Kompas.com - 25/06/2020, 15:35 WIB
Pendiri WikiLeaks Julian Assange memberi isyarat dari jendela sebuah mobil van yang membawanya ke penjara dari Southwark Crown Court di London, Inggris, pada 1 Mei 2019. (AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS) DANIEL LEAL-OLIVASPendiri WikiLeaks Julian Assange memberi isyarat dari jendela sebuah mobil van yang membawanya ke penjara dari Southwark Crown Court di London, Inggris, pada 1 Mei 2019. (AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS)

KOMPAS.com - Jaksa memberikan dakwaan baru terhadap pendiri WikiLeaks, Julian Assange (48) dengan mengatakan bahwa pria itu merekrut hacker untuk mendapatkan data rahasia pemerintah.

Julian Assange dituduh Departemen Kehakiman AS telah berupaya merekrut para hacker dalam konferensi-konferensi di Eropa dan Asia serta berkonspirasi dengan grup hacker termasuk LulzSec dan hacker 'anonim' agar mendapatkan data rahasia pemerintah.

Dakwaan baru terhadap Assange disampaikan dalam surat dakwaan yang diperbarui pada Rabu (24/6/2020).

Dakwaan yang telah diperbarui itu tidak berisi dakwaan tambahan di luar 18 dakwaan yang diberikan Departemen Kehakiman AS pada 2019. 

Akan tetapi, di dalamnya jaksa menggarisbawahi upaya Assange untuk mendapatkan dan mengeluarkan informasi rahasia, yakni tuduhan yang menjadi dasar tuduhan pidana yang sebelumnya sudah dia hadapi.

Selain merekrut para hacker untuk konferensi, dokumen dakwaan menuduh Assange telah mendapatkan akses tidak resmi kepada sistem komputer pemerintah negara-negara NATO pada 2010.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Assange Dijatuhi Hukuman Penjara 50 Pekan oleh Pengadilan Inggris

2 tahun kemudian, dia melakukan konspirasi alias bersekongkol dengan pimpinan LulzSec dan meminta dokumen serta database menurut Departemen Kehakiman AS.

"Di dalam komunikasi lain, Assange mengatakan pada pimpinan LulzSec bahwa rilis materi hacking paling berdampak berasal dari CIA, NSA, atau New York Times."

Assange juga memublikasikan pada e-mail WikiLeaks dari pelanggaran data perusahaan konsultan komunitas intelijen AS oleh hacker yang berafiliasi dengan LulzSec dan 'anonim'.

Assange ditahan tahun lalu setelah diusir dari Kedutaan Ekuador di London dan berada di tengah-tengah pertikaian ekstradisi yang berkelanjutan tentang apakah Assange harus dikirim ke AS.

Baca juga: Pendiri WikiLeaks Julian Assange Tak Ingin Diekstradisi ke AS

Halaman:

Sumber Aljazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X