Jurnalis yang Hilang di Wuhan, Resmi Ditahan Otoritas China

Kompas.com - 25/06/2020, 09:21 WIB
Zhang Zhan ditangkap otoritas China setelah kedapatan melaporkan perkembangan kasus virus corona dan mengkritik pemerintah di negara Komunis China. SCMPZhang Zhan ditangkap otoritas China setelah kedapatan melaporkan perkembangan kasus virus corona dan mengkritik pemerintah di negara Komunis China.

Dia menyiarkan langsung apa yang diamatinya di kota itu melalui Twitter, YouTube, dan platform media sosial lain yang tidak diblokir oleh China.

Zhang juga menulis sebuah artikel yang mengkritik tanggapan pihak berwenang terhadap wabah di Wuhan, mengatakan pemerintah telah memberlakukan langkah-langkah yang melanggar hak asasi manusia.

Baca juga: Virus Corona Diperkirakan Muncul di Wuhan sejak Agustus 2019

Sejauh ini, sebanyak 3 orang jurnalis warga telah 'menghilang' sejak mengunggah video tentang wabah.

3 jurnalis warga itu diketahui menghilang di Wuhan. Li Zehua, atau dikenal juga sebagai Kricss Li kembali muncul di media sosial pada akhir April setelah hilang selama hampir dua bulan.

Li mengatakan bahwa dia ditahan di pusat karantina kota dan dikirim ke fasilitas isolasi di kota kelahirannya.

Jurnalis warga lain, Chen Qiushi, mantan pengacara HAM yang menjadi jurnalis video melakukan perjalanan ke Wuhan pada akhir Januari untuk melaporkan situasi di sana yang memburuk.

Keberadaannya masih belum diketahui bersama dengan vlogger lainnya, Fang Bin.

Baca juga: Pertama Kali, Wuhan Laporkan Tidak Ada Kasus Baru Tanpa Gejala Covid-19

Ada pun Zhan Jiang, seorang pensiunan profesor jurnalisme dan komunikasi di Foreign Study Beijing mengatakan pandangannya terkait jurnalis warga.

Menurutnya, jurnalis warga tidak punya perlindungan hukum di China dan dipandang sebagai 'pembuat onar'.

"Tidak ada pengakuan resmi dan tidak ada hukum yang bisa digunakan untuk membela mereka," kata Zhan.

"Mereka (jurnalis warga) juga dipandang sebagai orang buangan sosial yang tidak punya citra baik di mata publik, saat ini, kasus itu berkaitan dengan kebebasan berbicara. Ini adalah hasil dari propaganda dan sensor pemerintah selama bertahun-tahun," ujar Zhan.

Halaman:
Baca tentang

Sumber asiaone,SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Negara yang Siap Tanggap Kirimkan Bantuan ke Lebanon

Beberapa Negara yang Siap Tanggap Kirimkan Bantuan ke Lebanon

Global
Usai Minta Amonium Nitrat Dipindahkan, Kolonel Ini Tewas Misterius

Usai Minta Amonium Nitrat Dipindahkan, Kolonel Ini Tewas Misterius

Global
[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

[POPULER GLOBAL] Kenapa Amonium Nitrat 6 Tahun Disimpan di Beirut? | Video Viral Ledakan Lebanon, Pengantin Wanita Ini Terempas Saat Sesi Foto Pernikahan

Global
Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Satu Gereja di Ohio, AS menjadi Kluster Covid-19, Hampir 100 Orang Terinfeksi

Global
Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Sorot Lahan Sawit Renggut Pangan Suku Papua, Disertasi Ini Jadi yang Terbaik di Australia

Global
Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Global
Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Ledakan Lebanon, Kisah Heroik Perawat Selamatkan 3 Bayi yang Baru Lahir

Global
Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Seperti Apa Kehidupan 'Suku Tikus' Di Bawah Tanah Kota Beijing?

Global
Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Ledakan Lebanon, Video Gadis Cilik Masih Hidup Usai 24 Jam Tertimpa Reruntuhan

Global
8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

8 Pasien Covid-19 di RS India Tewas karena Terbakar

Global
'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

'Suami Saya Memotong Hidung Saya, Saya Takut Mati'

Global
Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Diplomat Wanita Jerman Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Global
Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Mengisap Shisha Bersama Teman, Pria Ini Tularkan Covid-19 ke 23 Orang

Global
Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Mayoritas Masyarakat AS Berpendapat Penanganan Covid-19 di Negaranya Lebih Buruk dari Negara Lainnya

Global
Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Ledakan di Lebanon, Ini Daftar Hoaks dan Konspirasi yang Beredar di Media Sosial

Global
komentar
Close Ads X