan penerusnya, Muhyiddin Yassin, adalah seorang pengkhianat dan dia ogah bekerja sama.

Dalam tulisan di blognya, Mahathir mengungkapkan dia membentuk Partai Bersatu bersama Muhyiddin dan masuk koalisi Pakatan Harapan untuk mengalakhkan Najib Razak.

Tapi, dia kecewa setelah Muhyiddin Yassin, yang menjadi PM Malaysia pada 1 Maret, memilih untuk bekerja sama dengan pihak yang mereka kalahkan.

Baca juga: Putuskan Hubungan, Mahathir Tolak Bekerja Sama Lagi dengan Anwar Ibrahim

Dalam aliansi Perikatan Nasional, terdapat Organisasi Nasional Malay Bersatu (UMNO), partai pimpinan Najib yang dikalahkan di pemilu 2018.

Mahathir dilansir Malay Mail Kamis (25/6/2020) mengatakan, melihat Muhyiddin bekerja dengan UMNO membuatnya tidak bisa menerima.

"Bagi saya, ini adalah pengkhianatan terhadap rakyat, pengkhianatan juga bagi mitra di Pakatan yang bekerja untuk mencapai tujuan kami," jelasnya.

Mahathir Mohamad menuturkan tanpa Pakatan, Muhyiddin tidak akan bisa membentuk "pemerintahan pintu belakang" dan jadi PM Negeri "Jiran".

Politisi berjuluk Dr M tersebut mengaku harus menyuarakannya setelah muncul seruan agar dia bereuni saja dengan Muhyiddin.

Mahathir berujar, dia mendapat nasihat agar mengesampingkan perselisihannya dengan Muhyiddin dan memberikan dukungan kepadanya.

Baca juga: Mahathir Mohamad Tantang Najib Razak, Ada Apa?

Dia menyatakan, sejarah akan mengingat Muhyiddin sebagai pengkhianat yang sempat mendukung Pakatan harus di pemilu 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Global
Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Global
Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Global
Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Global
UEA Ambil 'Langkah Berani' Menormalisasi Hubungan dengan Israel

UEA Ambil "Langkah Berani" Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

Global
Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Global
Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Global
Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Global
Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Global
Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Global
Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Global
Veronica Koman Akui Pernah Bayar Sejumlah Uang Pengembalian Beasiswa

Veronica Koman Akui Pernah Bayar Sejumlah Uang Pengembalian Beasiswa

Global
Video Viral: Beruang Liar Piknik Bersama Sebuah Keluarga

Video Viral: Beruang Liar Piknik Bersama Sebuah Keluarga

Global
komentar
Close Ads X