70 Tahun Perang Korea, Corong Pemerintah Korut Imbau Pentingnya Pendidikan Ideologi dan Patriotisme

Kompas.com - 25/06/2020, 12:06 WIB
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un saat menghadiri Congress of the Korean Childrens Union (KCU) ke-8 pada 8 Juni 2017 di Pyongyang, Korea Utara. KCNA via REUTERSPemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un saat menghadiri Congress of the Korean Childrens Union (KCU) ke-8 pada 8 Juni 2017 di Pyongyang, Korea Utara.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Corong pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun pada Kamis (25/6/2020) menekankan pentingnya perlindungan terhadap rezim dan ideologinya dalam peringatan 70 tahun Perang Korea dan tidak mengkritik Amerika Serikat (AS).

Sebelum-sebelumnya, media Korea Utara resmi itu kerap menyampaikan pesan kritik terhadap Amerika Serikat atas Perang Korea yang meletus pada 25 Korea 1950 dengan negara yang menggelar parade militer massal menentang AS di lapangan Kim Il Sung di Kota Pyongyang.

Baca juga: Hari Ini, Korea Selatan dan AS Peringati 70 Tahun Perang Korea

Namun pada peringatan 70 tahun Perang Korea hari ini, Rodong Sinmun hanya menerbitkan beberapa artikel yang menyeru kepada rakyat Korea Utara untuk menegakkan kedisiplinan dan tidak mengkritik AS secara langsung.

"Kesadaran kita akan kelas sosial tidak diturunkan mau pun diwariskan. Kita harus mengusahakan yang terbaik dalam mendidik generasi muda tentang ideologi dan kelas sosial sebagai tugas penting yang berkaitan dengan negara kita, revolusi dan nasib sosialisme," demikian ungkap artikel tersebut.

Baca juga: Korea Selatan Minta Korea Utara Hentikan Rencana Kirim 12 Juta Selebaran Propaganda

Di dalam artikel itu juga memperingatkan generasi muda Korea Utara untuk tidak mengadopsi budaya-budaya Asing.

"Kita harus membuat para generasi muda memahami reaksi alami dan risiko dari infiltrasi ideologi dan budaya dari kaum imperialis, dan tetap berada di jalur tradisi kita baik dalam berbahasa mau pun berpenampilan."

Baca juga: Korea Selatan: Tak Ada Pergerakan Mencurigakan dari Korea Utara

Selama perang Korea yang berakhir gencatan senjata dan bukan perjanjian damai, AS telah memimpin 21 pasukan negaranya sebagai pasukan sekutu yang membantu Korea Selatan mengalahkan Komunis Korea Utara yang didukung China.

Ketika hubungan antara AS-Korea Utara membaik secara drastis pada 2018 dan 2019, beberapa pertemuan tingkat tinggi (KTT) bersejarah dilakukan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, Korea Utara melewatkan rapat umum tahunannya.

Dan untuk kali ini, masih belum diketahui apakah Korea Utara akan mengadakan rapat umum di tengah kebuntuan dalam pembicaraan nuklir dengan AS setelah kegagalan KTT Hanoi.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X