Israel dan AS akan Caplok Tepi Barat, Sekjen PBB: Semoga Tidak Terjadi

Kompas.com - 24/06/2020, 17:55 WIB
Warga Palestina melakukan shalat berjamaah selama protes terhadap rencana Israel untuk mencaplok (aneksasi) bagian-bagian inisiatif Timur Tengah di Tepi Barat dan Presiden AS A. Donald Trump di Lembah Jordan, Jumat, 19 Juni 2020. AP/Majdi MohammedWarga Palestina melakukan shalat berjamaah selama protes terhadap rencana Israel untuk mencaplok (aneksasi) bagian-bagian inisiatif Timur Tengah di Tepi Barat dan Presiden AS A. Donald Trump di Lembah Jordan, Jumat, 19 Juni 2020.

TEPI BARAT, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres berharap pada Selasa (23/6/2020) bahwa Israel mau mendengar seruan global dan tidak menganeksasi beberapa wilayah Tepi Barat.

Hal itu dinilainya akan merusak solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina berkepanjangan yang telah berlangsung beberapa dekade.

Guterres mengatakan, PBB telah konsisten menyampaikan bahwa "pencaplokan ( aneksasi) tidak hanya akan melanggar undang-undang internasional namun juga menjadi faktor utama terciptanya kerusuhan di wilayah."

Baca juga: Jika Israel Caplok Tepi Barat, Palestina Akan Umumkan Kemerdekaan

Pada rapat Dewan Keamanan PBB tingkat tinggi yang diselenggarakan Rabu (24/6/2020) Guterres mengangkat topik utama rencana Israel dan AS dalam menganeksasi 30 persen wilayah Tepi Barat di Palestina.

Guterres akan berbicara di hadapan pengarahan dari Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit dan Koordinator Khusus PBB untuk Timteng, Nickolay Mladenov.

Ada pun Perancis yang memegang kursi kepresidenan PBB bulan ini mengatakan belasan Menteri Luar Negeri diperkirakan akan hadir bersama dengan Menteri Luar Negeri Palestina dan Duta Besar Israel untuk PBB.

Baca juga: Rencana Pencaplokan Tepi Barat, Palestina Ancam Batalkan Perjanjian dengan AS dan Israel

Israel telah menduduki wilayah Tepi Barat dari Yordania pada 1967 dalam Perang Timur Tengah dan telah membangun puluhan hunian yang kini menjadi perumahan bagi hampir 500.000 warga Israel. 

Wilayah itu kini diklaim secara formal sebagai teritorial Israel karena oposisi internasional yang ketat.

Sementara itu, warga Palestina yang didukung oleh masyarakat internasional memandang teritorial yang diklaim itu sebagai jantung utama masa depan negara mereka.

Baca juga: PM Israel Ingin Pemerintahan Barunya Duduki Tepi Barat

Banyak dari komunitas internasional mempertimbangkan bahwa penempatan Israel di Tepi Barat merupakan hal yang ilegal di bawah undang-undang internasional.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Global
Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Global
Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Global
Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Global
Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Global
UEA Ambil 'Langkah Berani' Menormalisasi Hubungan dengan Israel

UEA Ambil "Langkah Berani" Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

Global
Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Global
Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Global
Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Global
Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Global
Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Global
Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Global
Veronica Koman Akui Pernah Bayar Sejumlah Uang Pengembalian Beasiswa

Veronica Koman Akui Pernah Bayar Sejumlah Uang Pengembalian Beasiswa

Global
komentar
Close Ads X