Kompas.com - 23/06/2020, 22:08 WIB
Foto tertanggal 10 Juni 2020 dari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menunjukkan jet tempur AS F/A-18E Super Hornet dari Eagles Strike Fighter Squadron (VFA) 115 berlatih manuver di kapal induk USS Ronald Reagan di Laut Filipina. US NAVY via APFoto tertanggal 10 Juni 2020 dari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menunjukkan jet tempur AS F/A-18E Super Hornet dari Eagles Strike Fighter Squadron (VFA) 115 berlatih manuver di kapal induk USS Ronald Reagan di Laut Filipina.

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang petinggi senior China pada Selasa (23/6/2020) menuding militer AS mengerahkan kekuatan "yang belum pernah terjadi sebelumnya" di wilayah Asia-Pasifik.

Menurutnya, pengerahan kekuatan besar oleh militer AS itu dapat menimbulkan bentrokan dengan Angkatan Laut China.

Ketegangan antara dua negara adidaya itu melonjak di berbagai sektor sejak Presiden Donald Trump menjabat pada 2017.

Baca juga: Hampir 11 Jam Berunding, India dan China Akhirnya Sepakat Berdamai

Patroli rutin yang dilakukan AS d Laut China Selatan membuat Beijing naik pitam. AL China biasanya memperingatkan kapal-kapal AS untuk menyingkir.

Selain dengan AS, Laut China Selatan juga menjadi tempat perseteruan Negeri "Tirai Bambu" dengan negara-negara tetangga lainnya.

Namun Beijing sendiri juga membuat para negara tetangganya geram, dengan membangun pulau-pulau buatan yang dilengkapi instalasi militer di sebagian Laut China Selatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ribut dengan China dan Taiwan, Jepang Ubah Nama Daerah di Kepulauan Senkaku

"Pengerahan militer AS di kawasan Asia-Pasifik belum pernah terjadi sebelumnya," kata Wu Shicun pimpinan Institut Nasional Studi Laut China Selatan, sebuah lembaga konsultan pemerintah.

"Kemungkinan insiden militer atau tembakan tak disengaja akan meningkat."

"Jika bentrokan terjadi, dampak pada hubungan bilateral akan menjadi bencana besar," lanjut Wu dikutip dari AFP Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Bermain di Sungai, 8 Anak di China Tewas Tenggelam

Ia mengatakannya saat memaparkan presentasi sebuah laporan oleh lembaganya, tentang kehadiran militer AS di wilayah tersebut.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X