Referendum Tolak Kelapa Sawit Indonesia Masuk Mahkamah Konstitusi Swiss

Kompas.com - 23/06/2020, 23:06 WIB
Kotak berisi tanda tangan petisi penolakan kelapa sawit asal Indonesia di Swiss yang diangkut karyawan Mahkahmah konstitusi Swiss pada Senin (22/6/2020). KOMPAS.com/Krisna DianthaKotak berisi tanda tangan petisi penolakan kelapa sawit asal Indonesia di Swiss yang diangkut karyawan Mahkahmah konstitusi Swiss pada Senin (22/6/2020).

ZURICH, KOMPAS.com - Halaman depan dihiasi air mancur. Sejuk muncratan airnya, mengundang warga untuk mendekat. Halaman belakang ada jalan paving stone.

Auto frei, bebas kendaraan bermotor. Tak ada polisi. Tanpa pagar kawat verduri. Aman, damai, dan teratur. Begitulah suasana sehari sehari Bundeshaus, Gedung Parlemen Swiss.

Kedamaian itu terusik dengan datangnya mobil Peugeot kombi berplat nomor Jenewa. Kendaraan berwarna metalik silver itu berhenti di samping gedung Bundeshaus.

Baca juga: Pemasaran Produk Kelapa Sawit Indonesia Mulai Ditolak di Swiss

Menurunkan beberapa kotak kardus, sekaligus meletakkan di depan pintu masuk Bundeskanzlei, Mahkamah Konstitusi Swiss.

Kotak tersebut berjumlah 26 buah, sesuai dengan jumlah kanton (provinsi) di Swiss. Isinya, 59.200 tanda tangan.

"Jika disetujui, setelah diteliti keabsahannya, tentunya, referendum penolakan produk kelapa sawit Indonesia, hanya soal waktu,“ tutur Mathias Stalder, sekretaris Uniterre, kepada Kompas.com .

Mathias yakin, referendum, penentuan nasib pemasaran produk kelapa sawit, akan disetujui Makahmah Konstitusi Swiss.

Seperti biasa, ritual penyerahan kotak berisi tanda tangan untuk meminta referendum, diisi orasi dari Uniterre.

Isinya, bagaimana industri kelapa sawit menghancurkan lingkungan hidup. Sekaligus tentang keberuntungan yang diperoleh perusahaan besar. Ada puluhan wartawan, tidak terkecuali televisi Swiss dan kantor berita media arus utama.

Ronja Jansen, Presiden Juso (Jung Sozialdemokratische Partei Schweiz), berharap referendum ini akan menjadi kenyataan.

Baca juga: Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iran Murka, Sebut AS 'Biadab' atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan

Iran Murka, Sebut AS "Biadab" atas Sanksi yang Telah Dijatuhkan

Global
Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Seorang Remaja yang Menari Setelah Membunuh telah Dihukum Penjara Seumur Hidup

Global
Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Lagi Asyik Pacaran, Sejoli Dipalak dan Dipaksa Berhubungan Seks di Pinggir Jalan

Global
Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Menikah dengan Wanita dari Kasta Lebih Tinggi, Pria Ini Diculik dan Dibunuh

Global
Demo di Depan Vila Raja Thailand, Aktivis Pasang Plakat 'Negara Milik Rakyat'

Demo di Depan Vila Raja Thailand, Aktivis Pasang Plakat "Negara Milik Rakyat"

Global
Ada Jenazah di Dalam Toilet, Pesawat Air China Mendarat Darurat

Ada Jenazah di Dalam Toilet, Pesawat Air China Mendarat Darurat

Global
Gadis Kasta Dalit Diperkosa dan Dianiaya Hingga Lumpuh, Tersangka dari Kasta di Atasnya

Gadis Kasta Dalit Diperkosa dan Dianiaya Hingga Lumpuh, Tersangka dari Kasta di Atasnya

Global
Operasi Besar-besaran Polisi Inggris Tangkap 1.000 Pengedar dan Narkotika Senilai Rp 22,9 Miliar

Operasi Besar-besaran Polisi Inggris Tangkap 1.000 Pengedar dan Narkotika Senilai Rp 22,9 Miliar

Global
Keren, Batmobile Sungguhan Dibuat di Vietnam, Bisa Melaju 100 Km/Jam

Keren, Batmobile Sungguhan Dibuat di Vietnam, Bisa Melaju 100 Km/Jam

Global
Korban Tewas Kecelakaan Pesawat AU Ukraina Meningkat Jadi 26, 1 Orang Selamat

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat AU Ukraina Meningkat Jadi 26, 1 Orang Selamat

Global
Jenazah Perempuan Ini Diikat di Sepeda Motor Sebelum Dibawa ke Rumah Duka

Jenazah Perempuan Ini Diikat di Sepeda Motor Sebelum Dibawa ke Rumah Duka

Global
Dirawat Beberapa Jam di RS, 3 Yahudi Ortodoks Meninggal karena Covid-19

Dirawat Beberapa Jam di RS, 3 Yahudi Ortodoks Meninggal karena Covid-19

Global
PM Australia: Dunia Harus Tahu Asal Muasal Covid-19

PM Australia: Dunia Harus Tahu Asal Muasal Covid-19

Global
Trump: Debat dengan Joe Biden seperti Laga UFC

Trump: Debat dengan Joe Biden seperti Laga UFC

Global
Suami Belikan 1 Hektar Tanah di Bulan untuk Istri, Segini Harganya

Suami Belikan 1 Hektar Tanah di Bulan untuk Istri, Segini Harganya

Global
komentar
Close Ads X